Nyeri Sendi Mendadak? Waspadai Daftar Makanan Tinggi Purin Berikut Ini!
Refa - Tuesday, 27 January 2026 | 03:30 PM


Pernahkah kamu terbangun di malam hari karena rasa nyeri hebat yang menusuk di jempol kaki, lutut, atau pergelangan tangan? Jika ya, kemungkinan besar kadar asam urat sedang melonjak drastis.
Biang kerok utamanya adalah zat bernama purin. Ketika tubuh memecah purin, ia menghasilkan asam urat. Jika jumlahnya berlebihan, ginjal tidak mampu membuangnya, sehingga zat tersebut menumpuk dan membentuk kristal tajam di persendian.
Sayangnya, purin justru banyak terkandung dalam makanan yang rasanya gurih dan lezat. Berikut adalah 3 kelompok makanan yang wajib dibatasi atau dihindari:
1. Jeroan
Jika memiliki riwayat asam urat, kelompok makanan ini adalah musuh nomor satu. Jeroan hewan seperti hati, ampela, usus, otak, ginjal, dan jantung memiliki kandungan purin yang ekstrem tingginya.
Para ahli menyarankan untuk menghapus jeroan sepenuhnya dari menu harian penderita asam urat. Mengonsumsi sedikit saja bisa langsung memicu serangan nyeri (kambuh) dalam hitungan jam.
2. Seafood Bercangkang & Ikan Kaleng
Tidak semua ikan berbahaya, namun harus waspada terhadap hewan laut tertentu.
- Hewan Bercangkang: Udang, kepiting, lobster, dan kerang adalah pemicu umum kenaikan asam urat.
- Ikan Kecil & Kaleng: Ikan sarden, makarel, teri (anchovy), dan ikan asin juga memiliki kadar purin yang sangat padat.
- Daging Merah: Daging sapi, kambing, dan bebek juga mengandung purin tinggi. Batasi porsinya dan pilih bagian daging yang tidak berlemak (lean meat).
3. Jebakan Sayuran & Olahan
Seringkali orang berpikir sayuran selalu aman, padahal ada beberapa jenis nabati yang mengandung purin sedang hingga tinggi.
- Emping Melinjo: Ini adalah camilan paling berbahaya bagi penderita asam urat.
- Sayuran Hijau Tertentu: Bayam, kangkung, asparagus, kembang kol, dan jamur sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas (jangan berlebihan).
- Kaldu Daging: Hati-hati dengan kuah bakso atau soto yang kental (hasil rebusan tulang/daging lama), karena sari purin dari daging justru larut dan berkumpul di kuah tersebut.
Next News

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
15 hours ago

Keren Sejak Dulu! Intip Skena Musik Indonesia Zaman Kolonial
20 hours ago

Penyelamat Nasi Putih: Bagaimana Sambal Menjadi Simbol Kemewahan Paling Murah di Indonesia
8 hours ago

Kenapa Radang Tenggorokan Lebih Sering Menyerang Anak-Anak Daripada Orang Dewasa?
21 hours ago

Lebih dari Sekadar "Jamet": Membedah Filosofi di Balik Gaya Rambut Sasuke dan Subkultur Emo
3 days ago

Jangan Kaget Dulu! Membedah Kenapa "Jancok" Jadi Bahasa Cinta Arek Suroboyo
3 days ago

Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans
4 days ago

Emang Masih Jaman Baca Koran? Alasan Koran Masih Tetap Layak Untuk Dibeli di Era Digital
4 days ago

Bukan Sekadar Mendayu, Ini Alasan Politis di Balik Vibe Melayu pada Lagu Nasional Indonesia
7 days ago

Bukan Sekadar Lomba 17-an, Egrang adalah "Life Lesson" Tentang Keseimbangan dan Ego
7 days ago






