Lemas Puasa atau Dehidrasi? Kenali Bedanya Sekarang!
Refa - Thursday, 19 February 2026 | 09:00 AM


Puasa Bukan Berarti Menyiksa Diri: Waspada Dehidrasi Berat yang Sering Kita Sepelekan
Ramadan selalu punya magisnya sendiri. Bau takjil di pinggir jalan, suara tadarus dari pengeras suara masjid, sampai ritual bangun sahur yang kadang penuh drama mata mengantuk. Tapi, di balik semua euforia itu, ada satu musuh dalam selimut yang sering kita anggap enteng: dehidrasi. Banyak dari kita yang merasa kalau lemas saat puasa itu sudah hukum alam. Padahal, ada batas tipis antara lemas wajar karena lapar dan lemas berbahaya karena dehidrasi berat.
Bayangkan tubuh kita ini seperti smartphone. Kalau cuma lapar, mungkin baterainya sisa 20 persen dan masih bisa dipakai buat scrolling media sosial. Tapi kalau sudah dehidrasi berat, itu ibarat baterai sudah 1 persen, layarnya redup, aplikasinya lemot, dan sebentar lagi bakal mati total alias shutdown. Masalahnya, banyak orang Indonesia yang punya mentalitas "tanggung, bentar lagi buka" padahal badannya sudah memberikan kode darurat sehebat sirine ambulans.
Bedanya Haus Biasa sama Sinyal Bahaya
Haus itu wajar banget. Namanya juga nggak minum belasan jam di bawah cuaca Indonesia yang lagi panas-panasnya. Tapi dehidrasi berat itu levelnya beda. Ini bukan cuma soal tenggorokan kering yang bisa hilang pakai segelas es teh manis pas azan magrib. Dehidrasi berat adalah kondisi di mana cairan tubuh yang hilang jauh lebih banyak daripada yang masuk, sampai-sampai fungsi organ kita mulai terganggu.
Salah satu indikator paling gampang yang bisa kita cek sendiri adalah saat kita buang air kecil. Coba deh sesekali tengok ke bawah sebelum menyiram. Kalau warna urine kamu sudah mirip kayak teh botol atau bahkan lebih gelap, itu sudah tanda merah. Harusnya, urine yang sehat itu warnanya bening atau kuning pucat kayak jerami. Kalau sudah gelap dan baunya menyengat, itu tandanya ginjal kamu lagi kerja keras bagai kuda buat menghemat air yang tersisa di tubuh. Jangan disepelekan, ya!
Pusing yang Bukan Sekadar Pusing
Pernah nggak sih, pas lagi asyik-asyiknya kerja atau kuliah di siang bolong, tiba-tiba dunia terasa berputar? Pas mau berdiri dari kursi, rasanya kayak melayang dan pandangan jadi gelap sesaat. Orang kita sering bilang "ah, paling kurang darah." Padahal, bisa jadi itu gejala dehidrasi berat yang bikin tekanan darah kamu turun drastis.
Saat cairan di pembuluh darah berkurang, volume darah juga otomatis menyusut. Efeknya? Jantung harus kerja ekstra keras buat memompa darah ke otak. Makanya, jangan heran kalau tiba-tiba jantung kamu deg-degan kayak habis ketemu mantan, padahal cuma duduk diam. Kalau pusingnya sudah dibarengi dengan rasa bingung atau sulit fokus (brain fog), mending kamu mulai waspada. Jangan sampai pingsan di depan umum cuma gara-gara gengsi pengen tamat puasa seharian.
Tes Cubit Kulit yang Sederhana tapi Ampuh
Ada satu trik simpel yang sering dipakai orang medis, namanya tes turgor kulit. Coba cubit punggung tangan kamu, tahan sebentar, lalu lepas. Kalau kulitnya langsung balik ke bentuk semula dalam sekejap, selamat, kamu masih aman. Tapi kalau kulitnya butuh waktu lama buat rata lagi, atau malah tetap berdiri kayak tenda pramuka, itu tandanya kulit kamu sudah kehilangan elastisitas karena kekurangan cairan. Tubuh kamu sudah beneran kering kerontang, kawan!
Selain kulit, mulut juga bisa jadi saksi bisu. Kalau lidah sudah terasa kasar, air liur jadi kental dan lengket, sampai bibir pecah-pecah kayak tanah di musim kemarau, itu bukan saatnya buat pakai lip balm doang. Itu sinyal kalau internal tubuh kamu butuh hidrasi segera.
Kapan Harus "Menyerah" demi Kesehatan?
Nah, ini bagian yang sensitif. Kita dididik buat punya determinasi tinggi saat beribadah. Tapi perlu diingat, Islam itu agama yang memudahkan, bukan menyulitkan sampai membahayakan nyawa. Kalau kamu sudah merasa mual muntah, demam tinggi, napas pendek-pendek, atau malah nggak bisa buang air kecil sama sekali selama berjam-jam, itu tandanya dehidrasi kamu sudah masuk kategori medis darurat.
Jangan tunggu sampai kolaps. Kalau memang gejalanya sudah parah, membatalkan puasa bisa jadi keputusan paling logis dan bijak. Toh, kita bisa menggantinya di hari lain saat kondisi tubuh sudah fit. Memaksakan diri sampai masuk IGD malah bakal bikin puasa hari-hari berikutnya jadi berantakan, kan?
Strategi Agar Tetap Terhidrasi Tanpa Kembung
Biar nggak ketemu gejala-gejala horor di atas, kuncinya ada di manajemen air minum. Jangan jadi "unta" yang minum 2 liter sekaligus pas buka puasa. Bukannya segar, yang ada malah perut kembung dan kamu jadi bolak-balik ke kamar mandi, yang ujung-ujungnya cairan itu keluar lagi lewat kencing.
Gunakan rumus 2-4-2 yang sudah populer itu: 2 gelas saat buka, 4 gelas sepanjang malam (bisa dicicil setiap jam atau setelah tarawih), dan 2 gelas saat sahur. Hindari juga terlalu banyak minum kopi atau teh pas sahur. Kenapa? Karena kafein itu sifatnya diuretik, alias bikin kamu lebih sering kencing. Niatnya pengen melek pas kerja, eh malah makin cepat dehidrasi karena air di badan dibuang-buang terus.
Satu lagi tips receh tapi penting: perbanyak makan buah yang banyak airnya kayak semangka atau melon pas sahur dan buka. Rasanya segar, dapet vitaminnya, dan yang jelas dapet tambahan cadangan air buat tubuh. Ingat, puasa itu soal menahan nafsu, bukan soal uji nyali melawan batas kemampuan fisik. Tetap sehat, tetap semangat, dan jangan lupa dengerin apa kata badan kamu sendiri!
Next News

Alasan Mona Lisa Tak Sebesar Bayanganmu dan Karya Lain yang Terabaikan
in 3 hours

Asal-usul Kata Halo: Sapaan Telepon yang Mendunia
in 2 hours

Suka Bau Tanah Saat Hujan Itu Namanya Petrichor
in 2 hours

Misteri Menguap Berjamaah: Mengapa Kita Saling Menulari?
in an hour

Jari Berkerut Seperti Kismis Setelah Mandi? Ternyata Ini Alasannya
in 35 minutes

Ternyata Ini Fungsi Penting Lubang di Tutup Pulpen Kamu
in 5 minutes

Rahasia di Balik Simbol Save yang Sering Dianggap Ikon Download
25 minutes ago

Alasan Keyboard Tidak Pakai Urutan Abjad yang Bikin Penasaran
an hour ago

Tembok Rembes dan Berjamur? Segera Lakukan Langkah Ini
in 6 hours

Cara Bikin Pangsit Goreng Kriuk Sempurna Tanpa Minyak Berlebih
in 4 hours






