Cara Tepat Atur Laci Kulkas Agar Sayur Awet
Nisrina - Sunday, 01 February 2026 | 05:15 PM


Kita semua pasti memiliki laci khusus di bagian bawah kulkas yang sering disebut sebagai crisper drawer. Kebanyakan dari kita menggunakannya hanya sebagai tempat pembuangan akhir untuk semua jenis sayuran dan buah buahan yang baru dibeli dari pasar. Kita memasukkan semuanya ke sana secara acak lalu berharap makanan tersebut akan tetap segar dalam waktu lama. Namun kenyataannya sering kali kita justru menemukan selada yang layu berlendir atau apel yang lembek hanya dalam beberapa hari.
Masalah utamanya bukan pada kualitas kulkas yang Anda miliki melainkan pada cara penggunaan laci tersebut yang kurang tepat. Laci crisper sebenarnya dirancang dengan teknologi pengaturan kelembapan yang bisa memperpanjang umur simpan makanan secara signifikan jika digunakan dengan benar. Fitur kecil berupa geseran ventilasi udara di laci tersebut adalah kunci rahasia yang sering diabaikan.
Artikel ini akan menjadi panduan lengkap bagi Anda untuk memahami cara kerja laci kulkas. Kita akan membahas makanan apa saja yang harus masuk ke laci kelembapan tinggi dan mana yang harus masuk ke laci kelembapan rendah. Dengan memahami prinsip sederhana ini Anda bisa menyelamatkan bahan makanan dari tempat sampah dan tentunya menghemat anggaran belanja bulanan keluarga.
Memahami Peran Gas Etilen
Sebelum memisahkan sayuran ke dalam laci yang berbeda kita perlu memahami musuh utama kesegaran makanan yaitu gas etilen. Gas etilen adalah hormon alami yang dilepaskan oleh beberapa jenis buah dan sayuran saat mereka mematangkan diri.
Masalah timbul ketika gas ini terperangkap di dalam laci tertutup. Beberapa jenis sayuran sangat sensitif terhadap gas etilen ini. Jika sayuran sensitif diletakkan berdekatan dengan buah penghasil gas etilen maka sayuran tersebut akan matang secara berlebihan lalu membusuk dengan sangat cepat.
Oleh karena itu prinsip dasar penggunaan laci kulkas adalah manajemen aliran udara. Kita perlu mengatur ventilasi agar gas etilen bisa keluar atau menjaga kelembapan agar tetap terkunci di dalam. Inilah fungsi dari pengaturan High Humidity (Kelembapan Tinggi) dan Low Humidity (Kelembapan Rendah) yang ada pada laci kulkas Anda.
Laci Kelembapan Tinggi untuk Sayur Daun
Laci dengan pengaturan High Humidity dicapai dengan cara menutup ventilasi udara pada laci tersebut. Ketika ventilasi tertutup rapat uap air yang dihasilkan oleh sayuran akan terperangkap di dalam laci. Hal ini menciptakan lingkungan yang sangat lembap dan basah.
Laci ini adalah tempat terbaik untuk menyimpan sayuran yang mudah layu karena kehilangan air. Sayuran jenis ini membutuhkan kelembapan ekstra agar tetap renyah dan segar. Gas etilen tidak menjadi masalah besar di sini karena sayuran yang masuk ke kategori ini biasanya bukan penghasil gas etilen dalam jumlah banyak.
Berikut adalah daftar makanan yang wajib masuk ke laci High Humidity dengan ventilasi tertutup. Pertama adalah sayuran berdaun hijau seperti bayam kangkung selada dan sawi. Sayuran ini memiliki struktur sel yang tipis dan cepat sekali kehilangan air. Lingkungan lembap akan menjaga daun daunnya tetap tegak dan segar. Kedua adalah rempah rempah segar seperti daun bawang seledri dan ketumbar. Ketiga adalah sayuran keras yang sensitif terhadap kehilangan kelembapan seperti wortel brokoli kembang kol buncis dan mentimun. Stroberi dan semangka potong juga sebaiknya disimpan di sini namun pastikan untuk memisahkannya dari sayuran hijau agar aromanya tidak tercampur.
Laci Kelembapan Rendah untuk Buah
Sebaliknya laci dengan pengaturan Low Humidity dicapai dengan cara membuka ventilasi udara selebar lebarnya. Ketika ventilasi terbuka udara kering dari dalam kulkas akan masuk dan bersirkulasi di dalam laci. Sementara itu gas etilen yang dihasilkan oleh buah buahan akan terbawa keluar sehingga tidak menumpuk di dalam laci.
Laci ini didesain khusus untuk menyimpan buah buahan yang memproduksi gas etilen tinggi atau buah yang cenderung mudah membusuk jika berada di tempat yang terlalu lembap. Lingkungan yang lebih kering dan berventilasi akan mencegah pertumbuhan jamur dan pembusukan dini.
Makanan yang harus masuk ke laci Low Humidity dengan ventilasi terbuka meliputi sebagian besar buah buahan. Apel adalah penghasil gas etilen yang sangat tinggi sehingga wajib masuk laci ini agar gasnya bisa keluar. Buah buahan lain seperti pir alpukat yang sudah matang mangga pepaya pisang persik aprikot dan buah tin juga harus disimpan di laci berventilasi terbuka ini. Melon utuh juga lebih baik disimpan di laci ini karena mereka bisa membusuk jika permukaannya terlalu basah.
Jangan Satukan Apel dan Selada
Kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh banyak orang adalah mencampuradukkan isi kedua laci ini. Sering kali kita melihat apel disimpan bersanding dengan selada di dalam satu laci yang sama. Ini adalah resep bencana bagi kesegaran makanan.
Apel akan terus mengeluarkan gas etilen. Jika ventilasi laci tertutup (mode High Humidity) gas tersebut akan terperangkap dan menyerang selada. Akibatnya selada akan berubah menjadi cokelat berbintik bintik dan membusuk dalam waktu singkat.
Aturan emasnya adalah jangan pernah menyatukan penghasil gas etilen (sebagian besar buah) dengan penerima gas etilen (sebagian besar sayuran daun) dalam satu wadah tertutup. Pisahkan mereka ke dalam dua laci berbeda. Jika kulkas Anda hanya memiliki satu laci crisper prioritaskan laci tersebut untuk sayuran hijau yang mudah layu dan simpan buah buahan di rak kulkas bagian lain yang sirkulasi udaranya lebih terbuka.
Tips Tambahan Mengatur Isi Kulkas
Selain mengatur ventilasi ada beberapa trik tambahan untuk memaksimalkan fungsi laci kulkas. Jangan pernah memadati laci crisper hingga terlalu penuh. Udara membutuhkan ruang untuk bergerak di sela sela makanan. Jika laci terlalu padat sirkulasi udara akan terhambat dan pendinginan menjadi tidak merata yang bisa memicu pembusukan di bagian tengah tumpukan.
Gunakan wadah atau pembatas untuk mengorganisir isi laci. Anda bisa melapisi dasar laci dengan tisu dapur atau kain lap bersih untuk menyerap kelebihan air yang mungkin menetes dari sayuran yang baru dicuci. Hal ini akan mempermudah proses pembersihan laci di kemudian hari.
Dengan menerapkan manajemen laci kulkas yang tepat ini Anda tidak hanya akan menikmati salad yang lebih segar dan renyah setiap hari tetapi juga mengurangi limbah makanan rumah tangga secara drastis. Mulailah memeriksa pengaturan ventilasi laci kulkas Anda sekarang juga dan rasakan perbedaannya.
Next News

Panduan Lengkap Urutan Nonton One Piece The Movie dari Awal Sampai Akhir
30 minutes ago

Cara Menghilangkan Duri Ikan di Tenggorokan Secara Alami dan Aman
an hour ago

7 Cara Ampuh Usir Bau Apek pada Serbet Dapur Meski Sudah Dicuci
2 hours ago

Panduan Lengkap Cara Membuat Kolam Lele dari Ember Solusi Cerdas Lahan Sempit
4 hours ago

Deretan Manfaat Buah Cempedak Bagi Kesehatan Tubuh yang Jarang Orang Tahu
5 hours ago

7 Cara Merawat Kulkas 2 Pintu Agar Awet dan Hemat Listrik Sepanjang Tahun
7 hours ago

11 Manfaat Ajaib Okra untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui
8 hours ago

Fakta Ajaib Daun Kelor Superfood Murah Meriah Penangkal Berbagai Penyakit
10 hours ago

Fenomena Childfree di Indonesia: Antara Pilihan Hidup dan Tradisi
10 hours ago

Khasiat Kencur Bikin Wajah Glowing Awet Muda Alami
11 hours ago






