Ceritra
Ceritra Update

Deretan Tokoh Dunia dan Fakta Mengejutkan dalam Dokumen Terbaru Jeffrey Epstein

Nisrina - Tuesday, 03 February 2026 | 01:15 PM

Background
Deretan Tokoh Dunia dan Fakta Mengejutkan dalam Dokumen Terbaru Jeffrey Epstein
Sebuah dokumen yang termasuk dalam rilis berkas Jeffrey Epstein. (AP Photo/Jon Elswick)

Skandal yang melibatkan pemodal Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan utama dunia pada Februari 2026. Pengadilan Federal Amerika Serikat kembali merilis ribuan halaman dokumen yang sebelumnya disegel memberikan pandangan yang lebih transparan mengenai lingkaran sosial sang predator seksual. Dokumen ini bukan hanya sekadar catatan hukum biasa melainkan sebuah peta yang menggambarkan bagaimana seorang penjahat seksual bisa memiliki akses ke koridor kekuasaan tertinggi di dunia.

Rilis terbaru ini mencakup daftar nama yang sangat panjang mulai dari mantan presiden pangeran kerajaan ilmuwan hingga selebritas papan atas. Yang membuat publik semakin terperangah adalah munculnya ambisi Epstein untuk menjangkau pemimpin dunia yang sulit tersentuh serta adanya nama pengusaha asal Indonesia yang turut tercatat dalam jejaring kontaknya.

Artikel ini akan mengurai secara rinci siapa saja orang orang penting yang namanya terseret dalam dokumen tersebut. Kita akan membahas ambisi Epstein terhadap Vladimir Putin keterlibatan tokoh tokoh Hollywood hingga konteks munculnya nama Hary Tanoesoedibjo dalam arsip kelam ini. Perlu diingat bahwa penyebutan nama dalam dokumen ini tidak selalu berarti orang tersebut terlibat dalam tindak pidana namun menunjukkan betapa luasnya jaring koneksi yang dibangun Epstein.

Ambisi Epstein Menghubungi Vladimir Putin

Salah satu temuan paling menarik dan mengejutkan dalam tumpukan dokumen baru ini adalah obsesi Jeffrey Epstein untuk menjalin hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dokumen tersebut mengungkap bahwa Epstein berulang kali mencoba memfasilitasi pertemuan atau mengundang Putin ke dalam lingkaran sosialnya.

Catatan internal dan korespondensi menunjukkan bahwa Epstein sering membual kepada rekan rekannya bahwa ia memiliki jalur untuk menghubungi pemimpin Kremlin tersebut. Ia memposisikan dirinya sebagai "perantara super" yang bisa menghubungkan Barat dan Timur. Namun hingga dokumen ini dirilis tidak ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa Vladimir Putin pernah memenuhi undangan tersebut atau pernah bertemu secara langsung dengan Epstein.

Fakta ini memberikan wawasan psikologis tentang Epstein. Ia bukan hanya mengejar kepuasan seksual yang menyimpang tetapi juga memiliki rasa lapar yang tak terpuaskan akan kekuasaan dan pengakuan. Mencoba menghubungi Putin menunjukkan tingkat kepercayaan diri Epstein yang luar biasa tinggi atau mungkin delusi bahwa ia adalah pemain kunci dalam geopolitik global. Meskipun pertemuan itu kemungkinan besar tidak pernah terjadi upaya tersebut menegaskan bahwa tidak ada pintu yang dianggap tertutup oleh Epstein.

Nama Hary Tanoesoedibjo dalam Jejaring Epstein

Bagi masyarakat Indonesia salah satu kejutan terbesar adalah munculnya nama Hary Tanoesoedibjo dalam arsip yang terkait dengan Jeffrey Epstein. Hary Tanoe dikenal sebagai salah satu konglomerat media terbesar dan tokoh politik di Indonesia. Kemunculan namanya dalam dokumen dokumen yang terkait dengan jaringan Epstein tentu memicu pertanyaan dan kehebohan tersendiri.

Nama Hary Tanoesoedibjo tercatat dalam buku kontak atau yang sering disebut sebagai "Black Book" milik Epstein. Buku ini berisi ribuan nomor telepon dan alamat dari orang orang yang pernah berinteraksi atau dianggap sebagai relasi bisnis oleh Epstein. Penting untuk dipahami bahwa keberadaan nama seseorang dalam buku kontak ini tidak serta merta membuktikan bahwa orang tersebut pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein atau terlibat dalam aktivitas ilegal apa pun.

Konteks yang paling masuk akal adalah hubungan bisnis atau investasi. Epstein dikenal sebagai manajer keuangan yang mengelola dana miliaran dolar dan memiliki jejaring bisnis global. Kemungkinan besar nama Hary Tanoe tersimpan sebagai salah satu kontak bisnis potensial atau relasi korporasi mengingat posisi Hary Tanoe sebagai pengusaha media yang berpengaruh. Meskipun demikian fakta bahwa jaringan Epstein bisa merambah hingga ke pengusaha papan atas Indonesia menunjukkan betapa luasnya tentakel operasionalnya.

Pangeran Andrew dan Bill Clinton Kembali Disorot

Dua nama besar yang selalu menjadi pusat perhatian dalam kasus ini adalah Pangeran Andrew dari Inggris dan mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton. Dokumen Februari 2026 ini kembali memperkuat dugaan kedekatan mereka dengan Epstein melalui kesaksian saksi mata.

Johanna Sjoberg salah satu saksi kunci memberikan deposisi yang menyatakan bahwa Pangeran Andrew pernah melakukan tindakan tidak pantas secara fisik terhadap dirinya di rumah Epstein di Manhattan. Kesaksian ini menjadi beban berat bagi reputasi sang pangeran yang selama ini berusaha membantah segala tuduhan. Dokumen ini meruntuhkan alibi alibi yang pernah dibangun oleh tim hukum kerajaan.

Sementara itu nama Bill Clinton disebut puluhan kali dalam dokumen tersebut. Meskipun Clinton telah membantah pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein catatan penerbangan dan kesaksian staf memberikan indikasi bahwa hubungan mereka cukup dekat di masa lalu. Epstein bahkan pernah sesumbar bahwa Clinton "berutang budi" padanya meskipun konteks utang budi tersebut tidak dijelaskan secara rinci dalam dokumen yang baru dibuka ini.

Michael Jackson dan David Copperfield

Dunia hiburan juga tidak luput dari guncangan. Dokumen terbaru mengonfirmasi kehadiran mendiang Raja Pop Michael Jackson di salah satu properti Epstein di Palm Beach. Namun dalam kesaksiannya Johanna Sjoberg menegaskan bahwa Michael Jackson menolak tawaran untuk dipijat oleh gadis gadis muda yang ada di sana. Keterangan ini sedikit banyak memberikan kelegaan bagi para penggemar Michael Jackson karena idola mereka tidak terimplikasi dalam aktivitas seksual di rumah tersebut.

Nama lain yang muncul adalah pesulap ternama David Copperfield. Saksi mata menyebutkan bahwa Copperfield pernah hadir dalam sebuah makan malam di rumah Epstein dan melakukan trik sulap. Yang lebih meresahkan saksi tersebut mengklaim bahwa Copperfield pernah bertanya apakah gadis gadis tersebut "dibayar untuk mencari gadis lain". Hal ini memicu spekulasi apakah Copperfield mengetahui sistem rekrutmen piramida yang dijalankan oleh Epstein dan Ghislaine Maxwell.

Stephen Hawking dan Bantahan Pesta Seks

Salah satu bagian yang paling aneh dari dokumen ini melibatkan fisikawan legendaris Stephen Hawking. Terdapat sebuah email yang ditulis oleh Jeffrey Epstein kepada Ghislaine Maxwell yang isinya meminta Maxwell untuk memberikan "hadiah" kepada teman teman dan keluarga Hawking.

Tujuan dari hadiah tersebut adalah untuk memotivasi mereka agar membantu membantah rumor bahwa Stephen Hawking pernah berpartisipasi dalam sebuah pesta seks di bawah umur saat berkunjung ke pulau pribadi Epstein. Email ini menunjukkan betapa Epstein sangat protektif terhadap citra para tamu VIP nya yang berasal dari kalangan akademisi dan sains. Ia bersedia melakukan apa saja termasuk menyuap atau merekayasa narasi demi menjaga nama baik relasi relasinya.

Donald Trump dan Tokoh Politik Lainnya

Nama mantan Presiden Donald Trump juga muncul dalam dokumen tersebut. Namun berbeda dengan Clinton kesaksian dalam dokumen ini cenderung tidak memberatkan Trump dalam konteks aktivitas seksual di properti Epstein. Salah satu saksi menyatakan bahwa mereka tidak pernah melihat Trump di pulau pribadi maupun di rumah Epstein di New Mexico.

Hubungan Trump dan Epstein lebih banyak digambarkan sebagai hubungan sosial sesama miliarder New York sebelum akhirnya mereka pecah kongsi. Namun penyebutan namanya tetap menjadi sorotan mengingat posisi politiknya yang sangat berpengaruh. Selain Trump nama mantan Wakil Presiden Al Gore juga sempat disebut sebut dalam konteks perjalanan namun tidak ada tuduhan spesifik yang mengarah pada tindakan kriminal.

Pelajaran dari Dokumen Februari 2026

Rilis dokumen ini menegaskan bahwa Jeffrey Epstein bukan sekadar penjahat kelamin biasa. Ia adalah kolektor orang orang berkuasa. Ia menggunakan kekayaan dan akses perempuannya untuk memikat menjebak atau sekadar berteman dengan orang orang yang memegang kendali dunia.

Dari Putin hingga Hary Tanoe dari Pangeran Andrew hingga Stephen Hawking rentang nama yang muncul sangatlah eklektik dan global. Ini mengajarkan kita untuk selalu skeptis terhadap citra publik para elit. Dokumen ini adalah bukti sejarah bahwa di balik pintu tertutup sering kali terjadi kesepakatan dan interaksi yang jauh dari bayangan masyarakat awam.

Transparansi hukum melalui pembukaan segel dokumen ini adalah langkah vital. Meskipun Epstein sudah tiada kebenaran tentang siapa saja yang berada di orbitnya harus tetap diungkap demi keadilan para korban yang telah lama dibungkam.

Logo Radio
🔴 Radio Live