Ceritra
Ceritra Update

Film The Devil Wears Prada Tayang April 2026

Nisrina - Tuesday, 03 February 2026 | 03:15 PM

Background
Film The Devil Wears Prada Tayang April 2026
Trailer The Devil Wears Prada 2 (YouTube/21th Century Videos)

Dunia mode dan perfilman global kembali dihebohkan dengan kabar gembira yang sudah lama dinanti nanti oleh jutaan penggemar. Film legendaris yang mendefinisikan ulang genre drama komedi perkantoran The Devil Wears Prada secara resmi dijadwalkan untuk kembali menyapa penonton di bioskop. Berdasarkan laporan terbaru film ini dipastikan akan mulai tayang pada 1 Mei 2026.

Pengumuman ini tentu saja menjadi angin segar bagi mereka yang tumbuh besar menyaksikan dinamika sengit antara Miranda Priestly dan asistennya Andy Sachs. Sejak dirilis pertama kali pada tahun 2006 film ini telah menjadi kultur pop yang tak lekang oleh waktu. Kini tepat dua dekade setelah film pertamanya para penggemar bersiap untuk menyaksikan babak baru dari kisah glamor namun kejam di balik industri majalah mode ternama.

Kembalinya Ratu Mode Miranda Priestly

Sosok Miranda Priestly yang diperankan dengan brilian oleh Meryl Streep adalah nyawa dari The Devil Wears Prada. Karakter pemimpin redaksi majalah Runway yang dingin menuntut kesempurnaan dan ditakuti oleh semua orang ini telah menjadi standar emas bagi karakter bos di layar lebar. Kutipan kutipannya yang tajam seperti "That's all" masih sering digunakan hingga hari ini.

Kabar penayangan pada April 2026 memicu spekulasi besar mengenai bagaimana karakter Miranda akan beradaptasi dengan dunia mode modern. Industri media cetak telah berubah drastis dalam 20 tahun terakhir dengan adanya dominasi media sosial dan influencer digital. Sangat menarik untuk melihat apakah "Sang Iblis" masih memiliki taring yang sama tajamnya di era TikTok dan Instagram ataukah ia justru menghadapi tantangan baru yang menggoyahkan takhtanya.

Kembalinya franchise ini bukan sekadar sekuel biasa. Ini adalah sebuah reuni budaya. Penonton ingin melihat apakah wibawa dan karisma Miranda masih mampu membuat satu ruangan terdiam hanya dengan satu tatapan mata di balik kacamata hitamnya.

Nostalgia Andrea Sachs dan Emily Charlton

Selain Miranda dua karakter lain yang sangat dicintai adalah Andrea "Andy" Sachs yang diperankan oleh Anne Hathaway dan Emily Charlton yang diperankan oleh Emily Blunt. Transformasi Andy dari gadis lugu yang tidak tahu apa apa tentang mode menjadi asisten yang stylish dan kompeten adalah salah satu makeover terbaik dalam sejarah film.

Pada penayangan 1 Mei 2026 nanti penonton mengharapkan perkembangan karakter yang signifikan. Andy yang di akhir film pertama memilih untuk meninggalkan dunia Runway demi integritas jurnalistiknya tentu kini sudah menjadi sosok wanita karier yang matang. Pertemuan kembali antara Andy dan Emily yang ambisius akan menjadi dinamika yang sangat dinantikan.

Apakah mereka akan kembali bekerja sama atau justru bersaing di posisi puncak. Chemistry antara ketiga aktris utama ini adalah ramuan ajaib yang membuat film aslinya begitu sukses dan penggemar berharap sihir yang sama akan terulang kembali di layar bioskop tahun 2026.

Mengapa Film Ini Tetap Relevan

Satu hal yang membuat The Devil Wears Prada menjadi tontonan wajib yang bersifat evergreen adalah relevansinya terhadap dunia kerja. Film ini bukan hanya tentang baju baju mahal atau tas bermerek. Di intinya film ini bercerita tentang ambisi pengorbanan profesionalisme dan bagaimana menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan tuntutan karier yang tinggi.

Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari film ini. Mulai dari pentingnya ketahanan mental menghadapi atasan yang sulit etos kerja keras hingga keberanian untuk berkata tidak ketika pekerjaan sudah mulai menggerus jati diri. Nilai nilai ini tetap relevan bagi generasi Z maupun milenial yang kini mendominasi angkatan kerja.

Penayangan di tahun 2026 akan membawa konteks baru. Isu isu seperti mental health di tempat kerja keseimbangan kehidupan kerja atau work life balance dan toksisitas lingkungan korporat kemungkinan besar akan menjadi tema yang diangkat dengan lebih mendalam menyesuaikan dengan diskursus masyarakat modern saat ini.

Dampak Besar pada Industri Fashion

Tidak bisa dipungkiri bahwa The Devil Wears Prada memiliki dampak masif terhadap industri fashion global. Film ini membuka mata masyarakat awam tentang bagaimana sebuah tren diciptakan. Masih ingat dengan monolog ikonik Miranda tentang cerulean sweater. Penjelasan itu dengan sempurna menggambarkan bagaimana keputusan segelintir elit mode mempengaruhi apa yang dipakai oleh masyarakat luas.

Dengan jadwal tayang Mei 2026 para desainer dan rumah mode ternama diprediksi akan berlomba lomba untuk menampilkan karya mereka di dalam film ini. Film ini adalah panggung catwalk terbesar di dunia sinema. Kostum kostum yang akan dikenakan oleh para pemainnya dipastikan akan menjadi penentu tren fashion di tahun 2026 dan seterusnya.

Patricia Field yang menjadi perancang busana di film pertama sukses menciptakan tampilan yang ikonik. Ekspektasi visual untuk film terbaru ini tentu sangat tinggi. Penonton ingin dimanjakan dengan visual yang memukau perpaduan busana high end dan gaya jalanan yang chic.

Siapkan Diri untuk April 2026

Bagi Anda yang mengaku sebagai pecinta film dan mode tandai kalender Anda mulai sekarang. Bulan Mei 2026 bukan lagi sekadar bulan biasa tetapi bulan kembalinya sebuah legenda. Antusiasme yang terbangun sejak pengumuman ini membuktikan bahwa The Devil Wears Prada memiliki tempat spesial di hati penonton.

Sambil menunggu tanggal mainnya tidak ada salahnya untuk memutar kembali film pertamanya. Resapi kembali dialog dialog cerdasnya kagumi busananya dan pelajari kembali dinamika karakternya. Persiapan ini akan membuat pengalaman menonton Anda di tahun 2026 menjadi jauh lebih bermakna.

Apakah Miranda Priestly akan tetap menjadi ratu yang tak tergoyahkan. Apakah Andy Sachs akan kembali masuk ke dalam lingkaran setan industri majalah. Semua jawaban itu akan terungkap di bioskop pada Mei 2026. Siapkan setelan terbaik Anda karena Sang Iblis telah kembali.

Logo Radio
🔴 Radio Live