Ceritra
Ceritra Warga

7 Cara Ampuh Usir Bau Apek pada Serbet Dapur Meski Sudah Dicuci

Nisrina - Saturday, 07 February 2026 | 07:15 PM

Background
7 Cara Ampuh Usir Bau Apek pada Serbet Dapur Meski Sudah Dicuci
Serbet dapur (Freepik/fabrikasimf)

Dapur adalah jantung rumah tempat kita menyiapkan hidangan lezat untuk keluarga tercinta. Namun sering kali area ini juga menjadi sarang masalah kebersihan yang tak kasat mata. Salah satu benda yang paling sering luput dari perhatian namun paling krusial adalah serbet atau kain lap dapur.

Pernahkah Anda merasa kesal karena serbet yang baru saja dicuci dan dikeringkan ternyata masih mengeluarkan aroma tidak sedap. Bau apek bau asam atau bau amis yang menempel pada kain lap bukan sekadar masalah aroma. Bau tersebut adalah indikator kuat adanya koloni bakteri dan jamur yang berkembang biak di serat kain.

Menggunakan serbet yang bau sama saja dengan menyebarkan kuman ke piring meja makan dan tangan Anda. Alih alih bersih dapur justru menjadi zona bahaya kontaminasi silang. Artikel ini akan membedah tuntas 7 metode rumahan yang terbukti ampuh untuk membasmi bau membandel pada serbet dapur. Simak tips lengkapnya agar dapur Anda kembali higienis dan wangi.

Kekuatan Ajaib Cuka Putih

Bahan pertama yang bisa Anda andalkan adalah cuka putih. Cairan asam ini adalah musuh alami bagi bakteri penyebab bau dan residu deterjen yang menumpuk. Sering kali bau apek muncul karena sisa sabun cuci yang tidak terbilas sempurna dan terperangkap di dalam serat kain.

Cara penggunaannya sangat mudah. Rendam serbet kotor ke dalam campuran air hangat dan satu cangkir cuka putih selama kurang lebih 15 hingga 30 menit sebelum dicuci seperti biasa. Asam asetat dalam cuka akan memecah lapisan mineral dan kotoran lemak yang membandel. Selain menghilangkan bau cuka juga berfungsi sebagai pelembut kain alami sehingga serbet menjadi lebih halus tanpa perlu bahan kimia tambahan.

Manfaat Baking Soda atau Soda Kue

Jika cuka bekerja dengan sifat asamnya maka baking soda bekerja dengan sifat basanya. Natrium bikarbonat atau soda kue dikenal sebagai penyerap bau atau odor neutralizer yang sangat efektif. Bahan ini mampu menetralkan pH kain dan membunuh jamur yang menyebabkan bau apek.

Anda bisa menambahkan setengah cangkir baking soda ke dalam siklus pembilasan mesin cuci Anda. Atau jika noda dan baunya sangat parah buatlah pasta dari baking soda dan air lalu oleskan pada serbet sebelum dicuci. Selain mengusir bau baking soda juga memiliki efek memutihkan yang akan membuat serbet kusam terlihat lebih cerah kembali.

Rebus dengan Air Mendidih

Terkadang cara tradisional adalah cara terbaik. Merebus kain lap adalah metode sterilisasi kuno yang sangat ampuh untuk membunuh bakteri patogen yang tahan terhadap suhu air mesin cuci biasa.

Siapkan panci besar berisi air dan didihkan di atas kompor. Masukkan serbet dapur yang bau ke dalamnya dan biarkan mendidih selama 5 hingga 10 menit. Suhu panas yang ekstrem akan mematikan kuman seketika dan meluruhkan lemak masakan yang menempel.

Namun perlu diperhatikan jenis kain serbet Anda. Metode ini sangat cocok untuk kain katun tebal namun kurang disarankan untuk kain sintetis atau microfiber karena bisa merusak seratnya. Pastikan Anda mengecek label perawatan kain terlebih dahulu.

Gunakan Sabun Cuci Piring Cair

Deterjen pakaian biasa dirancang untuk mengangkat keringat dan debu namun sering kali kurang efektif untuk mengangkat lemak masakan atau minyak goreng. Padahal serbet dapur sering kali digunakan untuk mengelap tumpahan minyak atau kuah santan.

Lemak yang tertinggal inilah yang kemudian membusuk dan menyebabkan bau tengik. Solusinya adalah dengan merendam serbet menggunakan air hangat yang dicampur dengan sedikit sabun cuci piring cair. Sabun cuci piring diformulasikan khusus sebagai degreaser atau penghancur lemak.

Lakukan proses ini sebagai langkah pra cuci atau pre wash. Setelah direndam dan dikucek sedikit baru masukkan serbet ke dalam mesin cuci untuk hasil yang maksimal.

Jemur di Bawah Sinar Matahari Langsung

Sinar matahari adalah disinfektan alami yang gratis dan melimpah di negara tropis seperti Indonesia. Sinar ultraviolet UV memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri dan jamur serta memutihkan kain secara alami.

Hindari mengeringkan serbet di dalam ruangan yang lembap atau hanya diangin anginkan saja. Kelembapan yang terperangkap lama adalah surga bagi jamur. Usahakan untuk menjemur serbet di tempat yang terkena terik matahari langsung hingga benar benar kering kerontang. Aroma segar khas jemuran matahari tidak akan bisa ditandingi oleh pewangi buatan manapun.

Pisahkan Pencucian Serbet Dapur

Kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah mencampur cucian serbet dapur dengan pakaian sehari hari atau pakaian dalam. Bakteri Salmonella atau E. coli dari sisa makanan mentah di serbet bisa berpindah ke pakaian keluarga Anda.

Selalu pisahkan keranjang cucian kotor khusus untuk kain lap dapur. Cucilah secara terpisah dengan siklus air panas jika memungkinkan. Ini adalah langkah preventif sederhana untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga dari risiko penyakit pencernaan.

Rutin Ganti dan Segera Cuci

Tips terakhir dan yang paling penting adalah disiplin. Jangan menunggu serbet sampai terlihat dekil dan berbau busuk baru dicuci. Idealnya serbet dapur harus diganti setiap hari terutama jika Anda sering memasak.

Serbet yang basah dan kotor jika didiamkan semalaman di wastafel akan menjadi inkubator bakteri yang sangat cepat. Biasakan untuk langsung mencuci atau setidaknya merendam serbet kotor setelah selesai digunakan memasak di malam hari.

Dengan menerapkan ketujuh langkah sederhana ini masalah serbet bau apek tidak akan lagi menghantui dapur Anda. Dapur yang bersih dimulai dari kain lap yang higienis. Selamat mencoba dan rasakan perbedaannya.

Logo Radio
🔴 Radio Live