Ceritra
Ceritra Warga

Cara Mengatasi Pusing dan Leher Kaku Akibat Text Neck Syndrome

Nisrina - Tuesday, 03 March 2026 | 06:15 PM

Background
Cara Mengatasi Pusing dan Leher Kaku Akibat Text Neck Syndrome
Ilustrasi (spine-health.com/)

Pernah nggak sih kamu merasa leher bagian belakang rasanya kaku banget, kayak lagi manggul beras lima kilo padahal cuma lagi asyik scrolling TikTok? Atau mungkin kamu sering ngerasa pusing yang nggak jelas asalnya dari mana, padahal sudah makan enak dan tidur cukup? Kalau jawabannya iya, coba deh cek posisi tubuh kamu sekarang. Jangan-jangan, kamu lagi jadi korban dari fenomena yang namanya text neck syndrome.

Istilah ini mungkin terdengar agak keren, kayak judul lagu indie atau nama band baru. Tapi percayalah, aslinya sama sekali nggak ada keren-kerennya. Text neck adalah kondisi di mana leher kita mengalami ketegangan berlebih gara-gara terlalu sering menunduk melihat layar ponsel, tablet, atau gawai lainnya. Masalahnya, di zaman sekarang, siapa sih yang nggak 'kecanduan' layar? Dari bangun tidur sampai mau merem lagi, tangan kita kayak sudah dilas sama HP.

Beban Kepala yang Nggak Main-Main

Secara anatomi, kepala manusia dewasa itu beratnya sekitar 4 sampai 5 kilogram. Bayangkan kamu membawa bola boling di atas leher. Selama posisi kepala kamu tegak lurus sejajar dengan bahu, beban itu masih normal dan bisa ditopang dengan santai oleh tulang belakang. Tapi, ceritanya jadi beda kalau kamu mulai menunduk.

Menurut penelitian, setiap kali kita menundukkan kepala sekitar 15 derajat, beban yang dirasakan leher meningkat jadi 12 kilogram. Kalau makin dalam menunduknya—katakanlah sampai 60 derajat demi melihat gosip artis terbaru di Twitter—beban yang ditanggung leher kamu melonjak drastis sampai 27 kilogram! Itu setara dengan menggendong anak umur 8 tahun di atas tengkuk kamu selama berjam-jam. Nggak heran kan kalau habis main HP lama, rasanya leher kayak mau copot?

Gini lho, tubuh kita itu sebenarnya didesain untuk bergerak dinamis, bukan buat mematung dalam posisi menunduk seharian. Ketika kita memaksa otot leher, tendon, dan ligamen untuk menahan beban seberat itu terus-menerus, mereka bakal 'protes'. Otot jadi tegang, meradang, dan lama-lama struktur tulang belakang kita bisa berubah. Yang tadinya melengkung alami, perlahan-lahan bisa jadi lurus atau malah membungkuk permanen. Seram, kan?

Bukan Cuma Pegal Biasa

Banyak orang yang menganggap remeh gejala text neck ini. Ah, paling cuma 'salah bantal', pikir mereka. Padahal, efeknya bisa menjalar kemana-mana. Selain rasa kaku di leher, sindrom ini sering banget bikin bahu terasa kencang kayak ditarik senar gitar. Nggak jarang juga muncul rasa kesemutan sampai ke ujung jari karena ada saraf yang terjepit di area leher.

Pernah ngerasa sakit kepala di bagian belakang atau dahi? Itu bisa jadi tension headache yang dipicu oleh otot leher yang sudah terlalu capek. Bahkan, dalam jangka panjang, posisi menunduk yang kronis bisa bikin kapasitas paru-paru berkurang. Karena saat kita membungkuk, ruang di dada jadi menyempit, napas jadi lebih pendek, dan asupan oksigen ke seluruh tubuh jadi nggak maksimal. Pantas saja kalau kita jadi gampang ngerasa loyo dan nggak fokus.

Belum lagi urusan estetika. Di media sosial sekarang lagi ramai istilah 'tech neck lines' atau garis-garis keriput di leher yang muncul lebih dini gara-gara kulit leher sering tertekuk. Jadi, buat kamu yang sudah habis jutaan buat skincare wajah tapi tetap menunduk 10 jam sehari, siap-siap saja lehernya kelihatan lebih tua dari usia aslinya.

Kenapa Kita Susah Berhenti?

Jujur saja, kita ini adalah generasi yang terjebak dalam desain aplikasi yang memang dirancang buat bikin kita nggak bisa lepas dari layar. FOMO (Fear of Missing Out) bikin kita merasa harus cek HP setiap lima menit sekali. Lagi di kereta, menunduk. Lagi nunggu makanan di kafe, menunduk. Bahkan lagi di toilet pun, kita tetap menunduk demi membalas pesan WhatsApp atau sekadar melihat meme lucu.

Budaya 'menunduk' ini sudah jadi pemandangan biasa. Coba deh sesekali kamu tengok sekitar saat lagi di tempat umum. Hampir semua orang melakukan hal yang sama: kepala menunduk, punggung melengkung, dan jempol yang sibuk menari. Kita jadi jarang berinteraksi dengan dunia luar secara langsung karena dunia kita sudah pindah ke kotak kecil berukuran 6 inci di genggaman tangan.

Cara Melawan Si 'Leher Teks'

Terus, apa kita harus buang HP dan balik ke zaman batu? Ya nggak gitu juga konsepnya. Kita tetap bisa hidup berdampingan dengan teknologi tanpa harus mengorbankan kesehatan tulang belakang. Caranya sebenarnya simpel, tapi butuh disiplin yang lumayan kuat.

  • Angkat HP-mu, Jangan Turunkan Kepalamu: Ini aturan paling dasar. Sebisa mungkin, posisikan HP sejajar dengan mata. Memang sih, tangan bakal terasa sedikit pegal di awal, tapi itu jauh lebih baik daripada ngerusak leher.
  • Istirahat Berkala (Rule 20-20-20): Setiap 20 menit sekali, coba alihkan pandangan dari layar. Lihatlah benda yang jaraknya sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Sambil itu, putar-putar bahu dan gerakkan leher ke kiri dan kanan biar otot nggak kaku.
  • Latihan Chin Tuck: Coba deh posisi duduk tegak, lalu tarik dagu kamu ke arah dalam (seolah mau bikin double chin) tanpa menunduk. Tahan 5 detik. Ini membantu menguatkan otot leher bagian dalam.
  • Perhatikan Postur Saat Duduk: Kalau lagi kerja di depan laptop, pastikan kursi dan meja kamu mendukung posisi tulang belakang yang tegak. Jangan slouching atau merosot di kursi.

Pada akhirnya, teknologi itu alat untuk mempermudah hidup, bukan alat untuk bikin kita sakit. Memang rasanya sulit buat nggak menunduk di dunia yang serba digital ini. Tapi ingat, investasi terbaik itu bukan cuma di saham atau kripto, melainkan di badan kita sendiri. Jangan sampai nanti di masa tua, kita menyesal gara-gara punggung yang sudah terlanjur bongkok hanya demi mengejar konten yang sebenarnya besok juga sudah basi.

Yuk, mulai sekarang kurangi sedikit durasi menunduknya. Tegakkan kepala, busungkan dada, dan lihatlah dunia di depanmu—bukan cuma dunia di balik layar ponselmu. Leher kamu bakal berterima kasih banget nanti!

Logo Radio
🔴 Radio Live