Ceritra
Ceritra Warga

Bye Bau Prengus! Trik Masak Daging Kambing Agar Lebih Lezat

Refa - Thursday, 19 February 2026 | 12:00 PM

Background
Bye Bau Prengus! Trik Masak Daging Kambing Agar Lebih Lezat
Daging kambing (Freepik/4045)

Rahasia Daging Kambing Anti-Prengus: Cukup Pakai Daun Pepaya dan Kedelai, Auto Ludes!

Mari kita jujur-jujuran saja. Daging kambing itu ibarat mantan yang toksik tapi bikin kangen. Di satu sisi, teksturnya yang khas dan rasa gurihnya yang nendang selalu sukses bikin nafsu makan naik berkali-kali lipat. Tapi di sisi lain, ada satu masalah besar yang sering bikin kita mundur teratur sebelum sempat mencicipi: bau prengus.

Bau prengus ini benar-benar penguji kesabaran. Salah sedikit saja dalam mengolah, bukannya dapat pujian masakan enak, yang ada malah seluruh dapur bau kandang, dan lidah pun mendadak mogok makan. Masalahnya, banyak orang mengira cara menghilangkan bau ini cukup dengan mencuci daging berkali-kali. Padahal, mencuci daging kambing mentah dengan air mengalir justru seringkali jadi kesalahan fatal yang bikin bau prengusnya makin "meledak" dan teksturnya jadi keras alias alot.

Lalu, apa solusinya? Apakah kita harus pasrah menerima takdir makan daging beraroma tajam itu? Tentu tidak, kawan. Orang-orang tua kita dulu sebenarnya sudah punya rahasia mumpuni yang diwariskan turun-temurun, tapi sering terlupakan oleh generasi mie instan seperti kita. Senjatanya sederhana, murah, dan mungkin sudah ada di dapur atau pekarangan rumah kalian: daun pepaya dan biji kedelai.

Daun Pepaya: Bukan Sekadar Penawar Alot

Selama ini kita mungkin mengenal daun pepaya sebagai "obat" untuk melunakkan daging yang keras. Itu betul banget. Daun pepaya mengandung enzim papain yang fungsinya memecah serat protein dalam daging. Tapi, tahukah kalian kalau daun hijau yang rasanya pahit ini juga punya kemampuan ajaib untuk menekan aroma prengus?

Cara pakainya pun nggak ribet-ribet amat. Kalian nggak perlu bikin ritual khusus. Cukup ambil beberapa lembar daun pepaya yang masih segar, lalu remas-remas sedikit sampai getahnya keluar. Ingat ya, remas secukupnya saja, jangan sampai hancur lebur seperti perasaan habis diputusin. Setelah itu, bungkus daging kambing yang sudah dipotong-potong dengan daun tersebut.

Diamkan selama kurang lebih 20 sampai 30 menit. Jangan terlalu lama juga, karena kalau kelamaan, bukannya empuk malah dagingnya bisa hancur atau jadi terlalu lembek. Selama proses pembungkusan ini, enzim dan aroma dari daun pepaya akan bekerja menetralisir bau khas kambing yang menusuk hidung itu. Setelah didiamkan, kalian tinggal membersihkan daging dari sisa-sisa daunnya. Dan sekali lagi, tolong jangan dicuci pakai air kalau nggak mau aromanya balik lagi.

Biji Kedelai: Si Kecil Penghisap Bau

Nah, kalau trik daun pepaya mungkin sudah sering dengar, trik yang satu ini agak unik dan jarang diketahui kaum milenial atau gen Z yang jarang masuk dapur. Ternyata, biji kedelai adalah penetralisir bau alami yang sangat efektif untuk daging kambing.

Logikanya mirip seperti kita menaruh kopi di dalam mobil untuk menghilangkan bau tidak sedap. Biji kedelai punya kemampuan untuk menyerap aroma yang kuat saat dimasak bersama daging. Caranya? Saat kalian merebus daging kambing (proses blanching atau perebusan awal), masukkan segenggam biji kedelai ke dalam panci. Biarkan mereka ikut berenang bersama potongan daging.

Nantinya, biji kedelai ini akan bertindak sebagai vacuum cleaner untuk aroma prengus tersebut. Bau yang biasanya menguap memenuhi seisi rumah bakal terserap oleh kedelai. Setelah daging dirasa cukup empuk dan baunya berkurang, kalian tinggal menyaring dan membuang biji kedelainya. Tenang, rasa dagingnya nggak akan berubah jadi rasa tempe kok, tetap otentik rasa kambing, cuma versi yang lebih ramah di hidung.

Kenapa Nggak Dicuci Saja Sih?

Mungkin ada yang masih ngeyel, "Lho, bukannya kalau bersih dicuci air malah lebih steril?" Begini kawan-kawan sekalian. Daging kambing itu punya kadar lemak dan cairan yang berbeda dengan ayam atau sapi. Saat terkena air dingin dari keran, pori-pori daging akan menutup dan mengunci aroma prengus di dalamnya. Malahan, air yang tercampur dengan darah dan lemak kambing tadi bisa menyebar ke mana-mana, bikin area cuci piring jadi ikut amis.

Saran saya, lebih baik daging langsung diolah. Kalau memang merasa kurang bersih, teknik perebusan pertama (buang air rebusan pertamanya) itu jauh lebih efektif daripada dicuci mentah-mentah di wastafel. Di titik inilah kalian bisa mengombinasikan penggunaan biji kedelai tadi.

Opini Pribadi: Masak Itu Soal Rasa, Bukan Cuma Gengsi

Jujurly, menurut opini saya, teknik-teknik tradisional seperti ini jauh lebih bermartabat daripada kita pakai bahan kimia atau pengempuk daging instan yang dijual di pasaran. Ada kepuasan tersendiri saat kita bisa menyajikan sate atau gulai kambing yang baunya harum rempah tanpa ada gangguan bau "mbek" sedikitpun. Lagipula, pakai daun pepaya dan kedelai itu jauh lebih ramah di kantong, kan?

Mengolah daging kambing memang butuh kesabaran ekstra. Kita nggak bisa buru-buru. Tapi ya itulah seni memasak. Sama seperti hubungan, kalau mau hasil yang manis dan nggak bau, kita harus tahu cara "menjinakkannya" dengan tepat.

Kesimpulan Singkat untuk Kamu yang Sibuk

Buat kalian yang mungkin baca artikel ini sambil nungguin tukang daging lewat, ini ringkasan jurusnya:

  • Gunakan daun pepaya yang sudah diremas untuk membungkus daging mentah selama 30 menit biar empuk dan baunya berkurang.
  • Masukkan segenggam biji kedelai saat merebus daging untuk menyerap sisa-sisa aroma prengus yang membandel.
  • Haramkan mencuci daging kambing dengan air mentah kalau nggak mau aromanya makin menjadi-jadi.
  • Gunakan rempah-rempah yang kuat seperti jahe, kayu manis, dan cengkeh saat mulai memasak bumbu utamanya.

Jadi, nggak ada alasan lagi buat takut masak kambing di rumah. Dengan trik sederhana ini, kalian bisa jadi pahlawan di meja makan pas acara keluarga atau Idul Adha nanti. Selamat mencoba, dan jangan lupa siapkan nasi hangat yang banyak ya, karena kalau baunya sudah hilang, biasanya makannya jadi nggak terkontrol!

Logo Radio
🔴 Radio Live