Ceritra
Ceritra Cinta

Ajak Pasangan Bicara Uang: 5 Pertanyaan Penting Sebelum Memutuskan Menuju Jenjang Serius

Nisrina - Friday, 12 December 2025 | 12:56 PM

Background
Ajak Pasangan Bicara Uang: 5 Pertanyaan Penting Sebelum Memutuskan Menuju Jenjang Serius
Dilema keuangan dengan pasangan (Pinterest/)

Dalam mempersiapkan diri menuju jenjang pernikahan, pasangan cenderung fokus pada aspek emosional, sosial, dan perencanaan pesta. Namun, seringkali topik yang paling krusial, yaitu keuangan, justru dihindari karena dianggap sensitif atau tidak romantis. Padahal, studi menunjukkan bahwa konflik terkait uang adalah salah satu penyebab utama perceraian. Mengajak pasangan berbicara secara terbuka dan jujur tentang keuangan sebelum menikah bukanlah tindakan tidak romantis, melainkan investasi fundamental untuk membangun fondasi pernikahan yang kokoh dan tahan banting.

Transparansi finansial sejak dini memungkinkan kedua pihak untuk memahami filosofi uang masing-masing, menghindari kejutan yang merusak kepercayaan, dan menyusun visi masa depan yang sejalan. Inilah lima pertanyaan penting yang wajib Anda diskusikan secara mendalam sebelum melangkah ke pelaminan:

1. Bagaimana Filosofi Utama Kita Mengenai Pengeluaran dan Menabung?

Pertanyaan ini mengupas kecenderungan alami pasangan dalam mengelola uang. Ada yang menganut filosofi pengeluaran (spender) yang senang menikmati uang untuk pengalaman dan kenyamanan saat ini, dan ada yang menganut filosofi menabung (saver) yang fokus pada keamanan dan akumulasi aset di masa depan. Jika perbedaan filosofi ini terlalu ekstrem dan tidak dikompromikan, konflik sehari-hari akan rentan terjadi. Diskusi harus berfokus pada bagaimana kedua filosofi ini dapat diselaraskan, misalnya dengan menetapkan persentase dana untuk menabung, investasi, dan pengeluaran bebas.

2. Berapa Total Utang Pribadi yang Dimiliki, dan Bagaimana Rencana Pelunasannya?

Membawa utang pribadi yang signifikan ke dalam pernikahan adalah beban yang harus disepakati bersama. Utang, baik itu kredit kendaraan, pinjaman pendidikan, atau terutama utang konsumtif (kartu kredit), dapat memengaruhi kemampuan pasangan untuk mencapai tujuan bersama seperti membeli rumah atau memulai keluarga. Penting untuk mengetahui nominal pasti, jenis utang, dan menetapkan rencana konkret tentang siapa yang bertanggung jawab melunasi utang tersebut dan berapa target waktu yang dibutuhkan. Kerahasiaan utang adalah pelanggaran kepercayaan yang sangat sulit dipulihkan setelah pernikahan.

3. Apakah Kita Akan Menggabungkan Semua Penghasilan, atau Memisahkan Sebagian?

Keputusan mengenai struktur rekening bank adalah praktis, tetapi sangat emosional. Ada pasangan yang memilih menggabungkan semua penghasilan (joint account) untuk memudahkan manajemen rumah tangga, sementara yang lain memilih model 50-50 atau model three buckets (rekening bersama untuk biaya rumah tangga, dan rekening pribadi untuk pengeluaran masing-masing). Diskusi ini harus didasarkan pada tingkat kenyamanan dan kepercayaan. Struktur rekening yang dipilih harus mencerminkan komitmen untuk berbagi tanggung jawab, sekaligus menghormati independensi finansial masing-masing pihak.

4. Apa Tujuan Keuangan Jangka Panjang Kita dalam Lima Tahun Mendatang?

Kompatibilitas finansial tidak hanya diukur dari status utang saat ini, tetapi dari kesamaan visi masa depan. Pasangan perlu mendiskusikan tujuan besar, seperti apakah akan menabung untuk uang muka rumah, merencanakan pendidikan anak, atau merencanakan investasi pensiun. Tujuan ini harus spesifik dan terukur. Ketika tujuan jangka panjang disepakati bersama, setiap keputusan pengeluaran kecil sehari-hari akan terasa lebih mudah karena didasari oleh kesamaan cita-cita yang diperjuangkan bersama.

5. Siapa yang Akan Bertanggung Jawab Mengelola Anggaran dan Membayar Tagihan?

Meskipun idealnya semua keputusan uang diambil bersama, di level operasional, perlu ada pembagian tugas. Menentukan siapa yang akan menjadi "manajer keuangan" (yaitu, yang bertanggung jawab melacak anggaran, membayar tagihan tepat waktu, dan memantau investasi) dapat mencegah kebingungan dan konflik. Penetapan peran ini tidak berarti pihak yang lain pasif, melainkan memastikan ada akuntabilitas dan satu orang yang bertanggung jawab menjaga agar kapal finansial tetap berjalan sesuai jalur yang disepakati.


Dengan menyelesaikan kelima pertanyaan ini sebelum pernikahan, Anda tidak hanya menghindari kejutan tak menyenangkan, tetapi juga membangun kemitraan finansial yang didasarkan pada rasa saling percaya, hormat, dan komitmen bersama menuju masa depan yang stabil.

Logo Radio
🔴 Radio Live