Ceritra
Ceritra Cinta

5 Love Languages Tak Lagi Soal Fisik, Ini Adaptasinya di Dunia Digital

Refa - Sunday, 11 January 2026 | 08:00 PM

Background
5 Love Languages Tak Lagi Soal Fisik, Ini Adaptasinya di Dunia Digital
Ilustrasi hubungan jarak jauh (Pinterest/upjourney)

Konsep "5 Bahasa Cinta" (The 5 Love Languages) yang dipopulerkan oleh Dr. Gary Chapman pada tahun 1992 masih menjadi acuan utama dalam memahami psikologi hubungan. Namun, di era teknologi saat ini, cara mengekspresikan bahasa cinta tersebut mengalami pergeseran bentuk.

Bagi pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship) atau pasangan sibuk yang lebih sering berkomunikasi lewat layar ponsel, bentuk perhatian fisik tidak selalu memungkinkan. Oleh karena itu, adaptasi bahasa cinta ke dalam format digital menjadi sangat penting untuk menjaga keharmonisan.

Berikut adalah transformasi kelima bahasa cinta tersebut dalam versi online atau digital.

1. Words of Affirmation

Bagi pemilik bahasa cinta ini, komunikasi verbal adalah kunci. Dalam konteks digital, hal ini tidak terbatas pada ucapan "aku sayang kamu" saja.

Bentuk konkretnya meliputi:

  • Mengirimkan pesan teks panjang di pagi hari yang berisi semangat atau apresiasi.
  • Memberikan komentar positif dan memuji pada unggahan pasangan di media sosial (Instagram Story atau Feed).
  • Mengirimkan pesan suara (voice note) agar pasangan dapat mendengar intonasi suara yang menenangkan.
  • Membuat daftar putar lagu (playlist) di Spotify yang liriknya mewakili perasaan kepada pasangan.

2. Quality Time

Waktu berkualitas dalam ranah digital berarti memberikan perhatian penuh pada layar tanpa gangguan notifikasi lain (undivided attention).

Bentuk konkretnya meliputi:

  • Melakukan panggilan video (video call) rutin tanpa sambil mengerjakan hal lain (seperti bermain gim atau bekerja).
  • Menonton film secara bersamaan melalui aplikasi streaming atau fitur Teleparty.
  • Bermain gim daring (online games) bersama dalam satu tim.
  • Melakukan deep talk (percakapan mendalam) melalui telepon sebelum tidur (sleep call).

3. Receiving Gifts

Jarak fisik bukan lagi halangan untuk memberikan hadiah. Teknologi keuangan dan logistik mempermudah bahasa cinta ini.

Bentuk konkretnya meliputi:

  • Memesankan makanan atau minuman favorit pasangan melalui aplikasi ojek daring (food delivery) saat mereka sedang lelah bekerja.
  • Mengirimkan saldo dompet digital (E-Wallet) atau voucer belanja game.
  • Membelikan paket langganan layanan streaming (Netflix/Spotify) atau perangkat lunak yang mendukung pekerjaan pasangan.
  • Mengirimkan kado kejutan yang dibeli melalui marketplace langsung ke alamat pasangan.

4. Acts of Service

Melayani pasangan secara online mungkin terdengar sulit, namun intinya adalah mengurangi beban atau mempermudah urusan pasangan melalui bantuan teknologi.

Bentuk konkretnya meliputi:

  • Membantu pasangan melakukan riset data untuk tugas kuliah atau pekerjaan mereka.
  • Membantu memesankan tiket perjalanan atau transportasi daring untuk pasangan.
  • Menjadi pengingat jadwal (alarm berjalan) untuk agenda penting pasangan.
  • Membantu menyelesaikan masalah teknis pada gawai (gadget) pasangan, seperti membersihkan virus atau mengatur ulang sistem komputer dari jarak jauh.

5. Physical Touch

Ini adalah bahasa cinta yang paling sulit diterjemahkan ke dalam bentuk digital karena ketiadaan kontak fisik langsung. Namun, pasangan dapat menggunakan objek pengganti atau visualisasi.

Bentuk konkretnya meliputi:

  • Mengirimkan barang pribadi seperti jaket (hoodie) atau boneka yang dapat dipeluk sebagai representasi kehadiran fisik.
  • Menggunakan stiker, GIF, atau emoji peluk dan cium secara intens dalam percakapan teks untuk mewakili keinginan bersentuhan.
  • Melakukan panggilan video hanya untuk melihat wajah satu sama lain sebagai pengganti pertemuan tatap muka.
Logo Radio
🔴 Radio Live