World Angklung Day 2025 Gaungkan Diplomasi Budaya dari California hingga Chicago
Elsa - Wednesday, 19 November 2025 | 01:00 PM


Perayaan World Angklung Day 2025 digelar di berbagai kota di Amerika Serikat, termasuk California dan Chicago, sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia melalui musik tradisional angklung.
Menurut Atase Kebudayaan KJRI Los Angeles, ulah penyelenggaraan perayaan ini memperkuat citra angklung sebagai warisan budaya yang tidak hanya lokal tetapi juga global.
"Angklung telah menjadi simbol persatuan dan kreativitas, dan melalui perayaan ini, kita menunjukkan bahwa seni tradisional Indonesia bisa menjadi jembatan global," ujar Atase Kebudayaan KJRI Los Angeles.
Penyelenggaraan di AS melibatkan komunitas angklung lokal, musisi diaspora, sekolah, dan pemerhati budaya. Acara mencakup pertunjukan angklung, workshop, dan pameran edukatif tentang sejarah alat musik bambu tersebut.
KJRI dan komunitas angklung di AS berharap perayaan ini bisa memperluas jaringan kolaborasi lintas budaya serta menarik minat generasi muda Amerika untuk belajar angklung dan budaya Indonesia. Selain itu, diplomasi budaya melalui angklung diharapkan bisa meningkatkan pemahaman dan apresiasi internasional terhadap kesenian tradisional Indonesia.
Sebagai langkah lanjutan, kedutaan berharap adanya program pertukaran musisi angklung, residensi seni, dan kolaborasi antara sekolah musik di Indonesia dan Amerika Serikat untuk memperkuat diplomasi budaya melalui alat musik bambu ini.
Sumber Foto: Salah satu kolaborasi pertunjukan busana tradisional Indonesia di acara World Angklung Day pada 15 November 2025. (Indonesia Lighthouse).
Next News

Sejarah Lengkap Es Krim: Dari Ramuan Kaisar China hingga Legenda Es Puter Indonesia
in 3 hours

Penjara Emas di Balik Layar: Kenapa Jadi Terkenal Itu Nggak Selamanya Indah Seperti di Sosial Media
17 hours ago

Mengupas Rahasia di Balik Pentingnya Struktur Panitia dalam Acara
17 hours ago

Kenapa Setan Kita Beda? Sebuah Studi Sosiologi Hantu Indonesia
18 hours ago

Main character syndrome: semua orang pengen jadi pusat cerita
2 days ago

Digital fatigue: capek hidup yang semuanya harus online
2 days ago

Quiet quitting di kehidupan sosial: makin selektif atau makin menjauh?
2 days ago

Hustle culture burnout: capek ngejar sukses yang nggak ada garis finish-nya
2 days ago

Lazarus Effect: Ketika Kehidupan "Kembali" Setelah Kematian Klinis
19 hours ago

Breadcrumbing, tapi versi karier: dikasih harapan kerja tapi nggak jelas arahnya
3 days ago



