Ceritra
Ceritra Warga

Tak Banyak yang Tahu, Sahabat Nabi Banyak Dimakamkan di Sekitar Al-Aqsa

Refa - Monday, 02 February 2026 | 08:30 PM

Background
Tak Banyak yang Tahu, Sahabat Nabi Banyak Dimakamkan di Sekitar Al-Aqsa
Masjidil Aqsa (pexels.com/Yasir Gürbüz)

Baitul Maqdis bukan sekadar tanah yang diberkahi secara alamiah, tetapi juga tanah yang telah menyatu dengan jasad-jasad mulia para pejuang Islam terdahulu. Sejak pembebasannya di zaman Khalifah Umar bin Khattab, banyak sahabat Nabi SAW yang memutuskan untuk tinggal dan menghabiskan sisa hidup mereka di Yerusalem demi menjaga kesucian kiblat pertama umat Islam.

Keberadaan makam-makam sahabat di sekitar kompleks Masjidil Aqsa menjadi bukti nyata betapa besarnya cinta mereka terhadap tanah ini. Mengenal kisah mereka di tahun 2026 ini akan membawa kita pada pemahaman mendalam tentang konsep ribath atau menjaga garis pertahanan Islam. Berikut adalah beberapa sahabat Nabi SAW yang dimakamkan di sekitar Baitul Maqdis.

1. Ubadah bin Ash-Shamit RA: Hakim Pertama Al-Quds

Ubadah bin Ash-Shamit adalah salah satu sahabat dari kaum Anshar yang ikut serta dalam Baiat Aqabah dan seluruh peperangan besar bersama Rasulullah SAW. Beliau dikenal sebagai ahli Al-Qur'an dan sosok yang sangat tegas dalam memegang kebenaran.

  • Peran di Baitul Maqdis: Saat Palestina dibebaskan, Khalifah Umar bin Khattab mengutusnya untuk menjadi hakim (qadhi) dan guru agama pertama di Baitul Maqdis. Beliau mengajarkan Al-Qur'an dan syariat Islam kepada penduduk setempat.
  • Lokasi Makam: Beliau wafat dalam usia 72 tahun dan dimakamkan di Pemakaman Bab ur-Rahmah, yang terletak tepat di luar dinding timur kompleks Masjidil Aqsa. Hingga hari ini, makamnya menjadi pengingat akan awal mula tegaknya keadilan Islam di tanah Palestina.

2. Syaddad bin Aus RA: Sang Penjaga Hadis

Syaddad bin Aus adalah sahabat yang dikenal memiliki kedalaman ilmu dan sifat wara' (sangat berhati-hati). Beliau merupakan keponakan dari penyair Rasulullah, Hassan bin Tsabit. Rasulullah SAW pernah secara khusus mendoakan keteguhan iman bagi Syaddad.

  • Kecintaan pada Al-Aqsa: Syaddad bin Aus memutuskan menetap di Baitul Maqdis setelah wilayah tersebut masuk ke dalam pangkuan Islam. Beliau menghabiskan waktunya untuk meriwayatkan hadis dan membimbing umat di selasar Masjidil Aqsa.
  • Lokasi Makam: Sama seperti Ubadah bin Ash-Shamit, Syaddad bin Aus juga dimakamkan di Pemakaman Bab ur-Rahmah. Dua sahabat besar ini seolah menjadi penjaga abadi pintu gerbang rahmat di sisi timur Masjidil Aqsa.

3. Salman al-Farisi RA (Makam Peringatan)

Meskipun Salman al-Farisi dikenal sebagai Gubernur di Mada'in (Irak) dan dimakamkan di sana, terdapat sebuah tempat di Bukit Zaitun (Mount of Olives), Yerusalem, yang diyakini sebagai tempat peristirahatan atau tempat beliau sering berkhalwat (menyendiri untuk beribadah).

Peziarah sering mengunjungi tempat ini sebagai bentuk penghormatan kepada sang pencari kebenaran yang juga sangat mencintai kemuliaan Baitul Maqdis.

Makna Pemakaman di Sekitar Al-Aqsa

Bagi para sahabat, dimakamkan di sekitar Baitul Maqdis bukanlah sekadar pilihan geografis. Hal ini didasari oleh harapan akan keberkahan tanah yang disebut Allah dalam Al-Qur'an sebagai Al-Ardhul Muqaddasah (Tanah yang Disucikan).

Selain para sahabat, pemakaman di sekitar dinding Al-Aqsa juga dipenuhi oleh para ulama, syuhada, dan wali Allah selama berabad-abad. Mereka ingin berada sedekat mungkin dengan tempat di mana para nabi pernah bersujud dan di mana kelak manusia akan dikumpulkan di hari kiamat.

Penutup: Meneladani Semangat Penjaga Al-Aqsa

Mengenal kisah para sahabat yang beristirahat di sekitar Baitul Maqdis menumbuhkan rasa kepemilikan kita terhadap Masjidil Aqsa. Mereka tidak hanya membebaskannya secara fisik, tetapi juga membangun peradaban ilmu dan akhlak di sana. Di tahun 2026 ini, semoga kita bisa meneladani semangat mereka dalam mencintai dan menjaga kehormatan tempat-tempat suci Islam.

Logo Radio
🔴 Radio Live