Ceritra
Ceritra Warga

Solusi Cepat Usir Bau Masakan yang Awet di Dalam Ruangan

Refa - Friday, 20 February 2026 | 06:30 PM

Background
Solusi Cepat Usir Bau Masakan yang Awet di Dalam Ruangan
Ilustrasi masakan (pexels.com/studio sol)

Bau Sambal Terasi vs. Wangi Ruangan: Tips Menjinakkan "Aroma Perjuangan" di Dapur Setelah Masak Buka Puasa

Ramadan itu berkah, tapi jujur saja, ada satu "perjuangan" yang jarang dibahas di balik lezatnya hidangan berbuka: bau masakan yang nggak mau pulang. Bayangkan, kamu baru saja sukses mengeksekusi sambal terasi yang nendang atau ikan asin goreng yang kriuknya sampai ke tetangga sebelah. Rasanya? Juara. Tapi efek sampingnya? Seluruh rumah, mulai dari gorden ruang tamu sampai bantal di kamar tidur, mendadak punya aroma yang sama dengan dapur. Bau bumbu yang menyengat ini seringkali awet banget, seolah-olah pengen ikutan tadarus bareng kita sampai subuh.

Buat kamu yang tinggal di rumah minimalis atau apartemen tipe studio yang sirkulasi udaranya agak "menantang," masalah ini bisa jadi PR banget. Niatnya pengen istirahat tenang setelah kenyang makan besar, eh malah pusing karena bau bawang putih yang masih gentayangan. Tenang, nggak perlu sampai manggil tukang servis AC atau ganti gorden tiap hari. Ada beberapa cara cerdas, murah, dan tentunya masuk akal buat mengusir aroma membandel itu tanpa harus kehilangan vibe Ramadan yang tenang.

1. Strategi "Pintu Terbuka" yang Sering Terlupakan

Kedengarannya sepele, tapi banyak dari kita yang baru buka jendela setelah masakannya matang. Padahal, kuncinya adalah preventif. Sebelum kompor dinyalakan, pastikan semua akses udara terbuka lebar. Kalau kamu punya exhaust fan, nyalakan sejak proses tumis-menumis bumbu dimulai. Masalahnya, uap minyak dan aroma rempah itu sifatnya "lengket". Kalau udara nggak bergerak, dia bakal nempel di permukaan kain atau tembok.

Coba deh pakai teknik cross ventilation. Buka dua jendela atau pintu yang letaknya berlawanan. Ini bakal menciptakan aliran udara yang nyapu bau dari dapur langsung ke luar rumah. Kalau cuma buka satu jendela, udara cuma muter-muter di dalam kayak pikiran kamu pas lagi nunggu adzan magrib.

2. Pakai Ampas Kopi

Siapa yang habis buka puasa langsung seduh kopi hitam? Jangan langsung buang ampasnya! Kopi punya sifat menyerap bau (adsorpsi) yang luar biasa. Ini bukan mitos, tapi sains sederhana yang sering dipakai di toko parfum. Caranya gampang: taruh ampas kopi yang sudah agak kering di piring kecil atau wadah terbuka, lalu letakkan di sudut-sudut dapur atau ruangan yang paling bau.

Kalau kamu nggak punya ampas kopi, pakai bubuk kopi baru juga boleh kalau lagi merasa sultan. Bau masakan yang tajam bakal netral dalam hitungan jam. Bonusnya, rumah kamu bakal wangi kafe estetik, bukan lagi wangi warung penyetan.

3. Merebus "Ramuan" Alami

Kalau bau masakan sudah terlanjur menjajah ruang tamu, saatnya kita lawan dengan aroma yang lebih kuat tapi menyenangkan. Ambil panci kecil, isi air, lalu masukkan bahan-bahan aromatik yang ada di dapur. Kayu manis, cengkeh, atau kulit jeruk adalah pilihan terbaik. Rebus dengan api kecil (simmer) selama 15-20 menit.

Uap dari rebusan ini bakal menyebar ke seluruh ruangan dan menetralkan bau nggak sedap. Ini adalah life hack yang jauh lebih sehat dan murah daripada semprotan pengharum ruangan kimia yang kadang baunya malah bikin bersin. Selain itu, uap hangatnya bikin suasana rumah jadi lebih cozy pasca-berbuka.

4. Cuka Putih

Mungkin kamu nggak suka bau cuka yang asem-asem gimana gitu, tapi percaya deh, cuka itu musuh bebuyutan bau amis dan lemak. Kalau kamu habis goreng ikan atau masak yang berbahan dasar santan kental, coba taruh satu mangkuk kecil berisi cuka putih di dekat kompor setelah selesai masak. Biarkan semalaman.

Cuka bakal bekerja secara ajaib menyerap partikel bau di udara. Jangan khawatir, bau cukanya sendiri bakal hilang dengan cepat kok seiring udara yang berganti. Ini trik yang sering dipakai koki profesional buat "reset" aroma dapur mereka.

5. Baking Soda Bukan Cuma Buat Bikin Kue

Baking soda atau natrium bikarbonat itu ibarat superhero multifungsi di dapur. Selain bikin donat jadi empuk, dia juga jago menyerap bau. Kalau karpet atau sofa kamu mulai tercium bau sambal goreng ati, taburkan sedikit baking soda di atas permukaannya. Diamkan sekitar 30 menit, lalu bersihkan pakai vacuum cleaner.

Baking soda bekerja dengan cara menetralkan pH zat-zat penyebab bau yang menempel di serat kain. Cara ini jauh lebih efektif daripada sekadar menyemprotkan parfum kain yang cuma menutupi bau tanpa menghilangkannya.

6. Arang Aktif untuk Jangka Panjang

Kalau kamu merasa dapur kamu punya bau "bawaan" yang susah hilang, mungkin kamu butuh bantuan arang aktif (charcoal). Taruh beberapa bongkah arang di dalam wadah terbuka dan letakkan di tempat yang nggak terlihat, misalnya di atas lemari dapur. Arang punya pori-pori mikroskopis yang sangat banyak buat menangkap gas dan bau tak sedap. Ini investasi murah meriah buat menjaga kualitas udara di rumah selama bulan puasa.

Penutup: Kebersihan adalah Kunci Utama

Semua tips di atas nggak bakal maksimal kalau kamu malas cuci peralatan masak setelah dipakai. Jangan biarkan wajan bekas goreng terasi nangkring di wastafel sampai waktu sahur tiba. Sisa-sisa minyak di kompor juga harus segera dilap. Seringkali, sumber bau menyengat itu bukan dari udara, tapi dari alat masak yang masih "berlumuran dosa" lemak dan bumbu.

Menjaga rumah tetap wangi setelah masak menu buka puasa memang butuh usaha ekstra, tapi rasanya sebanding banget. Rumah yang segar bakal bikin ibadah shalat tarawih di rumah jadi lebih khusyuk dan kumpul keluarga jadi lebih hangat. Jadi, besok mau masak apa? Mau bikin gulai kambing atau rendang pun, sekarang kamu sudah punya senjatanya buat bikin rumah tetap wangi fresh. Selamat mencoba!

Tags

Logo Radio
🔴 Radio Live