Ceritra
Ceritra Warga

Sering Lapar Setelah Kerja? Ternyata Ini Penyebab Aslinya

Refa - Monday, 30 March 2026 | 06:00 PM

Background
Sering Lapar Setelah Kerja? Ternyata Ini Penyebab Aslinya
Ilustrasi lapar (Shutterstock/Jacek Chabraszewski)

Balas Dendam Perut Setelah Seharian Dihajar Deadline: Kenapa Pulang Kantor Selalu Merasa Kelaparan?

Bayangkan skenario ini: Jam menunjukkan pukul lima sore lewat sedikit. Kamu baru saja menutup laptop dengan suara "klik" yang memuaskan, membereskan meja yang berantakan dengan kertas catatan, dan melangkah keluar dari gedung kantor. Di atas kertas, pekerjaanmu seharian cuma duduk manis di kursi ergonomis yang harganya jutaan itu, mengetik email, sesekali berdebat di Zoom, dan revisi spreadsheet sampai juling. Secara fisik, kamu nggak habis angkat beras di pasar atau lari maraton keliling Gelora Bung Karno. Tapi anehnya, begitu sampai di depan gerbang kantor atau stasiun KRL, perutmu rasanya seperti sedang menggelar demo masak besar-besaran. Lapar banget, sampai-sampai tukang gorengan di pinggir jalan terlihat seperti koki bintang lima.

Pernah kepikiran nggak, kenapa sih habis kerja kantoran yang "cuma duduk" itu rasanya jauh lebih lapar daripada habis olahraga ringan? Kenapa rasanya otak kita kayak lagi melakukan aksi balas dendam dan menuntut upeti berupa karbohidrat dalam jumlah besar begitu jam kerja usai? Ternyata, fenomena ini bukan cuma soal kamu yang doyan makan atau kurang disiplin soal diet. Ada penjelasan ilmiah—dan sedikit psikologis—di balik rasa lapar yang membabi buta ini.

Otak: Si Kecil yang Rakus Energi

Meskipun berat otak manusia rata-rata cuma sekitar 2 persen dari total berat badan kita, organ satu ini adalah "konsumen" energi paling boros di seluruh tubuh. Dalam kondisi santai saja, otak memakan sekitar 20 persen dari total glukosa (sumber energi utama tubuh) yang kita konsumsi. Nah, bayangkan apa yang terjadi ketika kamu dipaksa berpikir keras selama delapan jam untuk memecahkan masalah klien, menyusun strategi marketing, atau sekadar menahan sabar menghadapi kelakuan bos yang ajaib.

Saat otak bekerja ekstra keras, ia membakar glukosa dengan kecepatan tinggi. Otak nggak punya cadangan energi sendiri seperti otot yang punya simpanan glikogen. Jadi, begitu stok glukosa di aliran darah mulai menipis karena dipakai buat mikir, otak langsung mengirimkan sinyal darurat ke seluruh tubuh: "Woi, saya butuh bensin sekarang juga!" Sinyal inilah yang diterjemahkan perut kita sebagai rasa lapar yang luar biasa. Jadi, istilah "balas dendam" itu sebenarnya valid. Otakmu menuntut ganti rugi atas energi yang sudah kamu kuras habis-habisan buat mikirin kerjaan yang nggak selesai-selesai itu.

Lelah Mental yang Menipu Perut

Ada hal unik lainnya yang sering terjadi pada pekerja kantoran: kelelahan kognitif. Berbeda dengan lelah fisik yang bikin kita pengen rebahan, lelah mental sering kali memanipulasi hormon lapar kita. Penelitian menunjukkan bahwa ketika orang merasa stres secara mental, kadar hormon kortisol dalam tubuh akan meningkat. Kortisol ini punya sifat "jahat": dia merangsang nafsu makan kita, terutama untuk makanan yang tinggi gula dan lemak.

Inilah alasannya kenapa sepulang kantor kita jarang banget ngidam salad atau brokoli rebus. Yang terbayang di kepala justru Mie Ayam dengan porsi dobel, Nasi Padang pake tunjang, atau minimal martabak manis buat camilan di jalan. Tubuh kita mencari cara tercepat untuk mendapatkan lonjakan dopamin dan energi instan guna menyeimbangkan tekanan stres yang kita rasakan seharian. Kita merasa berhak mendapatkan "hadiah" setelah melewati hari yang berat. Istilah keren anak zaman sekarang sih, self-reward. Tapi kalau self-reward-nya setiap hari habis pulang kantor, ya itu namanya bukan hadiah, tapi gaya hidup yang bikin kantong dan perut makin lebar.

Dilema Komuter dan "Visual Hunger"

Coba perhatikan rute pulangmu. Dari stasiun, terminal, sampai ke gang depan rumah, mata kita selalu disuguhi pemandangan kuliner yang menggoda. Mulai dari aroma sate yang kena kipas, sampai neon box gerai ayam goreng yang warnanya merah-kuning menyala (psikologi warna yang memang didesain buat bikin lapar). Saat energi otak sudah di titik nadir dan pertahanan diri (willpower) kita sudah lemah karena capek, fenomena "visual hunger" ini jadi makin berbahaya.

Bekerja seharian menguras energi mental yang kita butuhkan untuk mengambil keputusan. Fenomena ini disebut decision fatigue. Karena sudah capek bikin keputusan penting di kantor, pas pulang kita jadi males mikir panjang soal kesehatan. "Ah, makan ini aja deh yang gampang," atau "Makan enak sekali-sekali nggak apa-apa lah, tadi kan udah pusing banget." Akhirnya, kita menyerah pada godaan pertama yang muncul di depan mata. Balas dendam otak ini makin menjadi-jadi karena lingkungan sekitar kita sangat mendukung untuk itu.

Gimana Cara Jinakin Si Otak yang Lagi Marah?

Lapar setelah kerja itu manusiawi, tapi kalau dibiarkan terus-menerus jadi kebiasaan "balas dendam" yang berlebihan, yang ada malah kita jadi gampang ngantuk, berat badan naik nggak terkontrol, dan malah makin lemes pas bangun besok paginya. Solusinya bukan dengan menahan lapar sampai gemeteran, tapi dengan cara "mencicil" asupan energi.

Salah satu tips yang sering berhasil adalah menyediakan camilan sehat di jam-jam kritis, sekitar jam 3 atau jam 4 sore. Kacang-kacangan, buah, atau yogurt bisa jadi penyelamat supaya pas jam pulang, kadar gula darahmu nggak anjlok-anjlok banget. Dengan begitu, pas lewat depan gerobak gorengan, otakmu masih punya sisa tenaga buat bilang, "Nggak dulu, nanti di rumah makan nasi aja."

Kesimpulannya, rasa lapar luar biasa setelah kerja itu adalah cara tubuh bilang kalau dia sudah berjuang keras buat kamu. Otakmu memang sedang menagih hutang energi. Tapi ingat, jangan sampai balas dendammu malah bikin tubuh makin tersiksa di kemudian hari. Kerja keras boleh, tapi tetap kasih makan otak dengan "bahan bakar" yang berkualitas, bukan cuma sekadar makanan yang bikin kenyang sesaat lalu nyesel kemudian. Yuk, mulai pelan-pelan dengerin apa yang sebenarnya dibutuhkan tubuh, bukan cuma nurutin nafsu sesaat pas lagi capek-capeknya!

Logo Radio
🔴 Radio Live