Ceritra
Ceritra Warga

Sering Dilakukan Penumpang, Charge Powerbank & Baterai Kamera di Bus Ternyata Memicu Hal-Hal yang Tidak Diinginkan

Shannon - Wednesday, 20 May 2026 | 06:00 PM

Background
Sering Dilakukan Penumpang, Charge Powerbank & Baterai Kamera di Bus Ternyata Memicu Hal-Hal yang Tidak Diinginkan
Colokan Port USB (JETE Indonesia/)

Jangan Sampai Perjalananmu Berakhir Jadi Berita: Bahaya Charge Powerbank di Bus

Pernah nggak sih kamu lagi asyik-asyiknya naik bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), menyandarkan kursi sembari melihat pemandangan sawah di pinggir jalan, lalu tiba-tiba merasa panik karena baterai HP sudah di angka lima persen? Rasanya seperti kiamat kecil, ya? Di saat itulah, mata kita bakal liar mencari lubang ajaib bernama colokan listrik atau port USB yang biasanya nangkring manis di atas bagasi kabin atau di samping kursi. Rasanya seperti menemukan oase di tengah padang pasir.

Tapi, tunggu dulu. Sebelum kamu mencolokkan kabel charger-mu, ada baiknya kita tarik napas dalam-dalam. Belakangan ini, berita tentang bus yang tiba-tiba terbakar di tengah jalan tol bukan lagi sekadar isapan jempol. Dan tebak apa salah satu tersangka utamanya? Ya, aktivitas pengisian daya alias ngecharge gadget, terutama powerbank dan baterai kamera yang kapasitasnya cukup "berotot".

Listrik di Bus Itu Nggak Stabil, Kawan

Kita sering kali menyamakan colokan di bus dengan colokan di tembok kamar kosan atau rumah. Padahal, mekanismenya beda jauh. Listrik di bus itu berasal dari alternator dan aki bus yang tegangannya sering naik-turun alias nggak stabil. Untuk menyediakan colokan 220V layaknya di rumah, bus biasanya menggunakan alat bernama inverter. Nah, masalahnya, nggak semua inverter yang dipasang itu punya kualitas jempolan yang sanggup meredam fluktuasi tegangan.

Bayangkan begini: gadget kamu itu seperti orang yang lagi minum air dari keran yang tekanannya kadang pelan, kadang menyemprot kencang banget. Kalau terus-terusan disemprot, ya lama-lama "tersedak" juga. Dalam dunia elektronik, "tersedak" ini bentuknya adalah panas berlebih alias overheat. Komponen kimia di dalam baterai lithium-ion, yang jadi jantungnya powerbank dan baterai kamera, itu sensitif banget sama panas. Begitu suhunya melewati batas toleransi, terjadilah reaksi berantai yang disebut thermal runaway. Sekali meledak, apinya susah banget dipadamkan.

Kenapa Powerbank dan Baterai Kamera Lebih Berisiko?

Mungkin kamu bertanya, "Loh, kalau ngecharge HP biasa gimana?" Sebenarnya semua ada risikonya, tapi powerbank dan baterai kamera punya potensi bahaya yang lebih besar. Kenapa? Karena mereka pada dasarnya adalah "gudang" energi. Kapasitasnya besar dan mereka butuh arus yang konstan untuk mengisi daya. Ketika arus listrik dari bus nggak stabil, komponen di dalam powerbank bekerja ekstra keras untuk menstabilkan daya tersebut. Kerja keras ini menghasilkan panas.

Apalagi kalau kamu menaruh powerbank yang lagi dicharge itu di dalam tas atau diletakkan di atas kursi bus yang berbahan kain/busa. Panasnya jadi terperangkap, nggak bisa keluar. Ini sih namanya cari penyakit. Kursi bus itu materialnya sangat mudah terbakar. Begitu ada percikan api kecil dari port charger yang meleleh, api bakal merambat secepat kilat. Nggak sampai lima menit, bus yang tadinya mewah bisa berubah jadi kerangka besi hitam.

Ego vs Keselamatan: Fenomena "Yang Penting Full"

Kita ini memang generasi yang punya kecemasan berlebih kalau baterai gadget nggak penuh. Rasanya "mati gaya" kalau nggak bisa update story atau dengerin Spotify sepanjang jalan. Tapi, coba deh dipikir lagi secara logis. Apakah sepenting itu punya baterai penuh kalau taruhannya adalah nyawa kita dan penumpang lain? Kadang kita terlalu meremehkan hal-hal kecil seperti ini karena merasa "ah, biasanya juga nggak apa-apa."

Ingat, kecelakaan itu nggak butuh izin buat datang. Beberapa kasus bus meledak di jalur Trans Jawa kemarin memberikan pelajaran berharga bahwa sepele itu bisa jadi mematikan. Banyak penumpang yang asyik tidur saat perjalanan malam, nggak sadar kalau di atas kepala mereka ada powerbank yang sudah berasap. Begitu sadar, api sudah menjilat plafon bus. Menakutkan, bukan?

Tips Biar Tetap Aman (Tanpa Harus Jadi Korban)

Lalu, gimana solusinya kalau kita memang harus melakukan perjalanan jauh? Masa iya nggak boleh pegang HP sama sekali? Ya nggak gitu juga konsepnya. Ada beberapa tips receh tapi penting yang bisa kamu terapkan:

  • Charge Sebelum Berangkat: Pastikan semua gadget sudah 100 persen sebelum kaki kamu menginjak anak tangga bus. Kalau perlu, bawa powerbank yang sudah penuh dari rumah, tapi jangan diisi ulang di dalam bus.
  • Hanya untuk HP, Bukan Powerbank: Banyak PO (Perusahaan Otobus) sekarang sudah memberikan peringatan tegas: colokan hanya boleh untuk HP. Jangan bandel dengan mencolokkan powerbank, apalagi laptop atau teko listrik (ya, ada saja orang yang se-ajaib itu).
  • Jangan Ditinggal Tidur: Kalau memang terpaksa banget harus ngecharge HP di bus, pastikan kamu dalam keadaan terjaga. Begitu HP terasa panas yang nggak wajar, langsung cabut.
  • Gunakan Kabel Original: Kabel abal-abal yang beli di pinggir jalan itu hambatan listriknya nggak jelas. Pakai kabel bawaan gadget biar sirkuit perlindungannya bekerja maksimal.

Menghargai Perjalanan, Bukan Sekadar Sampai

Traveling dengan bus itu sebenarnya seni menikmati waktu. Alih-alih sibuk ngecharge dan mantengin layar terus, coba deh nikmati perjalanannya. Ngobrol sama penumpang sebelah (asal nggak sok asyik), baca buku, atau ya... tidur saja. Anggap perjalanan bus sebagai ajang digital detox singkat.

Pada akhirnya, kebijakan keamanan di dalam bus itu dibuat bukan untuk merepotkan kita, tapi biar kita semua selamat sampai tujuan. Nggak lucu kan kalau berita kepulanganmu ke kampung halaman malah muncul di headline berita karena insiden kebakaran gara-gara powerbank sepuluh ribuan? Jadi, yuk lebih bijak lagi. Lowbat itu sementara, tapi keselamatan itu mutlak. Simpan dulu chargermu, nikmati goyangan suspensi bus, dan biarkan gadget-mu istirahat sejenak sebagaimana kamu mengistirahatkan pikiran dari rutinitas kota.

Logo Radio
🔴 Radio Live