Sering Diabaikan, 5 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Data Pribadi Kamu Bocor
Refa - Friday, 09 January 2026 | 11:00 AM


Kasus kebocoran data pribadi semakin sering menghiasi berita utama belakangan ini. Mulai dari peretasan situs e-commerce, pembobolan data perbankan, hingga penyalahgunaan identitas untuk pinjaman online ilegal.
Di era digital yang serba terhubung, menjaga privasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Pelaku kejahatan siber terus mencari celah keamanan dari kebiasaan pengguna yang sering kali teledor. Agar identitas dan data penting tetap aman, berikut adalah lima langkah preventif yang wajib diterapkan.
1. Gunakan Password yang Rumit dan Berbeda
Kesalahan paling umum pengguna internet adalah menggunakan satu password untuk semua akun. Jika satu akun jebol, maka akun media sosial, email, hingga m-banking lainnya akan ikut terancam.
Buatlah kombinasi kata sandi yang kuat, terdiri dari campuran huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari penggunaan tanggal lahir atau nama hewan peliharaan yang mudah ditebak. Menggunakan aplikasi pengelola kata sandi (password manager) bisa menjadi solusi untuk mengingat password yang rumit tersebut.
2. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA)
Hanya mengandalkan password saja tidak cukup. Fitur Two-Factor Authentication (2FA) atau verifikasi dua langkah adalah benteng pertahanan kedua yang sangat efektif.
Dengan mengaktifkan fitur ini, sistem akan meminta kode verifikasi tambahan (biasanya dikirim lewat SMS atau aplikasi authenticator) saat ada perangkat baru yang mencoba masuk. Jadi, meskipun hacker mengetahui kata sandi akun, mereka tetap tidak bisa login tanpa kode verifikasi tersebut.
3. Hindari Transaksi Keuangan di Wi-Fi Publik
Wi-Fi gratisan di kafe, bandara, atau tempat umum memang menggiurkan, namun juga sangat rawan. Jaringan publik sering kali tidak terenkripsi dengan baik, sehingga peretas dapat dengan mudah "mengintip" lalu lintas data yang lewat.
Hindari membuka aplikasi mobile banking atau melakukan transaksi belanja online saat terhubung ke Wi-Fi publik. Jika mendesak, lebih disarankan menggunakan koneksi data seluler pribadi yang jauh lebih aman.
4. Waspada Terhadap Link Phishing
Teknik penipuan phishing (pancingan) masih menjadi cara favorit peretas untuk mencuri data. Modusnya beragam, mulai dari mengirim link undangan pernikahan palsu lewat WhatsApp, hingga email yang menyamar sebagai pihak bank.
Jangan pernah asal klik tautan yang mencurigakan atau mengunduh aplikasi di luar toko aplikasi resmi (Play Store/App Store). Selalu periksa ulang alamat URL situs web sebelum memasukkan data pribadi apa pun.
5. Stop Pamer Data Pribadi di Medsos (Oversharing)
Kebiasaan pamer tiket pesawat, tiket konser, atau foto KTP/SIM di Instagram Story adalah tindakan yang sangat berbahaya. Kode booking atau barcode pada tiket mengandung informasi pribadi yang bisa dicuri.
Batasi informasi yang dibagikan di media sosial. Pelaku kejahatan sering kali melakukan profilasi korban dengan mengumpulkan data-data remah yang tersebar di internet, seperti nama ibu kandung, alamat rumah, atau tanggal lahir.
Next News

Bingung Pilih Earphone Kabel atau TWS? Ini Jawaban Paling Jujur
16 hours ago

Kenapa OTP Tidak Boleh Dibagikan? Berikut Bahaya Nyatanya
21 hours ago

Panduan Wajib Sebelum Factory Reset, Biar Data Tetap Selamat
20 hours ago

HP Lemot dan Panas Terus? Kenali Ciri-Ciri Ponsel yang Terserang Virus
21 hours ago

Cara Bikin Kata Sandi Kuat Tanpa Bikin Pusing
a day ago

Pakar ITB Bongkar Cara Simpel Hindari Aquaplaning
2 days ago

Sebelum Beli Smartwatch, Baca Ini Dulu Biar Nggak Nyesel
3 days ago

Ponsel Tiba-tiba Overheat dan Ngelag? Jangan Panik, Ini Alasannya
3 days ago

Baterai Tinggal Merah? Mode Hemat Daya atau Mode Pesawat, Mana yang Lebih Awet?
3 days ago

Terdengar Cerdas Tapi Salah, Ini Cara Kerja AI Sebenarnya
3 days ago






