Ceritra
Ceritra Teknologi

Waspada Tuli Dini! Cara Memilih Earphone yang Aman Bagi Telinga

Refa - Tuesday, 24 February 2026 | 09:00 AM

Background
Waspada Tuli Dini! Cara Memilih Earphone yang Aman Bagi Telinga
Ilustrasi earphone (pexels.com/ready made)

Jangan Sampai Tuli Dini: Tips Milih Earphone yang Ramah di Kuping (dan Kantong)

Coba deh inget-inget, seberapa sering kamu dengerin musik atau dengerin podcast pakai earphone dalam sehari? Mungkin pas lagi di KRL, pas lagi ngerjain tugas di cafe biar nggak keganggu suara orang ngobrol, atau malah pas lagi mau tidur biar berasa ditemenin suara merdu idola. Earphone sekarang udah kayak belahan jiwa. Ketinggalan dompet mungkin masih bisa minjem temen, tapi kalau earphone ketinggalan? Rasanya dunia langsung hening dan hampa banget.

Tapi, di balik kenyamanan kita ngumpet di balik dentuman bass atau suara jernih penyanyi favorit, ada satu ancaman yang sering kita cuekin, kesehatan pendengaran. Sering nggak sih kamu ngerasa kuping agak berdenging setelah dengerin musik kencang-kencang selama dua jam? Atau ngerasa suara orang di sekitar jadi agak sayup-sayup? Kalau iya, itu tandanya kuping kamu lagi protes. Jangan sampai niatnya pengen keren atau fokus, malah berakhir dengan "hah? apa?" setiap kali diajak ngomong sama orang lain. Biar nggak amsyong di masa tua, yuk simak gimana caranya milih earphone yang aman buat pendengaran tanpa harus ngorbanin kualitas suara.

Pilih Desain yang Nggak Langsung Nusuk Gendang Telinga

Secara umum, kita kenal ada dua jenis yang paling populer, In-Ear Monitor (IEM) atau earbud yang masuk ke lubang telinga, dan Over-Ear Headphone yang nutupin seluruh daun telinga. Kalau bicara soal kesehatan, sebenarnya over-ear headphone itu juaranya. Kenapa? Karena jarak antara driver (sumber suara) dengan gendang telinga kamu nggak sedekat kalau pakai in-ear. Tekanan udara dan suaranya juga lebih menyebar, nggak langsung nembak ke dalam.

Tapi ya, kita tahu sendiri, pakai headphone segede gaban buat panas-panasan nunggu ojek online itu nggak praktis dan bikin keringetan. Kalau kamu tetep tim in-ear, pastikan pilih yang punya eartips (karet ujungnya) yang empuk dan pas. Jangan yang terlalu keras atau ukurannya nggak cocok, karena kalau nggak pas, suaranya bakal bocor. Nah, penyakitnya kita nih, kalau suara bocor, kita malah cenderung naikin volume sampai pol buat nutupin suara dari luar. Itu dia awal mula bencana buat saraf pendengaran kita.

Fitur Noise Cancelling Bukan Cuma Buat Gaya

Dulu, fitur Active Noise Cancellation (ANC) itu barang mewah yang harganya bikin kantong bolong. Tapi sekarang, earphone sejutaan atau bahkan di bawah itu udah banyak yang punya fitur ini. Banyak orang mikir ANC itu cuma biar dengerin musik lebih enak. Padahal, secara medis, fitur ini ngebantu banget menjaga kuping tetap sehat.

Logikanya gini: kalau kamu lagi di tempat berisik, misalnya di pinggir jalan yang banyak suara knalpot brong, refleks tangan kamu pasti bakal mencet tombol volume naik. Dengan ANC, suara bising dari luar itu bakal "dibatalkan" oleh teknologi di earphone-nya. Hasilnya, kamu tetap bisa dengerin musik dengan jelas meski volumenya cuma di angka 30 atau 40 persen. Kamu nggak perlu lagi adu keras sama suara lingkungan sekitar. Jadi, kalau ada budget lebih, investasilah di earphone yang punya fitur peredam bising yang oke.

Hukum Keramat: Aturan 60/60

Ini bukan soal skor pertandingan bola, tapi aturan main biar kuping nggak cepat aus. Para ahli kesehatan pendengaran sering banget ngingetin soal aturan 60/60 ini. Maksudnya adalah dengerin musik maksimal di volume 60% dan durasinya jangan lebih dari 60 menit dalam satu sesi. Setelah satu jam, istirahatin kuping kamu minimal 10 sampai 15 menit. Biarkan gendang telinga kamu bernapas.

Kadang kita suka khilaf, apalagi kalau lagi dengerin lagu-lagu rock atau EDM yang bass-nya mantap banget. Rasanya kalau nggak kenceng tuh nggak dapet spirit-nya. Tapi inget, sel-sel rambut di dalam telinga kita itu nggak bisa regenerasi kayak kulit yang kalau luka bisa sembuh sendiri. Sekali sel itu rusak karena keseringan kena hantaman suara keras, pendengaran kamu bakal menurun secara permanen. Jadi, mulai sekarang, coba deh tahan diri buat nggak geser slider volume sampai merah.

Jangan Lupa Faktor Kebersihan

Banyak yang lupa kalau earphone, terutama jenis in-ear, itu tempat bersarangnya bakteri. Kita sering banget naruh earphone sembarangan di meja, di saku celana, terus langsung masukin ke telinga. Belum lagi kotoran telinga yang nempel di karetnya. Selain ngerusak kualitas suara karena lubangnya ketutup, ini juga bisa bikin infeksi saluran telinga.

Infeksi telinga yang parah bisa bikin gangguan pendengaran sementara atau bahkan permanen kalau merembet ke bagian dalam. Jadi, rajin-rajin deh bersihin eartips pakai tisu beralkohol atau air sabun hangat seminggu sekali. Dan satu lagi, jangan pernah minjemin earphone ke orang lain, atau minjem punya temen. Kita nggak pernah tahu bakteri apa yang ada di telinga orang lain, kan? Anggap aja earphone itu kayak sikat gigi, personal banget.

Pilih Brand yang Jelas, Bukan yang Penting Murah

Di marketplace, banyak banget earphone harga 20 ribuan yang klaimnya punya super bass. Hati-hati, lho. Earphone murah seringkali nggak punya kontrol kualitas yang bagus pada frekuensi suaranya. Kadang suaranya terlalu tajam (piercing) di frekuensi tinggi yang bisa bikin telinga cepat lelah (ear fatigue). Atau sebaliknya, bass-nya terlalu mendem tapi volumenya dipaksa keras.

Nggak harus beli yang harga puluhan juta kayak kaum audiophile tingkat dewa, kok. Banyak brand lokal atau brand global yang harganya masuk akal tapi punya tuning suara yang seimbang. Earphone yang suaranya seimbang (balance) itu lebih aman karena kita bisa dengerin semua instrumen dengan jelas tanpa harus naikin volume ke level yang berbahaya.

Kesimpulannya, telinga kita itu aset masa depan. Bayangin kalau di umur 30-an kamu udah harus pakai alat bantu dengar cuma gara-gara hobi dengerin musik terlalu kencang pas jaman kuliah. Nggak lucu, kan? Jadi, pilihlah earphone yang cerdas, pakai dengan bijak, dan jangan pelit buat ngasih "waktu istirahat" buat indera pendengaran kamu. Karena suara merdu dunia ini terlalu sayang buat dilewatkan cuma gara-gara kita lalai ngerawat apa yang kita punya sekarang.

Logo Radio
🔴 Radio Live