

Aktivitas kreatif seperti bermain musik, menari, membaca, hingga bermain video game berpotensi memperlambat penuaan otak, khususnya pada usia lanjut. Hal ini terungkap dalam penelitian SWPS University Polandia yang dipublikasikan di Nature Communications.
Penelitian terhadap lebih dari 1.400 partisipan dari 13 negara menemukan bahwa orang yang rutin melakukan aktivitas kreatif memiliki usia otak lebih muda dibanding usia sebenarnya. Pengukuran dilakukan menggunakan model brain clock berbasis rekaman aktivitas listrik otak.
Efek paling kuat terlihat pada individu yang telah lama menekuni bidang kreatif, dengan usia otak rata-rata empat hingga tujuh tahun lebih muda. Bahkan pelatihan singkat, seperti bermain gim strategi selama 30 jam, mampu menurunkan usia otak hingga tiga tahun serta meningkatkan perhatian dan kemampuan kognitif.
Peneliti menyimpulkan bahwa otak dewasa tetap plastis dan dapat dilatih melalui aktivitas kreatif. Para ahli pun menyarankan masyarakat rutin melakukan kegiatan yang merangsang mental sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga kesehatan otak.
Next News

Bukan Sekadar 'Buta Aturan': Menelusuri Akar Rendahnya Kepatuhan Hukum di Indonesia
3 days ago

Trotoar Berbagi: Dilema Pedagang Kaki Lima Antara Hak Ekonomi dan Hak Pejalan Kaki
3 days ago

Graffiti: Seni atau Perusak Lingkungan?
3 days ago

Ironi Gambar Leher Berlubang dan Nikmatnya Asap Rokok
4 days ago

"Saya Orangnya Stoik": Antara Filosofi Kuno dan Gaya Hidup Kekinian
4 days ago

Evolusi Nail Art: Ekspresi Diri di Ujung Jari Selama 2 Dekade
4 days ago

Kritik Mengalir Deras, Mengapa Respon Pemerintah Begitu Datar?
4 days ago

Apasih Bedanya Minus Sama Silinder? Simak Cegahnya!
5 days ago

Mitos Salad Buah Sebagai Penetral Makanan Berminyak
4 days ago

Aksi Heroik Fathimah Azzahra Hadapi Polisi di Jantung Jakarta
5 days ago




