Ceritra
Ceritra Warga

Niatnya Biar Kuat Puasa, 5 Pola Sahur Ini Malah Bikin Lambungmu 'Jerit-jerit' Minta Tolong!

Refa - Tuesday, 24 February 2026 | 09:00 PM

Background
Niatnya Biar Kuat Puasa, 5 Pola Sahur Ini Malah Bikin Lambungmu 'Jerit-jerit' Minta Tolong!
Ilustrasi sahur (pexels.com/Gül Işık )

Waduh, Sahur Kok Malah Bikin Lambung "Demo"? Ini 5 Kebiasaan yang Sering Kita Sepelekan

Mari kita jujur-jujuran saja. Bangun jam tiga pagi saat mata masih lengket kayak prangko itu perjuangannya luar biasa. Biasanya, saking ngantuknya, proses sahur seringkali dilakukan dalam mode autopilot. Yang penting perut terisi, ada air yang masuk, lalu kalau bisa secepat mungkin kembali ke pelukan guling. Padahal, ritme sahur yang serampangan begini seringkali jadi biang kerok kenapa siang harinya ulu hati terasa panas atau asam lambung naik sampai ke kerongkongan.

Fenomena asam lambung atau GERD pas lagi puasa itu rasanya nggak karuan. Bukannya fokus ibadah atau kerja, yang ada malah sibuk "nyendawa" dan menahan rasa perih di dada. Ternyata, banyak kebiasaan sahur yang kita anggap wajar, padahal itu adalah tiket gratis buat asam lambung "pesta pora" seharian. Yuk, kita bedah satu-satu apa saja kebiasaan yang sebaiknya mulai kita kurangi kalau nggak mau puasa kita keganggu drama lambung.

1. Ritual Habis Makan Terbitlah Kasur

Siapa nih yang habis suapan terakhir, minum air putih, terus langsung meluncur lagi ke bawah selimut? Wah, kalau kamu tim begini, jangan kaget kalau pas bangun jam tujuh pagi dada kerasa sesak. Secara logika sederhana, gravitasi itu sahabat lambung kita. Saat kita duduk atau berdiri, asam lambung tetap berada di bawah. Tapi begitu kita rebahan sesaat setelah makan, asam lambung itu bakal merantau naik ke esofagus.

Ibarat botol yang baru diisi penuh terus langsung diletakkan dalam posisi tidur tanpa tutup yang rapat, isinya pasti luber, kan? Nah, katup lambung kita seringkali nggak cukup kuat menahan beban makanan yang baru saja masuk. Minimal kasih jeda dua jam lah sebelum tidur lagi. Kalau emang ngantuk banget, cobalah tidur dengan posisi bantal yang lebih tinggi, biar posisi kepala dan kerongkongan tetap lebih tinggi dari perut. Jangan langsung nge-fly ke alam mimpi dalam posisi datar sempurna.

2. Kopi adalah Jalan Ninjaku (Tapi Bukan Pas Sahur)

Bagi sebagian orang, kopi adalah bahan bakar wajib biar nggak ngantuk saat kerja siang harinya. Masalahnya, minum kopi pas sahur itu sama saja dengan memancing keributan di dalam perut. Kafein punya hobi unik, yaitu mengendurkan otot lower esophageal sphincter (LES) alias katup antara kerongkongan dan lambung. Kalau katup ini longgar, asam lambung punya akses jalan tol buat naik ke atas.

Belum lagi sifat kopi yang asam dan bisa merangsang produksi asam lambung lebih banyak. Kalau perut kosong seharian dan isinya cuma kopi saat sahur, bayangkan betapa "berisiknya" lambung kita nanti. Mendingan kopinya disimpan buat habis buka puasa saja, itu pun kalau perut sudah benar-benar terisi makanan yang cukup netral. Ingat, mata yang melek nggak ada gunanya kalau dibarengi sama ulu hati yang rasanya kayak dibakar api cemburu.

3. Gorengan dan Makanan Berlemak: Enak di Lidah, Siksa di Perut

Indonesia banget lah pokoknya kalau nggak ada gorengan di meja makan. Dari mendoan sampai bakwan, semuanya menggoda iman saat sahur. Tapi tahu nggak, makanan yang digoreng atau terlalu berlemak itu proses cernanya lama banget. Lemak bikin otot katup lambung jadi santai dan lambat bekerja, sehingga makanan tertahan lebih lama di perut.

Semakin lama makanan nangkring di lambung, semakin banyak asam lambung yang diproduksi untuk menghancurkannya. Hasilnya? Perut bakal kerasa penuh, begah, dan asam lambung pun mulai naik pelan-pelan. Kita mungkin merasa kenyang lama, tapi kenyangnya itu nggak nyaman, malah cenderung sebah. Coba deh ganti lauknya ke yang direbus, dikukus, atau dibakar. Kasihan lambungnya harus kerja rodi di saat kita seharusnya istirahat.

4. Porsi "Aji Mumpung" Alias Balas Dendam

Ada pemikiran begini: "Makan yang banyak pas sahur, biar nanti siangnya nggak lapar." Ini adalah hoaks yang kita ciptakan sendiri. Lambung kita itu punya kapasitas terbatas. Kalau dipaksa menampung porsi kuli dalam sekali duduk, tekanan di dalam lambung bakal meningkat drastis. Tekanan yang besar ini bakal memaksa asam lambung keluar lewat katup atas.

Makan berlebihan saat sahur justru bikin kita makin lemas. Kenapa? Karena energi tubuh bakal habis cuma buat mengolah makanan segambreng itu. Alih-alih merasa bertenaga, kita malah bakal merasa ngantuk berat dan perut kerasa nggak enak seharian. Makanlah secukupnya, yang penting gizinya seimbang. Karbohidrat kompleks kayak nasi merah atau oatmeal jauh lebih menolong menahan lapar daripada makan nasi putih tiga piring tapi lauknya cuma mie instan.

5. Pilihan Minuman dan Buah yang Salah

Niatnya mau segar dengan minum jus jeruk atau minuman bersoda saat sahur? Pikir-pikir lagi, deh. Buah-buahan sitrus (jeruk, lemon, jeruk nipis) punya kadar keasaman tinggi yang bisa bikin dinding lambung iritasi, apalagi kalau kamu memang punya riwayat maag. Begitu juga dengan soda. Gas di dalam soda itu bikin perut kembung dan meningkatkan frekuensi sendawa. Dan setiap kali kita sendawa, ada peluang asam lambung ikut naik ke atas.

Minumlah air putih suhu ruang atau air hangat. Kalau mau buah, pilihlah yang ramah buat lambung kayak pisang, pepaya, atau melon. Buah-buahan ini justru membantu menetralkan asam dan teksturnya lembut buat pencernaan. Jangan korbankan kenyamanan perut hanya demi sensasi segar sesaat yang berakhir dengan rasa pahit di pangkal tenggorokan sepanjang siang.

Intinya, sahur itu bukan cuma soal memasukkan makanan sebanyak mungkin ke mulut sebelum adzan subuh berkumandang. Ini soal strategi. Kalau kita memperlakukan lambung kita dengan baik saat dini hari, dia juga bakal kooperatif menemani kita sampai waktu berbuka tiba. Jangan biarkan kebiasaan buruk yang nggak kita sadari ini merusak kualitas puasa kita. Selamat bersahur dengan lebih bijak, ya!

Logo Radio
🔴 Radio Live