Ceritra
Ceritra Warga

Derita Jet Lag: Kenapa Tidur Malam Jadi Susah Saat Traveling?

Nisrina - Tuesday, 24 February 2026 | 08:15 PM

Background
Derita Jet Lag: Kenapa Tidur Malam Jadi Susah Saat Traveling?
Ilustrasi (Pexels/Andrea Piacquadio)

Siapa sih yang nggak pengen pamer foto estetik lagi mendarat di bandara keren macam Heathrow atau John F. Kennedy? Tapi jujur aja, realita di balik foto Instagramable itu seringkali jauh dari kata cantik. Bayangin, setelah duduk belasan jam di dalam tabung besi raksasa yang keringnya minta ampun, kita turun dari pesawat dengan muka kucel, mata merah, dan kepala yang rasanya kayak diputar-putar blender. Belum lagi urusan jet lag yang bikin kita pengen tidur pas siang bolong, tapi malah segar bugar pas jam dua pagi di negara orang. Benar-benar definisi penyiksaan estetik yang sesungguhnya.

Masalahnya, banyak dari kita yang cuma fokus packing baju ootd tanpa mikirin gimana cara "packing" kondisi fisik biar nggak tumbang pas sampai tujuan. Mabuk perjalanan (motion sickness) dan jet lag itu bukan sekadar sugesti, kawan. Itu adalah protes keras dari tubuh kita yang dipaksa pindah zona waktu dan ketinggian secara instan. Nah, biar liburan impian lo nggak habis cuma buat tiduran di hotel gara-gara pusing tujuh keliling, yuk kita bahas gimana caranya adaptasi fisik secara jitu buat menghadapi penerbangan jarak jauh.

Siasat Sebelum Mengudara: Sinkronisasi Jam Internal

Banyak orang mengira jet lag itu dimulai saat kita mendarat. Padahal, perang melawan jet lag harusnya sudah dimulai dua atau tiga hari sebelum berangkat. Tubuh kita punya jam internal yang disebut ritme sirkadian. Bayangin ini kayak DJ di dalam otak yang ngatur kapan lo harus bangun dan kapan harus teler. Kalau lo terbang ke arah timur, coba deh tidur satu jam lebih cepat dari biasanya beberapa hari sebelum berangkat. Sebaliknya, kalau terbang ke barat, tidur agak telat dikit nggak masalah.

Jangan lupa juga buat langsung ganti jam tangan atau setelan jam di HP ke waktu tujuan begitu lo duduk di kursi pesawat. Ini trik psikologis yang lumayan ampuh buat nge-hack otak. Jadi kalau di negara tujuan ternyata jam 10 malam padahal di Jakarta masih jam 10 pagi, ya lo paksa mata buat merem. Nggak bisa tidur? Minimal merem aja, kasih sinyal ke tubuh kalau ini "waktunya istirahat", bukan waktunya marathon nonton film di In-flight Entertainment sampai mata panas.

Melawan Mual dan Mabuk Udara: Jangan Biarkan Perut Berontak

Mabuk udara itu sebenarnya terjadi karena adanya "dispute" atau konflik antara mata dan sistem keseimbangan di telinga bagian dalam. Mata lo bilang lo lagi diam di kursi, tapi telinga dan badan lo ngerasain turbulensi atau pergerakan pesawat. Hasilnya? Mual yang nggak tertahankan. Tips jitu buat yang gampang mabuk: pilih kursi yang sejajar dengan sayap pesawat. Di posisi ini, guncangan biasanya jauh lebih minim dibanding duduk di bagian paling belakang yang goyangannya kayak naik kora-kora.

Soal makanan juga krusial. Hindari makan berlebihan sebelum naik pesawat, tapi jangan biarkan perut benar-benar kosong juga. Perut kosong malah bikin asam lambung naik dan memperparah rasa mual. Hindari makanan berminyak atau terlalu pedas sebelum terbang kalau nggak mau perut lo mendadak bikin konser dangdut di atas awan. Dan tolong, kurangi kopi atau alkohol berlebih. Alkohol di atas pesawat itu efeknya bisa dua kali lipat lebih cepat bikin dehidrasi, dan dehidrasi adalah sahabat karibnya jet lag.

Hidrasi Adalah Koentji: Jangan Malas Minum Air Putih

Udara di kabin pesawat itu tingkat kelembapannya sangat rendah, bahkan lebih kering daripada padang pasir. Ini yang bikin kulit terasa ketarik, hidung perih, dan tenggorokan gatal. Dehidrasi fisik inilah yang bikin proses pemulihan dari jet lag jadi makin lama. Jadi, jangan malah sibuk minta nambah wine atau soda terus-terusan karena gratisan. Mintalah air putih sebanyak mungkin.

Opiniku sih, lo harus bawa botol minum sendiri (yang kosong pas melewati security check) lalu isi penuh sebelum masuk pesawat. Dengan begitu, lo nggak perlu nunggu pramugari lewat tiap kali haus. Air putih bakal ngebantu sirkulasi darah tetap lancar, sehingga oksigen ke otak nggak terhambat. Kalau oksigen lancar, pusing akibat tekanan udara bisa berkurang drastis.

Gerak Dikit Biar Nggak Kaku Kayak Kanebo Kering

Duduk belasan jam itu nggak cuma bikin bokong tepos, tapi juga berbahaya buat kesehatan pembuluh darah. Ada istilahnya Deep Vein Thrombosis (DVT), alias penggumpalan darah karena kelamaan diam. Nggak usah sampai senam aerobik juga di lorong pesawat, cukup lakukan gerakan kecil tiap dua jam sekali. Putar-putar pergelangan kaki, regangkan betis, atau sesekali jalan ke toilet meskipun nggak pengen buang air kecil. Cuma buat stretching doang biar aliran darah dari kaki balik lagi ke jantung dengan lancar.

Buat yang fisiknya gampang capek atau punya masalah sirkulasi, pakai kaos kaki kompresi itu sangat membantu. Emang sih kelihatannya nggak gaya, tapi percayalah, ini jauh lebih baik daripada turun pesawat dengan kaki bengkak yang bikin sepatu lo mendadak kesempitan.

Adaptasi Pasca Mendarat: Cari Sinar Matahari!

Begitu sampai, aturan nomor satu: jangan langsung tidur kalau matahari masih bersinar, kecuali kalau lo sampai jam 9 malam ke atas. Kalau sampai pagi atau siang, cara tercepat buat reset jam tubuh adalah dengan nyari sinar matahari alami. Sinar matahari itu sinyal paling kuat buat otak untuk bilang, "Woi, bangun! Ini sudah siang!"

Coba jalan-jalan santai di sekitar hotel, hirup udara luar, dan biarkan kulit lo terpapar cahaya. Jangan malah ngurung diri di kamar dengan gorden tertutup rapat. Kalau lo sanggup bertahan sampai jam tidur lokal, fix jet lag lo bakal jauh lebih singkat. Anggap aja ini latihan mental biar fisik lo makin tangguh.

Kesimpulannya, perjalanan jarak jauh itu emang menantang buat fisik. Tapi dengan persiapan yang benar—mulai dari ngatur jam tidur lebih awal, jaga hidrasi, sampai aktif bergerak di pesawat—lo nggak perlu jadi "korban" jet lag yang merana berhari-hari. Liburan itu buat dinikmati, bukan buat dihabiskan dengan rasa mual dan kepala pening. Jadi, sudah siap buat terbang belasan jam tanpa jadi zombie? Safe flight, kawan!

Logo Radio
🔴 Radio Live