Ceritra
Ceritra Warga

Menahan Lapar Itu Mudah, Menahan Nafsu Makan Saat Maghrib?

Refa - Tuesday, 24 February 2026 | 03:30 PM

Background
Menahan Lapar Itu Mudah, Menahan Nafsu Makan Saat Maghrib?
Air Kelapa Muda (pexels.com/Thunyarat Klaiklang)

Daftar Takjil yang Aman untuk Lambung: Berbuka Tanpa Drama Perih

Mari kita jujur pada diri sendiri. Momen paling berat di bulan Ramadan itu sebenarnya bukan pas nahan lapar di siang bolong saat matahari lagi lucu-lucunya di atas kepala. Bukan juga soal nahan haus pas lihat iklan sirup yang es batunya kelihatan sangat menggoda. Ujian sesungguhnya adalah ketika bedug maghrib berkumandang dan mata kita langsung kalap melihat tumpukan gorengan, es buah yang warnanya mencolok, sampai sambal kacang yang melimpah ruah di atas bakwan.

Buat kaum pemilik lambung sensitif atau para pejuang GERD, momen berbuka seringkali jadi buah simalakama. Mau makan enak tapi takut asam lambung naik sampai ke ubun-ubun atau mau makan sehat tapi rasanya kok kayak ada yang kurang. Akhirnya, banyak dari kita yang nekat dengan sikat gorengan dulu, urusan perih belakangan. Padahal, kalau lambung sudah protes, ibadah tarawih yang seharusnya khusyuk malah jadi sesi menahan mual di barisan saf belakang. Sedih, kan?

Nah, biar ritual berbuka puasa kamu nggak berakhir dengan drama memegang ulu hati, yuk kita bahas daftar takjil yang bersahabat buat lambung. Tenang, ini bukan daftar makanan hambar yang bikin selera makan hilang. Ini tetap enak, tapi aman saat masuk ke sistem pencernaan.

1. Kurma

Rasanya nggak afdal kalau nggak mulai dari yang paling klasik. Kurma itu bukan cuma soal sunah, tapi secara sains memang juaranya takjil buat lambung. Bayangkan, lambung kamu sudah istirahat total selama sekitar 13 sampai 14 jam. Kalau langsung disikat dengan makanan berat atau yang terlalu asam, dia bakal kaget.

Kurma mengandung serat yang cukup tinggi tapi teksturnya lembut kalau dikunyah dengan benar. Kandungan gula alaminya, seperti glukosa dan fruktosa, memberikan energi instan tanpa bikin gula darah melonjak drastis yang bikin ngantuk. Tipsnya, cukup konsumsi tiga butir saja. Jangan satu kotak dihabiskan sendirian, karena sesuatu yang berlebihan itu tetap nggak baik buat pencernaan.

2. Bubur Sumsum

Kalau ada penghargaan untuk makanan paling lembut sejagat raya, bubur sumsum pasti masuk nominasinya. Teksturnya yang seperti pasta halus ini sangat mudah dicerna. Terbuat dari tepung beras dan santan (pastikan santannya nggak terlalu kental banget ya), bubur sumsum sifatnya mendinginkan.

Gula merah cairnya memberikan rasa manis yang pas. Buat kamu yang sering merasa lambungnya panas setelah seharian kosong, bubur sumsum bertindak kayak pelapis yang menenangkan dinding lambung sebelum kamu masuk ke hidangan yang lebih berat. Plus, sensasi gurih-manisnya itu beneran bisa bikin mood naik setelah seharian lemas.

3. Pisang

Pisang, terutama jenis pisang raja atau pisang ambon yang sudah matang sempurna, adalah sahabat karib penderita asam lambung. Pisang punya sifat alkalin yang bisa membantu menetralkan asam di perut. Selain itu, teksturnya yang lembut nggak bakal bikin otot lambung bekerja terlalu keras di awal waktu berbuka.

Kamu bisa mengonsumsi pisang secara langsung, atau kalau mau agak variasi, bisa dijadikan isian kolak. Tapi ingat, kalau bikin kolak buat lambung sensitif, kurangi penggunaan santan yang terlalu heavy atau berlemak tinggi. Lemak yang terlalu banyak justru bisa memicu katup kerongkongan rileks dan bikin asam lambung naik lagi.

4. Air Kelapa Muda

Lupakan sejenak es boba atau es sirup yang warnanya neon itu. Air kelapa muda adalah minuman terbaik untuk rehidrasi. Air kelapa mengandung elektrolit yang mirip dengan cairan tubuh kita. Selain bikin segar, air kelapa punya sifat menenangkan sistem pencernaan.

Banyak orang yang lambungnya perih karena dehidrasi parah. Air kelapa hadir sebagai solusi buat menyeimbangkan pH dalam tubuh. Tapi ingat, minumnya jangan pakai es batu yang segunung. Air kelapa dalam suhu ruang atau yang sejuk sedikit saja sudah cukup. Air yang terlalu dingin saat perut kosong bisa bikin lambung kaget dan malah memicu kram atau kembung.

5. Bubur Kacang Hijau

Kacang hijau itu sumber protein nabati yang bagus banget. Kalau dimasak sampai benar-benar empuk (sampai pecah-pecah gitu), kacang hijau jadi takjil yang sangat aman. Seratnya membantu melancarkan pencernaan yang mungkin agak macet selama puasa.

Hanya saja, ada catatan kecil buat yang punya masalah gas berlebih di perut. Beberapa orang mungkin merasa kembung kalau makan kacang-kacangan. Solusinya? Masak kacang hijaunya pakai jahe yang agak banyak. Jahe itu sifatnya karminatif, alias bisa membantu membuang gas dan menenangkan mual. Jadi, kombinasi bubur kacang hijau dan jahe adalah duet maut buat kenyamanan perut kamu.

Kenapa Harus Pilih-Pilih Takjil?

Mungkin ada yang membatin, "Ah, ribet banget, biasanya juga makan gorengan tiga biji nggak apa-apa." Nah, masalahnya adalah efek jangka panjang. Lambung kita itu punya batas kesabaran. Seringkali kita merasa aman-aman saja sekarang, tapi "tabungan" iritasi itu numpuk. Begitu kena serangan GERD yang parah, rasanya kayak dunia mau runtuh—sesak napas, dada panas, sampai pusing tujuh keliling.

Berbuka dengan takjil yang aman bukan berarti kamu nggak boleh makan enak selamanya. Ini cuma soal urutan dan transisi. Bayangkan lambung kamu itu seperti mesin mobil yang sudah lama mati di cuaca dingin. Kamu nggak bisa langsung gas pol di kecepatan 100 km/jam. Kamu perlu memanaskannya dulu perlahan. Takjil-takjil di atas adalah cara kita "memanaskan" mesin tubuh dengan cara yang paling halus.

Tips Tambahan Agar Berbuka Tetap Nyaman

  • Kunyah Makanan dengan Sabar: Jangan kayak orang lomba lari. Kunyah makanan sampai benar-benar halus biar tugas lambung jadi lebih ringan.
  • Hindari Langsung Minum Kopi atau Teh Pekat: Kafein saat perut kosong itu ibarat ngajak berantem lambung sendiri. Kalau mau teh, pastikan tehnya encer dan hangat.
  • Stop Makan Sebelum Kekenyangan: Pepatah lama ini benar adanya. Perut yang terlalu penuh bakal menekan katup lambung dan bikin isinya naik ke kerongkongan.
  • Kurangi Gorengan yang "Berminyak Banget": Kalau memang pengen banget gorengan, batasi satu saja dan pastikan minyaknya sudah ditiriskan maksimal. Tapi kalau bisa skip, mending skip dulu deh.

Intinya, Ramadan adalah momen buat bersih-bersih diri, termasuk bersih-bersih pola makan. Dengan memilih takjil yang tepat, kamu nggak cuma dapat pahala puasanya, tapi juga dapat bonus badan yang lebih sehat dan lambung yang lebih damai. Jadi, sore nanti pas lagi berburu takjil, coba deh lirik penjual bubur sumsum atau kurma dulu sebelum melipir ke lapak gorengan. Lambung kamu bakal berterima kasih banget, percayalah!

Logo Radio
🔴 Radio Live