Ceritra
Ceritra Warga

Jangan Kalap! Dampak Buruk Buka Puasa Pakai Cara Balas Dendam

Refa - Tuesday, 24 February 2026 | 06:00 PM

Background
Jangan Kalap! Dampak Buruk Buka Puasa Pakai Cara Balas Dendam
Ilustrasi buka puasa (pexels.com/Thirdman)

Buka Puasa atau Balas Dendam? Alasan Mengapa Makan Berlebihan Bikin Tidurmu Jadi Horor

Adzan Maghrib berkumandang dan di depanmu sudah tersaji makanan lengkap. Ada es campur yang menggoda, gorengan yang masih hangat dan berminyak, kolak pisang, hingga nasi padang dengan porsi kuli. Sebagai bentuk apresiasi karena sudah menahan lapar dan haus selama belasan jam, kamu pun merasa berhak untuk melahap semuanya. Istilah kerennya, balas dendam.

Namun, masalah muncul sekitar dua jam kemudian. Setelah perut terasa kencang dan begah, rasa kantuk yang luar biasa menyerang. Akhirnya, kamu memutuskan untuk rebahan sejenak setelah salat. Alih-alih mendapatkan tidur yang berkualitas dan segar, kamu justru terjebak dalam mimpi buruk yang terasa sangat nyata. Entah dikejar monster, jatuh dari gedung tinggi, atau tiba-tiba berada di situasi yang bikin jantung mau copot. Kamu terbangun dengan keringat dingin dan napas tersengal. Kok bisa, ya? Bukannya kenyang harusnya bikin tidur nyenyak?

Mesin Tubuh yang Kerja Lembur Bagai Kuda

Secara medis, fenomena ini bukan karena gangguan jin penunggu bantal, melainkan ada penjelasan ilmiahnya yang cukup masuk akal. Ketika kita makan berlebihan atau mukbang saat berbuka, sistem pencernaan kita dipaksa untuk bekerja ekstra keras secara mendadak. Bayangkan mesin mobil yang dingin seharian, tiba-tiba dipaksa lari dengan kecepatan 100 km/jam tanpa pemanasan. Pasti panas, kan?

Proses metabolisme tubuh meningkat drastis untuk mengolah karbohidrat, lemak, dan gula yang masuk dalam jumlah besar. Nah, peningkatan metabolisme ini secara otomatis menaikkan suhu inti tubuh kita. Padahal, syarat utama agar manusia bisa masuk ke fase tidur yang dalam (deep sleep) adalah penurunan suhu tubuh. Saat otak kita berusaha istirahat tapi mesin pencernaan masih "pesta pora" di bawah sana, terjadilah konflik internal. Sinyal yang dikirimkan ke otak menjadi kacau, dan kekacauan inilah yang sering kali diterjemahkan oleh pikiran bawah sadar kita menjadi mimpi yang aneh atau menakutkan.

Hubungan Intim Antara Perut dan Otak

Mungkin kamu pernah dengar istilah bahwa usus adalah "otak kedua" manusia. Ini bukan sekadar kiasan. Ada jalur komunikasi dua arah yang sangat sibuk antara sistem pencernaan dan sistem saraf pusat, yang disebut dengan gut-brain axis. Ketika perutmu kewalahan mengolah tumpukan bakwan dan rendang di jam yang seharusnya tubuh mulai beristirahat, perut akan mengirimkan sinyal stres ke otak.

Kondisi ini memicu fase tidur REM (Rapid Eye Movement) menjadi lebih intens. REM adalah fase di mana mimpi terjadi. Jika pencernaanmu sedang bermasalah atau merasa "tertekan" karena kapasitas yang overload, mimpi yang dihasilkan biasanya cenderung negatif atau intens. Singkatnya, otakmu sedang memproses ketidaknyamanan fisikmu dan memvisualisasikannya menjadi skenario film horor di dalam tidurmu.

Efek Domino Si "Cairan Asam"

Selain soal suhu tubuh dan metabolisme, ada satu tersangka utama lagi: asam lambung. Makan terlalu banyak, apalagi makanan yang pedas, berlemak, atau sangat manis saat berbuka, bisa memicu GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Saat kamu berbaring dalam kondisi perut penuh, asam lambung akan lebih mudah naik ke kerongkongan.

Rasa terbakar atau tidak nyaman di dada ini sering kali tidak sampai membuat kita bangun sepenuhnya, tapi cukup untuk mengganggu siklus tidur. Ketidaknyamanan fisik ini menyusup ke dalam alam mimpi. Pernah mimpi sesak napas atau tertindih sesuatu? Bisa jadi itu adalah cara otakmu merespons sensasi asam lambung yang sedang naik. Jadi, bukan karena ada "genderuwo" yang duduk di dada kamu, tapi karena ada seporsi sambal yang sedang bergejolak di lambung.

Gula Darah yang Naik-Turun Bak Roller Coaster

Kita sering kali berbuka dengan yang manis-manis secara berlebihan. Es buah pakai kental manis plus sirup, ditambah takjil kue-kue pasar. Lonjakan gula darah yang drastis (sugar spike) ini akan diikuti oleh penurunan yang juga drastis (sugar crash) saat kita mulai terlelap. Fluktuasi glukosa yang ekstrem ini sangat berpengaruh pada stabilitas emosi dan aktivitas otak saat tidur. Ketidakstabilan kimiawi ini adalah resep sempurna untuk memicu mimpi-mimpi yang bikin kita terbangun tengah malam dengan perasaan cemas.

Tips Biar Tidur Tetap Estetik Tanpa Mimpi Buruk

Terus, gimana caranya biar bisa buka enak tapi tidur tetap nyenyak? Kuncinya bukan dilarang makan enak, tapi soal manajemen waktu dan porsi. Cobalah untuk menerapkan prinsip mindful eating. Jangan langsung gas pol saat bedug. Mulailah dengan air putih dan sedikit buah kurma atau camilan ringan.

Beri jeda sekitar 20-30 menit sebelum masuk ke makanan berat. Ini memberikan waktu bagi otak untuk menerima sinyal kenyang, sehingga kamu nggak bakal gelap mata saat melihat nasi. Selain itu, usahakan ada jarak minimal 2 hingga 3 jam antara makan besar dan waktu tidur. Biarkan perutmu menyelesaikan tugas beratnya dulu sebelum kamu menutup mata.

Intinya, tubuh kita punya batasan. Menghargai proses pencernaan sama pentingnya dengan menghargai rasa lapar itu sendiri. Kalau kamu masih nekat menjadikan ajang buka puasa sebagai ajang balas dendam yang anarkis, ya jangan kaget kalau malamnya kamu bakal "berpetualang" di dunia mimpi yang penuh teror. Pilih mana antara kenyang sesaat tapi mimpi buruk atau makan secukupnya tapi tidur nyenyak sampai sahur? Pilihan ada di tanganmu dan di ujung sendokmu.

Logo Radio
🔴 Radio Live