Ceritra
Ceritra Uang

Rekor Kelam Sejarah Baru Ekonomi Indonesia Saat Rupiah Hari ini Terperosok Ke Angka Rp 17.600 Per Dollar AS di Tengah Guncangan Global Mei 2026

Nizar - Friday, 15 May 2026 | 02:37 PM

Background
Rekor Kelam Sejarah Baru Ekonomi Indonesia Saat Rupiah Hari ini Terperosok Ke Angka Rp 17.600 Per Dollar AS di Tengah Guncangan Global Mei 2026
Ilustrasi (trenmedia.co.id/)

Pasar keuangan dalam negeri sedang berada dalam kondisi yang sangat genting setelah nilai tukar Rupiah mencatatkan sejarah baru yang sangat pahit bagi stabilitas ekonomi nasional. Berdasarkan data perdagangan pasar spot pada Jumat 15 Mei 2026 mata uang Garuda secara resmi menembus level psikologis Rp 17.600 per Dollar Amerika Serikat yang merupakan angka terlemah sepanjang sejarah ekonomi Indonesia. Fenomena ini menciptakan gelombang kepanikan di lantai bursa karena pelemahan yang terjadi berlangsung sangat cepat dan melampaui prediksi banyak lembaga keuangan internasional yang sebelumnya masih optimis terhadap ketahanan moneter dalam negeri. Seluruh pelaku pasar kini tertuju pada langkah apa yang akan diambil oleh Bank Indonesia guna menstabilkan kondisi yang kian liar ini di tengah tekanan global yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat.

Pelemahan Rupiah yang Menembus Level Psikologis Terendah Sepanjang Sejarah

Mengutip laporan dari Tribunnews Medan pelemahan Rupiah hingga menyentuh angka Rp 17.600 merupakan sebuah anomali besar yang memaksa para pelaku usaha untuk menghitung ulang seluruh rencana anggaran operasional mereka. Kondisi ini dipicu oleh kuatnya indeks Dollar Amerika Serikat yang terus melaju kencang akibat kebijakan suku bunga tinggi di negara paman sam yang tidak kunjung turun. Sejalan dengan pemberitaan dari Merdeka volatilitas yang terjadi pada hari ini mencerminkan betapa rentannya pasar modal Indonesia terhadap sentimen luar negeri yang sangat fluktuatif pada tahun 2026 ini. Investor asing dilaporkan mulai melakukan aksi jual bersih atau net sell secara masif untuk mengamankan likuiditas mereka ke dalam aset yang dianggap lebih aman sehingga semakin membebani posisi nilai tukar Rupiah di pasar internasional.

Prediksi Pengamat Mengenai Potensi Terjun Bebas Hingga Angka Rp 18.000

Lebih mengkhawatirkan lagi laporan dari Republika mencatat bahwa para pengamat ekonomi mulai mengeluarkan peringatan keras mengenai kemungkinan Rupiah akan terus merosot hingga menembus angka Rp 18.000 sebelum berakhirnya bulan Mei 2026. Tekanan inflasi global yang terus menghantui serta ketidakpastian jalur perdagangan internasional dipandang sebagai bensin utama yang membakar laju depresiasi mata uang domestik saat ini. Jika intervensi moneter yang dilakukan oleh pemerintah tidak mampu memberikan efek kejut yang positif maka daya beli masyarakat diprediksi akan mengalami hantaman yang sangat keras akibat kenaikan harga barang impor. Para ahli menyarankan agar masyarakat mulai melakukan langkah-langkah antisipasi finansial yang ketat guna menghadapi skenario terburuk dari krisis nilai tukar yang sedang berlangsung ini.

Logo Radio
🔴 Radio Live