Menjadi Tamu Allah yang Beradab: Panduan Lengkap Ziarah ke Masjidil Aqsa
Refa - Monday, 02 February 2026 | 07:30 PM


Mengunjungi Masjidil Aqsa bukan sekadar melakukan perjalanan wisata religi biasa, melainkan sebuah safar ibadah menuju tanah yang disucikan dan diberkahi. Sebagai salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk diziarahi, setiap langkah menuju Baitul Maqdis harus disertai dengan kesiapan spiritual dan pemahaman akan adab yang berlaku.
Mengingat kedudukannya yang sangat istimewa dalam sejarah Islam, para peziarah muslim di tahun 2026 ini diharapkan dapat menjaga marwah dan kehormatan masjid tersebut. Berikut adalah panduan adab dan etika yang perlu diperhatikan saat berziarah ke kompleks Al-Haram Asy-Syarif.
1. Menata Niat dan Mensucikan Diri
Keutamaan ibadah di Masjidil Aqsa sangat bergantung pada niat di dalam hati. Sebagaimana hadis Nabi SAW yang menganjurkan perjalanan ke tiga masjid utama, niat utama haruslah untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Ikhlas karena Allah: Pastikan kunjungan bukan untuk pamer atau sekadar berfoto.
- Bersuci: Sangat dianjurkan untuk masuk ke dalam kompleks masjid dalam keadaan memiliki wudu yang sempurna.
- Tobat: Sebelum menginjakkan kaki di tanah para nabi, perbanyaklah istighfar agar ibadah di sana diterima dengan hati yang bersih.
2. Mengenakan Pakaian yang Sopan dan Menutup Aurat
Meskipun kompleks Al-Aqsa sangat luas dan terbuka, area ini adalah tempat suci yang dijaga kehormatannya. Para peziarah wajib mengenakan pakaian yang memenuhi standar syariat:
- Pria: Mengenakan pakaian yang rapi, tidak ketat, dan sopan. Disarankan mengenakan kemeja atau baju koko.
- Wanita: Menggunakan hijab yang sempurna, pakaian longgar (gamis/abaya), dan tidak mencolok.
- Alas Kaki: Saat memasuki bangunan masjid (seperti Masjid Al-Qibli atau Dome of the Rock), pastikan melepas alas kaki dan meletakkannya di tempat yang sudah disediakan dengan rapi.
3. Menjaga Ketenangan dan Kehormatan Tempat
Masjidil Aqsa adalah tempat untuk berzikir, salat, dan merenung. Hindari aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan jamaah lain atau merusak kesakralan area tersebut.
- Tidak Berisik: Hindari berbicara keras, tertawa berlebihan, atau berteriak di dalam kompleks.
- Penggunaan Ponsel: Matikan suara ponsel. Gunakan ponsel untuk mengambil gambar secukupnya tanpa mengganggu orang yang sedang salat atau membaca Al-Qur'an.
- Menghindari Swafoto Berlebihan: Jangan menjadikan area suci ini sebagai latar belakang konten media sosial secara berlebihan hingga melupakan esensi ibadahnya.
4. Mendirikan Salat Tahiyatul Masjid
Sesaat setelah memasuki kompleks Al-Haram Asy-Syarif, peziarah sangat dianjurkan untuk segera mendirikan salat sunah tahiyatul masjid sebagai bentuk penghormatan.
تَحِيَّةُ الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى
Lari: Tahiyyatul Masjidil Aqshâ.
Perlu diingat bahwa seluruh area di dalam pagar (kompleks seluas 144 hektar) adalah bagian dari Masjidil Aqsa. Jadi, salat di area pelataran terbuka pun memiliki keutamaan yang sama dengan salat di dalam bangunan masjid berkubah emas atau perak.
5. Menghormati Penduduk Lokal dan Penjaga Masjid
Para penjaga masjid (Murabithin) dan penduduk Al-Quds telah lama menjaga Masjidil Aqsa di tengah berbagai kesulitan. Menunjukkan akhlak yang baik kepada mereka adalah bagian dari adab berziarah.
- Ramah dan Bersahaja: Berikan salam dan senyuman kepada para penjaga dan jamaah lokal.
- Membantu Ekonomi Lokal: Jika memungkinkan, berbelanjalah di toko-toko milik warga muslim di sekitar Kota Tua Yerusalem untuk membantu menjaga keberlangsungan hidup mereka.
- Sabar: Mengingat kondisi keamanan yang sering kali fluktuatif, tetaplah bersabar saat melewati pemeriksaan atau jika ada pembatasan akses oleh otoritas setempat.
6. Berdoa dan Berzikir dengan Sungguh-Sungguh
Manfaatkan waktu di Masjidil Aqsa untuk memanjatkan doa-doa terbaik. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa di tempat ini memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satu doa yang bisa dipanjatkan adalah:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى وَارْزُقْنَا فِيهِ صَلَاةً قَبْلَ الْمَمَاتِ
Lari: Allâhummaj'alnâ min ahlil masjidil aqshâ warzuqnâ fîhi shalâtan qablal mamât.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami termasuk ahli Masjidil Aqsa dan anugerahkanlah kami kesempatan salat di dalamnya sebelum ajal menjemput."
Penutup: Menjadi Tamu Allah yang Beradab
Berziarah ke Masjidil Aqsa di tahun 2026 ini merupakan nikmat yang sangat besar. Dengan menjaga adab-adab di atas, seorang peziarah tidak hanya mendapatkan pahala ibadah yang berlipat ganda, tetapi juga ikut menjaga kemuliaan kiblat pertama umat Islam. Jadikanlah kunjungan tersebut sebagai sarana transformasi diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
Next News

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
15 hours ago

Keren Sejak Dulu! Intip Skena Musik Indonesia Zaman Kolonial
20 hours ago

Penyelamat Nasi Putih: Bagaimana Sambal Menjadi Simbol Kemewahan Paling Murah di Indonesia
9 hours ago

Kenapa Radang Tenggorokan Lebih Sering Menyerang Anak-Anak Daripada Orang Dewasa?
21 hours ago

Lebih dari Sekadar "Jamet": Membedah Filosofi di Balik Gaya Rambut Sasuke dan Subkultur Emo
3 days ago

Jangan Kaget Dulu! Membedah Kenapa "Jancok" Jadi Bahasa Cinta Arek Suroboyo
3 days ago

Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans
4 days ago

Emang Masih Jaman Baca Koran? Alasan Koran Masih Tetap Layak Untuk Dibeli di Era Digital
4 days ago

Bukan Sekadar Mendayu, Ini Alasan Politis di Balik Vibe Melayu pada Lagu Nasional Indonesia
7 days ago

Bukan Sekadar Lomba 17-an, Egrang adalah "Life Lesson" Tentang Keseimbangan dan Ego
7 days ago






