Mengenal Teknologi Passkey yang Akan Menggantikan Kata Sandi
Refa - Friday, 19 December 2025 | 11:00 AM


Selama puluhan tahun, pengguna internet terbiasa mengamankan akun dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol yang rumit. Namun, metode kata sandi (password) tradisional kini dianggap usang dan tidak lagi aman menghadapi serangan siber modern.
Sebagai respons, raksasa teknologi dunia mulai menerapkan standar keamanan baru bernama passkey. Sistem ini diprediksi akan menggantikan kata sandi sepenuhnya dalam beberapa tahun ke depan.
Berikut adalah penjelasan mengenai cara kerja, keunggulan, dan dampak pembaruan teknologi ini bagi pengguna sehari-hari.
Apa Itu Passkey
Passkey adalah metode masuk (login) tanpa kata sandi yang menggunakan otentikasi biometrik perangkat. Sederhananya, masuk ke akun Google atau WhatsApp kini bisa dilakukan semudah membuka kunci layar ponsel, yaitu menggunakan sidik jari (fingerprint) atau pemindai wajah (face unlock).
Secara teknis, passkey menyimpan kunci digital unik di dalam perangkat keras pengguna (HP atau Laptop), bukan di server perusahaan. Kunci ini hanya bisa diaktifkan jika pemilik asli melakukan verifikasi biometrik.
Anti Pencurian dan Anti Phishing
Kelemahan terbesar kata sandi adalah bisa dicuri. Hacker sering membuat situs palsu (phishing) yang menyerupai halaman login bank atau media sosial untuk menipu pengguna agar mengetikkan kata sandinya.
Dengan passkey, risiko ini hilang total. Karena passkey tidak berupa deretan huruf yang diketik, melainkan kunci digital yang tertanam di perangkat, pengguna tidak bisa "tidak sengaja" memberikannya kepada penipu. Sekalipun pengguna tertipu masuk ke situs palsu, situs tersebut tidak akan bisa mengakses kunci digital yang tersimpan aman di dalam ponsel pengguna.
Tidak Perlu Mengingat Kombinasi Rumit
Masalah utama pengguna internet saat ini adalah "kelelahan kata sandi" (password fatigue). Karena setiap akun meminta sandi yang berbeda dan rumit (harus ada huruf besar, simbol, angka), banyak orang akhirnya menggunakan satu sandi yang sama untuk semua akun. Ini sangat berbahaya.
Passkey menghilangkan beban ingatan tersebut. Pengguna tidak perlu lagi mengingat apakah sandinya menggunakan "A" besar atau "a" kecil. Cukup tempelkan jari atau pindai wajah, sistem akan otomatis mengenali pemilik akun.
Sinkronisasi Antar Perangkat
Banyak pengguna khawatir jika ponsel hilang, mereka tidak bisa masuk ke akun. Namun, teknologi passkey kini sudah mendukung sinkronisasi awan (cloud sync).
Untuk pengguna Apple, passkey tersimpan di iCloud Keychain. Jika ganti iPhone baru, passkey akan otomatis tersedia setelah login Apple ID. Sedangkan, pada pengguna Google/Android, passkey tersimpan di Google Password Manager.
Selain itu, jika pengguna ingin login di perangkat asing (misalnya di komputer warnet atau kantor), mereka cukup memindai kode QR di layar komputer menggunakan kamera ponsel pribadi untuk memberikan izin akses.
Cara Mulai Menggunakan Passkey
Saat ini, fitur passkey sudah tersedia untuk akun Google, Apple ID, WhatsApp, Amazon, dan PayPal.
Untuk mengaktifkannya, pengguna bisa masuk ke menu pengaturan keamanan akun masing-masing (biasanya di bagian Account Security atau Sign-in Options), lalu cari opsi "Create a Passkey". Setelah diaktifkan, sistem akan meminta verifikasi biometrik sekali, dan setelah itu metode login lama (password ketik) bisa mulai ditinggalkan.
Next News

Saat Data Menjadi Aset Baru: Mengenal Kedaulatan Digital Indonesia
in an hour

Google Mulai Ditinggalkan, TikTok Jadi Referensi Utama Anak Muda
6 days ago

Panduan Upgrade Skill Excel Agar CV Kamu Bukan Sekadar Janji
7 days ago

Evolusi Teknologi Mendengar Musik: Dari Benda Fisik Hingga Jadi Kode Digital
15 days ago

Gerah Maksimal! Kenali Tanda Freon AC Bermasalah Sekarang
14 days ago

Biar Nggak Salah Sebut: Membedah Perbedaan SLR, DSLR, Mirrorless, dan Kamera Instan
15 days ago

Pilih Earphone TWS atau Kabel? Simak Perbandingan Lengkapnya
19 days ago

Cara Mengubah Deadline Jadi Seru dengan Keyboard Mekanik
21 days ago

Cerita Berkembangnya Air Mineral Kemasan di Indonesia: Dulu Jadi Lelucon Kini Jadi Kebutuhan
21 days ago

Komputer Kuantum: Mimpi Buruk atau Evolusi Teknologi Kripto?
21 days ago






