Liburan ke Puncak Macet? Ke Bulan Aja Tahun 2032, Syaratnya Cuma Satu: Harus Kaya Raya
Nisrina - Friday, 16 January 2026 | 03:15 PM


Bosan dengan rutinitas liburan yang itu-itu saja? Ke Bali ketemu tetangga sebelah, ke Puncak kena macet ganjil-genap, ke Singapura cuma buat foto di patung singa. Dunia pariwisata bumi sepertinya sudah terlalu mainstream buat sebagian orang. Nah, kalau kamu termasuk orang yang bingung menghabiskan uang karena saking banyaknya, ada kabar gembira. Sebuah startup nekat di Amerika Serikat sudah membuka pemesanan untuk hotel di bulan! Iya, kamu nggak salah baca. Hotel di satelit bumi yang gersang dan penuh kawah itu. Rencananya bakal buka tahun 2032, jadi masih ada waktu buat menabung (atau merampok bank, tapi jangan ditiru).
Konsep liburan ke bulan ini benar-benar di luar nalar manusia rata-rata. Bayangkan, update status Instagram bukan lagi " Having fun at Kuta Beach ", tapi " Chilling at Sea of Tranquility, Earth looks small lol ". Flexing-nya level dewa, tidak ada lawan. Pemandangan jendela hotel bukan lagi jemuran tetangga atau kemacetan kota, tapi bola bumi yang biru berputar di kejauhan dengan latar belakang angkasa hitam pekat. Pengalaman menginapnya pun pasti beda. Tidur melayang karena gravitasi rendah, minum air yang bolanya terbang-terbang, dan mungkin sensasi buang air yang menantang hukum fisika.
Tapi tentu saja, mimpi indah ini ada harganya, dan harganya pasti bikin dompet, rekening, dan aset tujuh turunan menjerit. Jangan harap ada promo "Jumat Hemat" atau bisa bayar pakai paylater cicilan 12 kali. Ini adalah wisata untuk kaum 0,001% penduduk bumi. Biaya tiket roketnya saja mungkin bisa buat beli satu pulau di Indonesia. Belum lagi persiapan fisiknya. Kamu harus latihan ala astronaut biar nggak muntah-muntah saat peluncuran atau pingsan karena perubahan tekanan. Jadi ini bukan liburan santai, ini liburan penyiksaan fisik dengan biaya selangit tapi gengsinya setinggi langit.
Selain itu, kita juga harus skeptis sedikit sama target tahun 2032. Tahu sendiri kan proyek konstruksi di bumi saja sering molor, apalagi ini bangun hotel di luar angkasa. Tukangnya mau ngambil semen di mana? Materialnya dikirim pakai apa? Tantangan logistiknya gila-gilaan. Tapi ya, namanya juga jualan mimpi masa depan. Ide ini membuktikan kalau imajinasi dan ambisi manusia itu memang tidak ada remnya. Dulu orang bilang manusia nggak bisa terbang, sekarang pesawat ada di mana-mana. Dulu orang bilang ke bulan itu mustahil, sekarang malah mau dibikin hotel.
Jadi, sambil menunggu tahun 2032, kita rakyat jelata cukup jadi penonton saja. Biarkan para miliarder itu yang jadi kelinci percobaan pertama. Siapa tahu nanti kalau teknologinya sudah murah, cucu-cicit kita bisa study tour ke bulan naik angkot antariksa. Untuk sekarang, liburan ke Puncak atau ke pantai anyer juga sudah cukup bahagia kok, asal nggak macet dan makanannya enak. Lagian di bulan nggak ada tukang nasi goreng tek-tek lewat depan hotel, kan?
Next News

20 Kata Kerja Bahasa Inggris yang Wajib Dihafal Mati oleh Pemula
2 hours ago

Misteri 12 PM vs 12 AM: Penyebab Utama Ketinggalan Pesawat dan Salah Jadwal Kencan
6 hours ago

Gaya Batu Bukan Solusi: Tips Renang Biar Nggak Malu-maluin di Kolam Umum
7 hours ago

Misi Mustahil Emak-Emak: Mencetak Anak Jenius di Tengah Gempuran Micin dan Gula
8 hours ago

Simbol @ yang Menguasai Dunia: Dari Pasar Ikan Abad Pertengahan ke Kolom Komentar Julid
9 hours ago

Makan Sayur Biar Sehat, Eh Malah Bonus Parkinson: Plot Twist Ngeri di Piring Kita
10 hours ago

Mengapa 'Fix You' Bisa Bikin Air Mata Keluar Tanpa Permisi
11 hours ago

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
a day ago

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
a day ago

Bukan Sekadar Perjalanan, Ini Protokol Langit Saat Nabi Muhammad SAW Naik Buraq
a day ago






