Gaya Batu Bukan Solusi: Tips Renang Biar Nggak Malu-maluin di Kolam Umum
Nisrina - Friday, 16 January 2026 | 12:15 PM


Berenang adalah salah satu olahraga yang paling banyak menipu mata. Kalau kita lihat atlet renang di TV, kelihatannya enak banget, meluncur mulus membelah air kayak lumba-lumba. Tapi begitu kita nyemplung sendiri ke kolam, realitanya langsung menampar keras. Bukannya meluncur indah, yang ada malah kita panik, megap-megap nelan air kaporit, dan berakhir melakukan gaya batu alias tenggelam perlahan ke dasar kolam. Bagi pemula, kolam renang umum adalah panggung komedi sekaligus arena uji nyali. Niat hati ingin olahraga biar sehat, apa daya skill pas-pasan bikin kita cuma berani main air di pinggiran kolam anak-anak.
Padahal, kunci utama bisa berenang itu sederhana tapi susah dipraktikkan: jangan panik. Musuh terbesar perenang pemula bukanlah kedalaman air, melainkan pikiran sendiri yang heboh takut tenggelam. Semakin kamu panik, ototmu semakin kaku, dan badanmu semakin berat kayak karung beras. Cobalah untuk rileks. Anggap air itu teman, bukan penagih hutang yang harus dihindari. Mulailah dengan belajar mengapung. Rasakan sensasi badanmu diangkat oleh air. Kalau sudah bisa mengapung dan merasa nyaman, separuh perjuanganmu sudah berhasil. Sisanya tinggal belajar menggerakkan kaki dan tangan supaya bisa maju, bukan cuma ngambang di tempat kayak kayu hanyut.
Teknik pernapasan juga menjadi koentji yang sering dilupakan. Banyak orang menahan napas sekuat tenaga saat kepala masuk air sampai muka merah padam, lalu pas muncul ke permukaan langsung "hah-hosh" kayak orang habis lari maraton. Cara yang benar itu elegan: buang napas pelan-pelan lewat hidung saat muka di dalam air (bikin gelembung-gelembung kecil), lalu ambil napas cepat lewat mulut saat kepala naik. Kedengarannya gampang, tapi praktiknya sering kali bikin hidung kemasukan air yang perihnya sampai ke otak. Butuh latihan berulang-ulang sampai kamu menemukan ritme yang pas dan nggak tersedak lagi.
Jangan lupa juga soal etika dan penampilan. Gunakan kacamata renang, bukan biar gaya-gayaan, tapi biar mata nggak merah kena kaporit dan kamu bisa lihat dinding kolam biar nggak nabrak. Pemanasan sebelum nyemplung itu wajib hukumnya biar nggak kram di tengah kolam. Bayangkan malunya kalau harus ditolong penjaga pantai gara-gara kaki kram di kolam yang dalamnya cuma sedada. Dan tolong, jangan pipis di kolam renang. Meskipun airnya banyak dan nggak kelihatan, itu tindakan kriminal terhadap kebersihan yang sangat tidak terpuji.
Intinya, berenang itu butuh proses. Nggak ada orang yang langsung jago gaya kupu-kupu dalam sekali nyemplung. Nikmati saja proses belajar minum air kolam, belajar gaya anjing, sampai akhirnya bisa gaya dada atau gaya bebas dengan lancar. Kalau masih belum bisa juga, ya minimal kamu sudah berusaha olahraga dan berjemur matahari. Yang penting tetap pede, meskipun gayanya masih acak-acakan, asalkan badan bergerak dan hati senang, itu sudah cukup menyehatkan kok.
Next News

20 Kata Kerja Bahasa Inggris yang Wajib Dihafal Mati oleh Pemula
2 hours ago

Liburan ke Puncak Macet? Ke Bulan Aja Tahun 2032, Syaratnya Cuma Satu: Harus Kaya Raya
4 hours ago

Misteri 12 PM vs 12 AM: Penyebab Utama Ketinggalan Pesawat dan Salah Jadwal Kencan
6 hours ago

Misi Mustahil Emak-Emak: Mencetak Anak Jenius di Tengah Gempuran Micin dan Gula
8 hours ago

Simbol @ yang Menguasai Dunia: Dari Pasar Ikan Abad Pertengahan ke Kolom Komentar Julid
9 hours ago

Makan Sayur Biar Sehat, Eh Malah Bonus Parkinson: Plot Twist Ngeri di Piring Kita
10 hours ago

Mengapa 'Fix You' Bisa Bikin Air Mata Keluar Tanpa Permisi
11 hours ago

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
a day ago

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
a day ago

Bukan Sekadar Perjalanan, Ini Protokol Langit Saat Nabi Muhammad SAW Naik Buraq
a day ago






