Kurang Kalsium Picu Sakit Sendi, Ini Saran Dokter Spesialis
Refa - Tuesday, 27 January 2026 | 03:00 PM


Sakit sendi dan pegal linu sering kali dianggap penyakit "orang tua", padahal gaya hidup dan pola makan saat muda sangat menentukan kesehatan tulang di masa depan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Universitas Airlangga (Unair), dr. Decsa Medika Hertanto, mengingatkan bahwa salah satu penyebab utama nyeri sendi adalah kurangnya asupan kalsium dalam jangka panjang.
Tulang dan sendi membutuhkan nutrisi harian untuk beregenerasi. Jika asupan kurang, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang, yang lama-kelamaan menyebabkan keropos dan nyeri sendi.
Berikut adalah 3 tips utama dari dr. Decsa untuk menjaga sendi tetap "licin" dan kuat:
1. Perbanyak Asupan Kalsium & Protein
Kunci utama pencegahan adalah memperbaiki menu harian. Pastikan Anda mengonsumsi makanan tinggi kalsium dan protein seperti susu, ikan, dan kacang-kacangan.
Secara spesifik, dr. Decsa menyarankan konsumsi susu kambing sebagai alternatif yang sangat baik. Susu kambing diketahui memiliki kandungan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan susu sapi biasa, sehingga sangat efektif untuk mengatasi nyeri sendi dan pegal linu.
2. Hindari Rokok, Kafein & Purin
Selain menambah nutrisi, wajib mengurangi zat yang merusak tulang. Hindari merokok dan konsumsi kafein berlebihan (kopi/teh) karena dapat menghambat penyerapan kalsium oleh tubuh.
Waspadai juga makanan yang mengandung purin tinggi (seperti jeroan, daging merah berlebih), karena purin yang menumpuk bisa memicu radang sendi asam urat (gout) yang sangat menyakitkan.
3. Olahraga Beban & Lari
Nutrisi saja tidak cukup. Tulang dan sendi harus diberi "beban" agar semakin padat. Lakukan olahraga rutin seperti jogging atau angkat beban.
Aktivitas fisik yang teratur terbukti dapat meningkatkan massa otot di sekitar sendi, yang berfungsi sebagai penyangga alami. Riset menunjukkan bahwa olahraga rutin bahkan bisa mengurangi risiko patah tulang (fraktur) hingga 40%.
Next News

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
15 hours ago

Keren Sejak Dulu! Intip Skena Musik Indonesia Zaman Kolonial
20 hours ago

Penyelamat Nasi Putih: Bagaimana Sambal Menjadi Simbol Kemewahan Paling Murah di Indonesia
8 hours ago

Kenapa Radang Tenggorokan Lebih Sering Menyerang Anak-Anak Daripada Orang Dewasa?
21 hours ago

Lebih dari Sekadar "Jamet": Membedah Filosofi di Balik Gaya Rambut Sasuke dan Subkultur Emo
3 days ago

Jangan Kaget Dulu! Membedah Kenapa "Jancok" Jadi Bahasa Cinta Arek Suroboyo
3 days ago

Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans
4 days ago

Emang Masih Jaman Baca Koran? Alasan Koran Masih Tetap Layak Untuk Dibeli di Era Digital
4 days ago

Bukan Sekadar Mendayu, Ini Alasan Politis di Balik Vibe Melayu pada Lagu Nasional Indonesia
7 days ago

Bukan Sekadar Lomba 17-an, Egrang adalah "Life Lesson" Tentang Keseimbangan dan Ego
7 days ago






