Ceritra
Ceritra Warga

Kunci Haji Mabrur, Jemaah Wajib Istirahat Total Seminggu Sebelum Berangkat

Nisrina - Wednesday, 14 January 2026 | 10:45 AM

Background
Kunci Haji Mabrur, Jemaah Wajib Istirahat Total Seminggu Sebelum Berangkat
Jemaah haji sedang melakukan tawaf. (Getty Images/)

Ibadah haji sering kali disebut sebagai ibadah fisik yang menuntut stamina prima. Berbeda dengan ibadah lainnya yang mungkin lebih menekankan pada aspek spiritual atau harta semata, haji menggabungkan kemampuan finansial, kesiapan mental, dan yang paling krusial adalah kekuatan fisik. Dalam konteks persiapan keberangkatan haji tahun 2026, muncul imbauan medis yang sangat penting dan relevan untuk diterapkan oleh setiap calon jemaah haji di masa mendatang, yaitu kewajiban untuk melakukan istirahat total minimal satu minggu sebelum jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

Imbauan ini bukan tanpa alasan medis yang kuat. Berdasarkan analisis kesehatan dari tahun ke tahun, banyak jemaah haji Indonesia yang jatuh sakit justru pada hari-hari pertama kedatangan mereka di Arab Saudi. Fenomena ini sering kali bukan disebabkan oleh cuaca ekstrem di sana semata, melainkan karena akumulasi kelelahan yang dibawa dari Tanah Air. Tradisi masyarakat Indonesia yang sangat guyub sering kali menjadi pedang bermata dua bagi kesehatan calon jemaah.

Sudah menjadi kebiasaan bahwa sebelum berangkat, calon jemaah akan menggelar acara syukuran atau walimatus safar, serta menerima tamu kerabat dan tetangga yang datang silih berganti untuk mendoakan. Meskipun niatnya sangat mulia untuk menyambung silaturahmi, aktivitas ini sering kali berlangsung dari pagi hingga larut malam selama berhari-hari menjelang keberangkatan. Akibatnya, jemaah kurang tidur, pola makan menjadi tidak teratur, dan tingkat stres meningkat karena memikirkan persiapan. Ketika masuk asrama haji dan naik pesawat dalam perjalanan panjang belasan jam, kondisi tubuh sudah berada di titik terendah atau drop.

Istirahat total tujuh hari sebelum keberangkatan adalah strategi "pengisian daya" atau recharging energi yang vital. Dalam periode ini, calon jemaah disarankan untuk membatasi aktivitas sosial secara drastis. Penerimaan tamu sebaiknya sudah diselesaikan jauh-jauh hari atau dibatasi jamnya agar jemaah memiliki waktu tidur yang cukup, yakni minimal 7 hingga 8 jam per malam. Tidur yang cukup adalah kunci utama untuk menjaga sistem imun tubuh tetap optimal. Dengan imunitas yang kuat, tubuh akan memiliki pertahanan yang lebih baik terhadap virus flu, batuk, atau infeksi saluran pernapasan yang sangat mudah menular di tengah kerumunan jutaan manusia.

Selain manajemen waktu tidur, periode satu minggu ini harus dimanfaatkan untuk persiapan fisik ringan dan nutrisi. Calon jemaah disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi tinggi protein dan vitamin, serta memastikan hidrasi yang cukup dengan minum air putih secara teratur. Olahraga berat harus dihindari untuk mencegah cedera, namun jalan kaki ringan di pagi hari sangat dianjurkan untuk melatih otot kaki dan jantung. Hal ini mengingat ritual haji seperti Tawaf, Sa'i, dan perjalanan di Arafah, Muzdalifah, serta Mina (Armuzna) membutuhkan kekuatan kaki yang luar biasa dengan jarak tempuh puluhan kilometer.

Kondisi di Arab Saudi dengan cuaca yang cenderung panas dan kering akan menjadi tantangan tersendiri. Jika jemaah datang dalam kondisi bugar, proses adaptasi atau aklimatisasi tubuh terhadap cuaca ekstrem tersebut akan berjalan lebih lancar. Sebaliknya, jika jemaah datang dalam kondisi lelah, risiko terkena heatstroke, dehidrasi, atau kambuhnya penyakit bawaan (komorbid) akan meningkat drastis. Oleh karena itu, disiplin untuk "egois" demi kesehatan diri sendiri di minggu terakhir sebelum berangkat adalah bentuk ikhtiar untuk menyempurnakan ibadah.

Para keluarga dan kerabat juga memegang peran penting dalam mendukung imbauan ini. Masyarakat perlu diedukasi bahwa bentuk dukungan terbaik bagi calon jemaah haji di hari-hari terakhir bukan dengan bertamu yang menghabiskan waktu istirahat mereka, melainkan dengan memberikan ruang tenang agar mereka bisa mempersiapkan fisik dan mental. Dengan kondisi fisik yang prima, jemaah dapat menjalankan seluruh rukun dan wajib haji dengan khusyuk dan lancar, sehingga harapan untuk meraih predikat haji yang mabrur dapat tercapai dengan lebih baik. Kesehatan adalah modal utama ibadah, dan menjaganya sebelum berangkat adalah langkah awal dari kesuksesan perjalanan suci tersebut.

Tags

Logo Radio
🔴 Radio Live