Ceritra
Ceritra Warga

Jarang Dibahas! Fakta-Fakta Tersembunyi Isra’ Mi’raj yang Tak Banyak Diketahui Umat Muslim

Refa - Thursday, 15 January 2026 | 11:00 AM

Background
Jarang Dibahas! Fakta-Fakta Tersembunyi Isra’ Mi’raj yang Tak Banyak Diketahui Umat Muslim
Ilustrasi Isra Miraj (Pinterest/Pixabay)

Kisah Isra’ Mi’raj umumnya dikenal sebagai perjalanan Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu. Namun, di balik narasi besar tersebut, terdapat detail-detail peristiwa (fragmen) yang penuh makna simbolis namun jarang dibahas secara mendalam. Detail-detail ini memberikan gambaran betapa kompleks dan spiritualnya persiapan serta pengalaman yang dialami Rasulullah SAW sebelum dan selama menembus langit ketujuh.

Persiapan Sebelum Berangkat

Sebelum menaiki Buraq dan memulai perjalanan dari Mekkah, Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa penyucian fisik dan rohani yang luar biasa. Malaikat Jibril membelah dada Nabi, mengeluarkan hatinya, lalu mencucinya dengan air Zamzam.

Setelah bersih, hati tersebut diisi dengan hikmah dan keimanan, kemudian dikembalikan ke tempat semula. Proses ini melambangkan bahwa untuk menghadap Allah SWT dan menerima mandat agung, seseorang harus memiliki hati yang benar-benar suci, bebas dari kotoran duniawi, serta siap menampung cahaya ilahi.

Tes Psikologi Melalui Dua Gelas Minuman

Di tengah perjalanan (sebagian riwayat menyebutkan di Baitul Maqdis, sebagian lain di langit), Malaikat Jibril menyuguhkan dua gelas minuman kepada Nabi Muhammad SAW. Gelas pertama berisi khamr (minuman keras/arak) dan gelas kedua berisi susu.

Nabi Muhammad SAW memilih gelas berisi susu. Melihat pilihan itu, Jibril berkata, "Engkau telah memilih fitrah. Seandainya engkau mengambil khamr, niscaya umatmu akan tersesat." Pilihan ini menyimbolkan kesucian ajaran Islam yang sejalan dengan naluri murni manusia.

Mitos vs Fakta Fisik Buraq

Banyak ilustrasi kultural yang menggambarkan Buraq sebagai kuda bersayap dengan kepala wanita cantik. Namun, dalam hadis shahih, deskripsi Buraq jauh berbeda dan tidak menyebutkan wajah manusia. Buraq digambarkan sebagai hewan berwarna putih, bertubuh panjang, ukurannya lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal (peranakan kuda dan keledai). Keistimewaan utamanya terletak pada kecepatannya. Satu langkah kakinya sejauh mata memandang. Kakinya akan memanjang saat menanjak dan memendek saat menurun agar pengendaranya tetap datar dan nyaman.

Aroma Harum dari Kuburan Masyithah

Saat melintasi langit, Nabi Muhammad SAW mencium aroma yang sangat harum dan menenangkan. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa itu adalah aroma dari Masyithah, tukang sisir putri Firaun, beserta keluarganya.

Fakta ini sering terlewat, padahal kisah ini sangat menyentuh. Masyithah dihukum mati dengan cara direbus dalam kuali panas oleh Firaun karena teguh mempertahankan imannya kepada Allah. Aroma harum itu adalah bukti kemuliaan yang Allah berikan padanya di alam barzah sebagai balasan atas keteguhan aqidahnya.

Bentuk Asli Sidratul Muntaha

Kita sering mendengar nama Sidratul Muntaha sebagai titik akhir perjalanan, namun jarang mengetahui bentuknya. Dalam hadis digambarkan bahwa Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon bidara raksasa. Daun-daunnya selebar telinga gajah dan buah-buahnya sebesar tempayan (bejana tanah liat) dari daerah Hajar. Pohon ini diliputi oleh warna-warna indah yang tidak mampu dideskripsikan oleh mata manusia dan dikelilingi oleh ribuan malaikat yang berzikir. Ini adalah batas pengetahuan makhluk, di mana tidak ada satu pun yang bisa melewatinya kecuali atas izin Allah.

Logo Radio
🔴 Radio Live