Apa yang Terjadi di Tujuh Langit? Kisah Pertemuan Rasulullah dengan Para Nabi
Refa - Thursday, 15 January 2026 | 10:30 AM


Setelah menyelesaikan perjalanan Isra' dari Mekkah ke Palestina, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan Mi'raj, yaitu naik menembus lapisan-lapisan langit menuju Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan ini, beliau didampingi oleh Malaikat Jibril. Di setiap lapisan langit, Jibril meminta izin kepada penjaga langit untuk membukakan pintu. Setelah diizinkan masuk, Rasulullah disambut oleh para nabi terdahulu yang memberikan salam, doa, dan pengakuan atas kenabian beliau. Pertemuan ini melambangkan ikatan persaudaraan yang kuat di antara para utusan Allah.
Langit Pertama hingga Ketiga: Bapak Manusia dan Keindahan Fisik
Pada langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam AS. Sebagai manusia pertama dan bapak seluruh umat manusia, Nabi Adam menyambut Rasulullah layaknya seorang ayah menyambut anaknya yang saleh.
Naik ke langit kedua, beliau bertemu dengan dua nabi bersaudara sepupu, yaitu Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Keduanya menyambut beliau dengan hangat.
Perjalanan berlanjut ke langit ketiga, di mana Rasulullah bertemu dengan Nabi Yusuf AS. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi Yusuf dikaruniai separuh dari ketampanan dunia dan beliau mendoakan kebaikan bagi Nabi Muhammad.
Langit Keempat dan Kelima: Kemuliaan Kedudukan
Memasuki langit keempat, Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan Nabi Idris AS. Pertemuan ini menegaskan firman Allah dalam Al-Qur'an yang menyebutkan bahwa Nabi Idris diangkat ke tempat yang tinggi (martabatnya).
Selanjutnya di langit kelima, beliau bertemu dengan Nabi Harun AS. Nabi Harun dikenal sebagai sosok yang sangat dicintai oleh kaumnya di Bani Israil karena kepandaiannya berbicara dan kelembutannya dalam mendampingi saudaranya, Nabi Musa.
Langit Keenam: Dialog dengan Kalimullah
Di langit keenam, terjadi pertemuan penting dengan Nabi Musa AS. Saat Nabi Muhammad hendak melanjutkan perjalanan ke langit berikutnya, Nabi Musa sempat menangis. Ketika ditanya alasannya, Nabi Musa menjelaskan bahwa ia menangis bukan karena iri, melainkan karena sedih mengetahui bahwa jumlah umat Nabi Muhammad yang masuk surga akan lebih banyak dibandingkan umatnya sendiri, padahal Nabi Muhammad diutus jauh setelahnya. Nabi Musa kelak memegang peranan krusial dalam memberikan saran kepada Rasulullah untuk meminta keringanan jumlah rakaat sholat kepada Allah.
Langit Ketujuh: Sang Bapak Para Nabi
Puncak pertemuan dengan sesama manusia terjadi di langit ketujuh, di mana Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS. Nabi Ibrahim terlihat sedang menyandarkan punggungnya di Baitul Makmur, sebuah tempat di langit ketujuh yang menjadi kiblat bagi para malaikat (serupa dengan Ka'bah di bumi). Setiap harinya, 70.000 malaikat masuk ke tempat tersebut dan tidak pernah keluar lagi. Nabi Ibrahim menyambut Rasulullah sebagai anak yang saleh dan nabi yang saleh, serta menitipkan salam untuk umat Islam dengan pesan tentang tanaman surga, yaitu zikir Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.
Next News

5 Tips Mengubah Nasib Apes Jadi Hari yang Tetap Produktif
13 hours ago

Bukan Mood Swing Semata, Ini 4 Fase yang Dialami Wanita Setiap Bulan
14 hours ago

Solusi Bebas Antre BBM: Haruskah Ganti ke Mobil Listrik/Hybrid Sekarang?
5 days ago

Mengapa Kita Malah Beres-Beres Saat Ada Tugas? Ini Jawabannya
5 days ago

Merah Cat atau Darah? Menguak Misteri Jembatan Merah Surabaya
8 days ago

Team Bedong vs Team M-Shape, Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?
8 days ago

Pilih Sepatu Olahraga Tepat Biar Kaki Stabil dan Bebas Cedera
8 days ago

Tren Dompet, Pouch dan Tas Mini: Solusi Praktis Tanpa Ransel Berat
9 days ago

Pilih Estetika Totebag atau Fungsi Ransel? Ini Panduannya!
11 days ago

Digital Detox: Solusi dari Kebiasaan Scroll Tanpa Henti di Era Digital
11 days ago






