Kenapa Pakar Keamanan Siber Selalu Menyarankan Ganti Password Secara Rutin?
Refa - Friday, 09 January 2026 | 11:30 AM


Mengganti kata sandi (password) sering kali dianggap sebagai aktivitas yang merepotkan. Harus memikirkan kombinasi baru, mengingatnya kembali, hingga risiko akun terkunci karena lupa sandi baru menjadi alasan utama banyak orang enggan melakukannya.
Padahal, para pakar keamanan siber menyarankan pembaruan sandi secara rutin sebagai garis pertahanan pertama melawan kejahatan digital. Membiarkan satu password dipakai bertahun-tahun sama saja dengan membiarkan pintu rumah tidak pernah dikunci ganda.
Berikut adalah alasan krusial mengapa rutinitas mengganti password tidak boleh diabaikan.
1. Mengantisipasi Kebocoran Data yang Tak Disadari
Kasus kebocoran data (data breach) pada platform besar sering terjadi tanpa sepengetahuan pengguna. Sering kali, email dan password seseorang sudah diperjualbelikan di pasar gelap (dark web) berbulan-bulan sebelum beritanya muncul di media.
Jika password tidak pernah diganti, peretas memiliki akses bebas ke akun tersebut kapan saja. Dengan rutin mengganti sandi, akses yang mungkin sudah bocor di masa lalu menjadi tidak valid lagi, sehingga akun kembali aman.
2. Mencegah Serangan Credential Stuffing
Peretas jarang menebak password secara manual. Mereka menggunakan teknik Credential Stuffing, yaitu menggunakan robot untuk memasukkan kombinasi username dan password lama yang pernah bocor ke ribuan situs lain secara otomatis.
Mengingat banyak orang cenderung menggunakan satu password untuk semua akun (medsos, e-commerce, hingga email kerja), risiko efek domino sangat besar. Mengganti password secara berkala memutus rantai kecocokan data ini, sehingga peretas gagal masuk meski memiliki data lama.
3. "Membersihkan" Akses Perangkat Lain
Tanpa sadar, seseorang mungkin pernah login akun Google atau media sosial di perangkat yang bukan miliknya, seperti komputer kantor, laptop teman, atau ponsel lama yang sudah dijual. Sesi login ini sering kali masih aktif meski perangkatnya sudah tidak dipegang.
Mengganti password memiliki efek "bersih-bersih". Tindakan ini secara otomatis akan memaksa keluar (force logout) semua sesi aktif di perangkat lain. Ini memastikan bahwa akun hanya bisa diakses dari perangkat yang saat ini sedang digunakan.
4. Mempersempit Waktu Gerak Peretas
Jika sebuah akun berhasil diretas hari ini, peretas mungkin tidak langsung menguras isinya, melainkan memantau aktivitas korban terlebih dahulu (lurking).
Apabila pemilik akun memiliki jadwal rutin mengganti sandi, misalnya setiap tiga bulan, maka akses peretas tersebut akan terputus di tengah jalan. Semakin sering sandi diganti, semakin sempit waktu yang dimiliki peretas untuk menyalahgunakan akun tersebut.
Next News

Transaksi Digital Makin Mudah, Bagaimana Cara Melindungi Data Keuangan
11 days ago

Contactless Payment: Sekadar Tren atau Masa Depan Pembayaran?
11 days ago

Auto Debit: Praktis untuk Tagihan, Tapi Jangan Sampai Lupa Dipantau
11 days ago

Mobile Banking Mengubah Cara Kita Mengelola Uang, Apa Saja Keuntungannya?
11 days ago

Dompet Digital Bikin Hidup Lebih Praktis, Tapi Kok Saldo Cepat Habis?
11 days ago

Biaya Ganti Layar HP Mahal? Lindungi Gadget Anda Sejak Hari Pertama
15 days ago

Kisah Penemuan Kulkas: Dari Es Balok Hingga Frozen Food
17 days ago

Jangan Tunggu Mati Total, Ini Cara Rawat Baterai Laptop Anda
18 days ago

Kenapa Sosmed Tahu Apa yang Kita Mau? Intip Rahasia Algoritma
20 days ago

Kenapa HP Makin Lama Makin Lemot? Yuk Cari Tahu Alasannya
23 days ago

