Kebiasaan Kecil Ini Diam-Diam Bikin Badan Cepat Lelah
Refa - Thursday, 08 January 2026 | 02:00 PM


Sering merasa tubuh lemas padahal tidak sedang sakit? Atau merasa energi habis total di sore hari, padahal aktivitas fisik yang dilakukan tidak seberapa berat?
Biasanya, orang akan langsung menyalahkan kurang tidur sebagai penyebab utamanya. Padahal, jika durasi tidur malam sudah cukup (7-8 jam), rasa lelah yang terus-menerus muncul itu bisa jadi berasal dari hal lain.
Tanpa disadari, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari yang diam-diam menyedot energi tubuh. Hal-hal ini terlihat sepele, tetapi jika dilakukan berulang kali dari pagi hingga sore, dampaknya cukup besar terhadap stamina fisik.
Berikut adalah beberapa kebiasaan remeh yang sering menjadi "pencuri" energi tersebut.
Postur Tubuh yang Buruk Saat Duduk
Banyak orang yang bekerja di depan laptop dengan posisi punggung membungkuk, bahu naik ke arah telinga, atau leher yang terlalu condong ke depan.
Secara medis, posisi tubuh yang buruk ini memaksa otot-otot punggung dan leher bekerja dua kali lebih keras untuk menahan beban kepala dan menjaga keseimbangan tubuh. Selain itu, duduk membungkuk juga menekan area dada, sehingga paru-paru tidak bisa mengembang maksimal saat bernapas.
Akibatnya, suplai oksigen ke seluruh tubuh menjadi tidak optimal. Inilah yang membuat tubuh terasa pegal dan otak terasa lambat, meskipun hanya duduk diam seharian.
Kurang Minum Air Putih (Dehidrasi Ringan)
Rasa haus seringkali datang terlambat. Saat tenggorokan terasa kering, sebenarnya tubuh sudah mengalami dehidrasi ringan.
Kekurangan cairan tubuh, meskipun hanya sedikit akan membuat volume darah berkurang. Darah menjadi lebih kental, sehingga jantung harus memompa lebih kuat untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh organ, termasuk otak.
Kerja jantung yang lebih berat inilah yang memicu rasa lelah, jantung berdebar, hingga sulit berkonsentrasi. Seringkali, rasa lemas di siang hari bisa hilang hanya dengan meminum dua gelas air putih, bukan kopi manis.
Pola Napas yang Terlalu Pendek
Coba perhatikan cara bernapas saat sedang stres atau fokus bekerja. Kebanyakan orang cenderung menahan napas atau bernapas pendek-pendek hanya sampai dada (napas dada), bukan sampai perut.
Bernapas pendek membuat pertukaran oksigen dan karbon dioksida di dalam tubuh tidak efisien. Tubuh seolah-olah berada dalam mode "siaga" atau cemas terus-menerus, yang memicu produksi hormon stres (kortisol). Tingginya kadar hormon stres ini akan menguras energi fisik dengan cepat.
Mengambil napas dalam dan panjang secara sadar beberapa kali setiap jam bisa membantu mengembalikan kadar oksigen dan menenangkan sistem saraf.
Sarapan yang Terlalu Manis
Memulai hari dengan makanan tinggi gula (seperti donat, roti manis, atau teh manis saja) memang memberikan lonjakan energi instan. Namun, energi ini sifatnya sementara.
Setelah gula darah naik drastis, tubuh akan memproduksi insulin dalam jumlah besar untuk menurunkannya kembali. Kondisi penurunan gula darah yang tiba-tiba ini (sugar crash) akan membuat tubuh terasa sangat lemas, mengantuk, dan ingin makan manis lagi.
Siklus naik-turunnya gula darah yang drastis ini sangat melelahkan bagi tubuh. Memilih sarapan yang mengandung protein dan serat akan memberikan energi yang lebih stabil dan tahan lama.
Next News

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
15 hours ago

Keren Sejak Dulu! Intip Skena Musik Indonesia Zaman Kolonial
20 hours ago

Penyelamat Nasi Putih: Bagaimana Sambal Menjadi Simbol Kemewahan Paling Murah di Indonesia
9 hours ago

Kenapa Radang Tenggorokan Lebih Sering Menyerang Anak-Anak Daripada Orang Dewasa?
21 hours ago

Lebih dari Sekadar "Jamet": Membedah Filosofi di Balik Gaya Rambut Sasuke dan Subkultur Emo
3 days ago

Jangan Kaget Dulu! Membedah Kenapa "Jancok" Jadi Bahasa Cinta Arek Suroboyo
3 days ago

Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans
4 days ago

Emang Masih Jaman Baca Koran? Alasan Koran Masih Tetap Layak Untuk Dibeli di Era Digital
4 days ago

Bukan Sekadar Mendayu, Ini Alasan Politis di Balik Vibe Melayu pada Lagu Nasional Indonesia
7 days ago

Bukan Sekadar Lomba 17-an, Egrang adalah "Life Lesson" Tentang Keseimbangan dan Ego
7 days ago






