Kaledo Palu, Rahasia Segar Sup Kaki Lembu Donggala Tanpa Santan
Refa - Sunday, 22 February 2026 | 12:00 PM


Palu, Sulawesi Tengah, bukan hanya soal keindahan Teluk Palu, tapi juga tentang aroma gurih bin segar yang menguar dari warung-warung di pinggir jalan. Di sana, Kaledo adalah raja. Nama ini bukan sekadar nama cantik, melainkan akronim dari "Kaki Lembu Donggala."
Kaledo adalah bukti bahwa kesederhanaan bumbu bisa menghasilkan rasa yang sangat kompleks dan adiktif. Mari kita bedah keistimewaan sup legendaris ini.
Cerita di Balik Rasa: Tanpa Santan, Tetap Nendang
Berbeda dengan sup kaki sapi di daerah lain yang sering kali menggunakan santan kental atau susu (seperti Soto Betawi), Kaledo tampil "jujur" dengan kuah bening.
- Bumbu yang Tak Terduga: Rahasia kesegaran Kaledo terletak pada penggunaan Asam Jawa Muda. Asam ini memberikan rasa kecut yang bersih, bukan sepat.
- Sentuhan Pedas: Pedasnya Kaledo berasal dari Cabai Rawit Hijau yang diulek kasar. Ini memberikan sensasi pedas yang menusuk namun langsung hilang, membuat orang ingin menyeruput kuahnya lagi dan lagi.
- Kualitas Daging: Karena berasal dari kaki sapi (lembu), kuahnya kaya akan gelatin alami yang memberikan tekstur sedikit "lengket" dan gurih di bibir meskipun tanpa penyedap rasa buatan yang berlebihan.
Cara Menikmati Sumsum Kaledo
Bagi penikmat sejati, daging yang menempel di tulang hanyalah "pemanasan". Bintang utamanya ada di dalam lubang tulang kaki tersebut, sumsum.
Menikmati sumsum Kaledo adalah sebuah seni tersendiri. Berikut adalah prosedurnya:
- Gunakan Sedotan: Biasanya, penjual Kaledo akan menyediakan sedotan plastik besar.
- Siram Kuah Panas: Masukkan sedikit kuah Kaledo yang masih mendidih ke dalam lubang tulang menggunakan sendok. Ini bertujuan untuk mengencerkan sumsum yang padat.
- Aduk Perlahan: Gunakan sedotan untuk mengaduk bagian dalam tulang agar sumsum tercampur dengan kuah asam pedas.
- Seruput Sekaligus: Tarik napas, lalu seruput! Tekstur sumsum yang creamy dan lumer di mulut, berpadu dengan kuah yang asam pedas, adalah puncak dari pengalaman makan Kaledo.
Pendamping Wajib: Ubi Kayu (Singkong)
Jika di tempat lain sup dimakan dengan nasi, di Palu, Kaledo punya pasangan setia: Ubi Kayu Rebus.
- Tekstur singkong yang padat dan sedikit manis sangat serasi untuk meredam rasa pedas yang tajam dari kuahnya.
- Singkong juga berfungsi untuk menyerap kuah, menjadikannya pengganti karbohidrat yang lebih "berat" dan mengenyangkan.
Tips Sehat: Mengingat Kaledo tinggi kolesterol (terutama bagian sumsum), imbangi dengan minum air jeruk hangat atau teh tawar setelah makan untuk membantu meluruhkan lemak di tenggorokan.
Next News

Beli Atau Pinjam? Menelusuri Ruang Literasi Favorit Anak Surabaya
16 hours ago

Rek! Ini Lho Alasan Kenapa Surabaya Ulang Tahun Tiap 31 Mei.
17 hours ago

Ibukota Boleh Jakarta, Tapi Gudang Hits Tetap Jawa Timur: Menelusuri Jejak Dewa 19 hingga Letto
9 days ago

Kelezatan Bebek Goreng di Surabaya: Simbol Kuliner Kota Pahlawan
13 days ago

Eksplorasi Sudut Estetik Jalan Untung Suropati Lewat Lensa Analog
15 days ago

Pesona Organik Jalan MERR Surabaya Menjelang Idul Adha
16 days ago

Perjalanan Ke Surabaya Lewat Jalur Kereta? Berikut Deretan Lokasi Stasiun yang Ada Di Surabaya
19 days ago

Daftar Lengkap 5 Mall di Surabaya Paling Hits Untuk Rekomendasi Tempat Nongkrong dan Belanja
21 days ago

Menjelajahi Surga Kolesterol di Jawa Timur: Dari Kuah Hitam Rawon hingga Kenyalnya Cingur
21 days ago

Staycation di Surabaya? Ini 5 Hotel Paling Ikonik yang Wajib Kamu Coba!
21 days ago




