Jangan Tertipu Cuaca Panas, BMKG Juanda Warning Hujan Lebat di Banyak Wilayah
Refa - Friday, 23 January 2026 | 08:30 AM


Jangan tertipu dengan cuaca panas yang menyengat di pagi hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan hari ini.
Langit Jatim diprediksi tidak akan bersahabat. Potensi hujan dengan intensitas beragam, mulai dari ringan hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat, siap mengepung sebagian besar wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur. Bagi yang berencana aktivitas outdoor atau bepergian jauh, wajib simak detail peringatan ini agar tidak terjebak badai di jalan.
Berikut adalah rincian prakiraan cuaca yang wajib diantisipasi:
Langit Gelap Merata
Berdasarkan pantauan citra satelit BMKG, awan penghujan (Cumulonimbus) terlihat menebal di berbagai titik. Hujan tidak hanya sekadar gerimis lewat.
Pada siang hingga sore hari, potensi hujan lebat diprediksi mengguyur wilayah-wilayah padat penduduk seperti Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik), Kabupaten Malang, Batu, hingga wilayah Tapal Kuda. Warga diimbau untuk segera mengamankan barang-barang di luar rumah dan membersihkan saluran air untuk mencegah genangan mendadak.
Bahaya Petir Menyambar dan Angin Kencang
BMKG menyoroti adanya potensi fenomena cuaca ekstrem turunan. Hujan lebat kali ini berpotensi dibarengi dengan sambaran petir yang intens dan hembusan angin kencang sesaat.
Pengendara motor diminta untuk ekstra hati-hati. Jangan memaksakan diri menerobos hujan badai. Lebih penting lagi, hindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau tiang listrik yang rawan roboh atau tersambar petir. Carilah tempat tertutup yang permanen demi keselamatan nyawa.
Suhu Udara Tetap "Sumuk" Sebelum Hujan
Meskipun hujan mengintai, suhu udara di dataran rendah Jawa Timur masih berkisar antara 24 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara yang tinggi (mencapai 95%). Kondisi ini menciptakan hawa gerah atau "sumuk" yang signifikan sesaat sebelum hujan turun.
Masyarakat, khususnya di pesisir, juga diimbau waspada terhadap jarak pandang yang memendek saat hujan deras turun secara tiba-tiba di jalan tol atau jalur pantura.
Next News

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
3 hours ago

Keren Sejak Dulu! Intip Skena Musik Indonesia Zaman Kolonial
8 hours ago

Penyelamat Nasi Putih: Bagaimana Sambal Menjadi Simbol Kemewahan Paling Murah di Indonesia
in 4 hours

Kenapa Radang Tenggorokan Lebih Sering Menyerang Anak-Anak Daripada Orang Dewasa?
9 hours ago

Lebih dari Sekadar "Jamet": Membedah Filosofi di Balik Gaya Rambut Sasuke dan Subkultur Emo
2 days ago

Jangan Kaget Dulu! Membedah Kenapa "Jancok" Jadi Bahasa Cinta Arek Suroboyo
2 days ago

Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans
3 days ago

Emang Masih Jaman Baca Koran? Alasan Koran Masih Tetap Layak Untuk Dibeli di Era Digital
3 days ago

Bukan Sekadar Mendayu, Ini Alasan Politis di Balik Vibe Melayu pada Lagu Nasional Indonesia
6 days ago

Bukan Sekadar Lomba 17-an, Egrang adalah "Life Lesson" Tentang Keseimbangan dan Ego
7 days ago






