Ceritra
Ceritra Uang

Jangan Kalap Diskon Lebaran! Simak Cara Belanja Bijak

Nisrina - Friday, 20 February 2026 | 05:15 PM

Background
Jangan Kalap Diskon Lebaran! Simak Cara Belanja Bijak
Ilustrasi (rm.id/)

Frugal Living Ramadan: Seni Menahan Lapar Sekaligus Menahan Godaan Checkout

Ramadan itu unik. Secara teori, kita diminta buat ngerem nafsu, termasuk urusan perut. Tapi kenyataannya? Begitu azan Maghrib berkumandang, yang keluar sering kali nafsu "balas dendam". Gak cuma soal makanan, dompet pun ikut diperas habis-habisan. Dari undangan buka bersama (bukber) yang numpuk kayak cucian kotor, sampai godaan diskon baju Lebaran yang sliweran di marketplace seolah-olah besok mau kiamat. Bukannya makin takwa, yang ada malah makin boncos.

Fenomena ini bikin makna puasa jadi agak geser. Esensi menahan diri malah kalah sama budaya pamer dan konsumerisme. Di sinilah prinsip frugal living atau hidup hemat dan bijak masuk sebagai penyelamat. Frugal di sini bukan berarti pelit atau makan nasi garam doang selama sebulan ya, tapi lebih ke arah sadar penuh (mindful) dalam mengelola sumber daya yang kita punya supaya ibadah tetep khusyuk tanpa harus pusing mikirin tagihan kartu kredit di akhir bulan.

Siasat Dapur: Nutrisi Tinggi, Budget Rendah

Mari kita jujur: pengeluaran terbesar saat puasa biasanya ada di makanan. Padahal, kalau dipikir-pikir, kapasitas perut kita itu terbatas. Trik pertama biar nggak boros adalah berhenti jadi korban "laper mata" saat berburu takjil. Jalanan sore hari memang penuh godaan aroma gorengan dan es campur, tapi percayalah, masak sendiri di rumah itu jauh lebih menyelamatkan saldo ATM.

Untuk menu sahur dan berbuka, fokuslah pada bahan makanan yang low budget tapi high nutrition. Telur, tempe, tahu, dan sayuran hijau adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kamu bisa bikin stok sambal atau bumbu dasar di awal minggu (food prep). Selain hemat waktu, ini mencegah kamu buat pesan makanan lewat ojek online yang ongkirnya kadang lebih mahal dari harga kerupuknya. Ingat, protein gak harus selalu daging wagyu. Telur dadar dikasih kecap dan irisan cabe pas sahur itu udah masuk kategori kenikmatan hakiki, kok.

Jangan lupa, kurangi beli minuman manis kemasan. Air putih adalah kunci. Selain lebih sehat buat ginjal yang seharian kering, air putih itu gratis (atau setidaknya murah banget kalau dibandingin boba atau kopi susu kekinian). Dengan mengalokasikan budget makan secara cerdas, kamu bisa menghemat ratusan ribu dalam sebulan yang nantinya bisa dialihkan buat sedekah atau nabung buat mudik.

Diplomasi Bukber: Cara Halus Menolak Tanpa Bikin Musuhan

Masalah berikutnya adalah ajakan bukber. Di minggu kedua dan ketiga Ramadan, grup WhatsApp biasanya mulai ramai. Dari teman SD sampai mantan rekan kerja, semuanya tiba-tiba ingin reuni. Masalahnya, bukber sering kali bukan soal makanannya, tapi soal tempatnya yang harus estetik dan harganya yang nggak masuk akal buat kantong kaum mendang-mending.

Gimana cara nolak tanpa dicap sombong atau ansos? Gunakan jurus jujur tapi sopan. Kamu bisa bilang, "Wah, seru tuh! Tapi bulan ini jadwal gue lagi padat (padat dengan jadwal menabung, maksudnya)" atau "Gue lagi fokus bukber sama keluarga di rumah nih, lain kali kita ngopi habis Lebaran aja ya?". Kalau memang harus ikut, pilih satu atau dua undangan yang paling prioritas. Gak semua ajakan harus di-iyakan. Ingat, silaturahmi itu penting, tapi kesehatan finansialmu jauh lebih krusial.

Kalau kamu yang jadi panitia, coba usulin konsep "potluck" atau bukber di rumah salah satu teman. Masing-masing bawa makanan sendiri. Selain lebih intim dan gak berisik kayak di mall, cara ini jauh lebih hemat. Gak perlu gengsi, justru di zaman sekarang, orang yang berani bilang "nggak" demi jaga budget itu kelihatan lebih keren dan punya prinsip.

Baju Lebaran: Antara Kebutuhan dan FOMO

Lalu ada urusan baju baru. Industri fashion bener-bener pinter manfaatin momen ini dengan embel-embel "Koleksi Raya". Padahal, kalau kita buka lemari, masih banyak baju bagus yang baru dipakai dua-tiga kali. Frugal living saat Ramadan mengajarkan kita buat nggak terjebak FOMO (Fear of Missing Out).

Coba deh teknik mix and match. Baju tahun lalu bisa kelihatan baru kalau kamu pinter padu padannya atau ditambah aksesoris dikit. Kalaupun memang harus beli, carilah di toko thrifting atau beli produk lokal yang kualitasnya oke tapi harganya masih rasional. Ingat, esensi Idul Fitri itu kembali fitrah, bukan kembali pamer outfit paling mahal di depan saudara-saudara jauh yang setahun sekali baru ketemu.

Mengembalikan Makna Ibadah

Pada akhirnya, menerapkan frugal living di bulan Ramadan bukan cuma soal angka di buku tabungan. Ini soal melatih kontrol diri. Ramadan adalah momen detox, baik untuk tubuh, jiwa, maupun finansial. Saat kita berhenti mengejar validasi lewat konsumsi berlebihan, kita jadi punya lebih banyak ruang untuk fokus pada hal-hal yang lebih substansial: ibadah, refleksi diri, dan berbagi dengan mereka yang benar-benar membutuhkan.

Menjadi hemat di bulan puasa itu nggak bikin kamu kelihatan susah. Justru, itu tanda bahwa kamu punya kontrol penuh atas hidupmu. Jangan sampai saat hari kemenangan tiba, kamu malah merasa kalah karena dompet kosong melompong. Yuk, mulai bijak dari sekarang, biar tenang pas Lebaran nanti!

Logo Radio
🔴 Radio Live