Ceritra
Ceritra Warga

Jangan Hanya Tergoda Motif Lucu: Panduan Memilih Keramik untuk Piring Makan vs Pot Tanaman

Refa - Thursday, 18 December 2025 | 09:15 AM

Background
Jangan Hanya Tergoda Motif Lucu: Panduan Memilih Keramik untuk Piring Makan vs Pot Tanaman
Ilustrasi Pot Tanaman Keramik (Pinterest/Etsy)

Sering kali konsumen membeli barang keramik hanya karena tergoda oleh warna-warni yang estetik atau motif yang sedang tren. Akibatnya, pot gerabah kasar dipakai untuk mangkuk sup, atau sebaliknya, piring porselen licin dijadikan alas pot tanaman.

Padahal, material keramik memiliki karakter fisik yang sangat berbeda. Kesalahan memilih bukan hanya soal selera, tetapi bisa berdampak pada kesehatan tubuh hingga nyawa tanaman kesayangan. Berikut adalah panduan memilihnya.

1. Piring Makan: Wajib Padat dan Berglasir Mulus

Untuk peralatan makan sehari-hari, faktor higienitas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Oleh karena itu, pilihan terbaik jatuh pada jenis Stoneware atau Porselen. Alasannya sederhana, kedua jenis ini telah dibakar pada suhu tinggi hingga memadat sempurna menyerupai kaca, sehingga sifatnya menjadi kedap air. Hal ini sangat krusial karena dinding keramik yang padat tidak akan menyerap sisa kuah gulai, minyak, atau kopi yang bisa membusuk dan menjadi sarang bakteri jika meresap ke dalam pori-pori.

Selain materialnya, perhatikan juga lapisan luarnya. Pastikan piring makan memiliki lapisan glasir atau kaca yang mulus tanpa retak seribu (crazing), karena retakan halus sekecil apa pun bisa menjadi tempat persembunyian kuman yang sulit dibersihkan. Terakhir, pastikan produk tersebut memiliki jaminan keamanan seperti label "Food Grade" atau "Microwave Safe" di bagian bawahnya, untuk menjamin tidak ada zat kimia berbahaya seperti timbal yang luruh saat terkena makanan panas. Hindari penggunaan gerabah kasar tanpa glasir untuk wadah makanan basah demi alasan kesehatan.

2. Pot Tanaman: Kembali ke Gerabah yang Bernapas

Berbanding terbalik dengan piring, rumah bagi tanaman justru membutuhkan material yang tidak terlalu rapat. Syarat utama pot yang sehat adalah sirkulasi udara yang baik, dan di sinilah jenis Gerabah (Terracotta) atau tanah liat merah bakar rendah menjadi juaranya. Kelemahan pot plastik atau keramik berglasir licin adalah sifatnya yang menahan air terlalu kuat, sehingga sering menyebabkan akar tanaman membusuk akibat media tanam yang becek.

Sebaliknya, dinding gerabah memiliki pori-pori mikroskopis yang memungkinkan pot untuk "bernapas". Air berlebih di dalam tanah bisa merembes keluar melalui dinding pot dan menguap, menjaga suhu tanah tetap sejuk dan mencegah genangan air yang mematikan bagi akar. Mekanisme alami ini bisa dilihat ketika pot gerabah berubah warna menjadi lebih gelap saat disiram, sebuah tanda bahwa pot tersebut sedang bekerja membuang kelembapan berlebih demi kesehatan tanaman.

3. Tujuan Dekorasi

Jika tujuannya hanya untuk elemen dekoratif seperti vas bunga kering, patung pajangan, atau wadah kunci di meja tamu, aturan teknis mengenai porositas dan higienitas di atas tidak lagi berlaku. Di ranah ini, pemilihan material sepenuhnya bergantung pada selera visual yang ingin dibangun.

Nuansa rustic, hangat, dan membumi bisa dihadirkan lewat pemilihan gerabah kasar yang menonjolkan tekstur tanah asli. Sementara itu, kesan modern, bersih, dan mewah bisa didapat dari kilau porselen putih atau stoneware berglasir licin. Karena tidak bersentuhan dengan makanan basah ataupun akar tanaman yang butuh oksigen, segala jenis keramik sah-sah saja digunakan sebagai pemanis ruangan.

Logo Radio
🔴 Radio Live