Jam Olahraga Ternyata Menentukan Diet Berhasil atau Gagal
Refa - Thursday, 29 January 2026 | 01:30 PM


Banyak orang berdebat mengenai waktu terbaik untuk berolahraga. Apakah pagi hari saat udara masih segar atau sore hari sepulang kerja? Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Obesity memberikan jawaban telak bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Hasil penelitian yang menganalisis data kesehatan dari 5.285 responden ini menunjukkan bahwa jam biologis saat berolahraga memegang peranan kunci dalam pembakaran lemak dan penyusutan lingkar pinggang.
Berikut adalah 3 temuan utama mengapa olahraga pagi dinilai lebih unggul dibandingkan waktu lainnya:
1. Indeks Massa Tubuh (IMT) Paling Rendah
Penelitian menemukan pola yang konsisten. Kelompok orang yang rutin berolahraga pagi (pukul 07.00 - 09.00) memiliki rata-rata Indeks Massa Tubuh (IMT) sebesar 27,5. Angka ini secara signifikan lebih rendah dibandingkan mereka yang berolahraga di siang hari atau malam hari, yang memiliki rata-rata IMT sebesar 28,3. Selisih angka ini, meskipun terlihat kecil, sangat berarti dalam klasifikasi risiko obesitas dan kesehatan metabolik jangka panjang.
2. Lingkar Pinggang Lebih Ramping
Selain berat badan total, olahraga pagi juga berkorelasi positif dengan ukuran lingkar pinggang yang lebih kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa pembakaran lemak viseral (lemak perut yang berbahaya) terjadi lebih efisien pada pagi hari. Hasil ini tetap konsisten bahkan setelah peneliti memperhitungkan faktor lain seperti jenis kelamin, etnis, tingkat pendidikan, hingga kebiasaan merokok atau minum alkohol. Artinya, waktu olahraga itu sendiri adalah faktor independen yang kuat.
3. Minim Gangguan dan Konsistensi Jadwal
Psikolog klinis Rebecca Krukowski menyoroti aspek perilaku di balik kesuksesan ini. Olahraga pagi memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi karena minim gangguan (distraction). Pagi hari adalah waktu di mana belum ada surel pekerjaan yang menumpuk, panggilan telepon mendesak, atau ajakan rapat dadakan. Hal ini membuat rutinitas olahraga lebih sulit untuk dilewatkan. Konsistensi inilah yang menjadi kunci utama keberhasilan program diet, dibandingkan olahraga intensitas tinggi yang dilakukan secara tidak teratur di malam hari.
Next News

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
9 hours ago

Keren Sejak Dulu! Intip Skena Musik Indonesia Zaman Kolonial
14 hours ago

Penyelamat Nasi Putih: Bagaimana Sambal Menjadi Simbol Kemewahan Paling Murah di Indonesia
2 hours ago

Kenapa Radang Tenggorokan Lebih Sering Menyerang Anak-Anak Daripada Orang Dewasa?
15 hours ago

Lebih dari Sekadar "Jamet": Membedah Filosofi di Balik Gaya Rambut Sasuke dan Subkultur Emo
3 days ago

Jangan Kaget Dulu! Membedah Kenapa "Jancok" Jadi Bahasa Cinta Arek Suroboyo
3 days ago

Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans
3 days ago

Emang Masih Jaman Baca Koran? Alasan Koran Masih Tetap Layak Untuk Dibeli di Era Digital
4 days ago

Bukan Sekadar Mendayu, Ini Alasan Politis di Balik Vibe Melayu pada Lagu Nasional Indonesia
6 days ago

Bukan Sekadar Lomba 17-an, Egrang adalah "Life Lesson" Tentang Keseimbangan dan Ego
7 days ago






