Ceritra
Ceritra Olahraga

Jalan Kaki Pakai Tongkat? Kenali Manfaat Luar Biasa Nordic Walking

Zaza - Tuesday, 11 August 2026 | 02:30 PM

Background
Jalan Kaki Pakai Tongkat? Kenali Manfaat Luar Biasa Nordic Walking
Kegiatan jalan nordic (Kompas.com/)

Bukan Mau Naik Gunung, Inilah Alasan Kenapa Jalan Nordic Jadi Primadona Baru Para Lansia

Asing rasanya jika berpapasan dengan sekumpulan bapak-bapak atau ibu-ibu yang jalannya gagah banget sambil megang dua tongkat, di kepala kita mungkin langsung muncul pikiran, Wah, si Bapak mau naik gunung atau gimana nih? Padahal, mereka cuma lagi keliling taman komplek. Eits, jangan salah sangka dulu. Itu bukan gaya-gayaan atau salah kostum, melainkan sebuah tren olahraga yang namanya Nordic Walking atau Jalan Nordic.

Kalau kita perhatikan, tren ini emang lagi menjamur banget di kalangan lansia. Di negara-negara Eropa, pemandangan orang jalan pakai tongkat begini mah sudah biasa kayak kita lihat orang jualan cilok. Tapi di Indonesia, tren ini mulai naik daun karena ternyata manfaatnya nggak main-main. Bukan cuma sekadar jalan kaki biasa yang bikin keringat dikit, Jalan Nordic ini adalah level selanjutnya dari jalan sehat yang sering kita tahu.

Sebenarnya, Apa Sih Jalan Nordic Itu?

Singkatnya, Jalan Nordic itu olahraga jalan kaki tapi pakai alat bantu berupa dua tongkat khusus yang mirip stik ski. Sejarahnya pun unik, awalnya olahraga ini dipakai para atlet ski lintas alam di Finlandia buat latihan pas musim panas. Jadi pas saljunya nggak ada, mereka tetap pengin simulasi gerakan main ski. Akhirnya, terciptalah teknik jalan kaki yang melibatkan hampir seluruh otot tubuh.

Kenapa sekarang malah jadi identik sama lansia? Ya karena olahraga ini menawarkan paket lengkap: minim cedera tapi hasilnya maksimal. Buat kita yang masih muda, mungkin lari maraton atau angkat beban di gym kerasa oke-oke saja. Tapi buat mereka yang sudah masuk usia "senja nan estetik", urusan sendi itu sensitif banget. Salah tumpuan sedikit, bisa-bisa lutut bunyi krek atau pinggang langsung minta dipijat. Nah, Jalan Nordic hadir sebagai solusi biar tetap fit tanpa harus menyiksa raga.

Manfaat bagi Tubuh: Bukan Sekadar Gerak

Kalau kita jalan kaki biasa, yang kerja keras itu cuma otot bagian bawah alias kaki doang. Tapi kalau pakai metode Nordic ini, ceritanya beda total. Karena ada gerakan mengayun tongkat dan mendorongnya ke tanah, otomatis otot lengan, bahu, dada, sampai punggung ikut diajak "pesta". Konon katanya, sekitar 90 persen otot di tubuh kita bakal aktif pas melakukan gerakan ini. Bayangin, cuma jalan kaki doang tapi otot yang kerja hampir seluruh badan. Efisien banget, kan?

Manfaat pertama yang paling kerasa adalah buat kesehatan jantung. Karena lebih banyak otot yang terlibat, jantung pun harus kerja lebih ekstra buat mompa darah. Otomatis, pembakaran kalori jadi lebih gede daripada jalan biasa—bisa beda 20 sampai 40 persen lebih banyak. Buat para lansia yang pengin jaga berat badan atau ngatur kadar gula darah, ini adalah "cheat code" yang legal banget dilakukan.

Kedua, soal beban di sendi. Ini poin paling krusial. Saat kita jalan biasa, apalagi kalau jalannya agak cepat, beban tubuh sepenuhnya ditumpu sama pergelangan kaki dan lutut. Dengan adanya dua tongkat itu, beban tubuh jadi terbagi. Tongkat berfungsi sebagai penopang ekstra yang ngurangin tekanan di area lutut dan pinggul. Jadi, buat mereka yang punya masalah radang sendi atau osteoarthritis, Jalan Nordic ini terasa jauh lebih nyaman dan nggak bikin kapok buat olahraga lagi besoknya.

Postur Tubuh Jadi Kayak Perwira

Pernah perhatiin nggak kalau kita makin tua, kecenderungan tubuh itu bakal sedikit membungkuk? Entah karena faktor tulang atau emang kebiasaan duduk yang salah selama puluhan tahun. Nah, Jalan Nordic ini secara alami maksa orang buat berdiri tegak. Kamu nggak bakal bisa jalan pakai tongkat itu dengan efektif kalau badanmu melengkung kayak udang goreng.

Gerakan mengayun tongkat itu bikin tulang belakang lebih stabil dan tegak. Hasilnya? Postur tubuh para lansia yang rutin Jalan Nordic biasanya kelihatan lebih tegap dan segar. Selain itu, aspek keseimbangan juga jadi lebih terjaga. Kita tahu sendiri, jatuh adalah salah satu risiko terbesar buat orang tua. Dengan latihan koordinasi antara kaki dan tangan plus bantuan tongkat, risiko oleng atau terpeleset jadi jauh berkurang. Istilahnya, mereka jadi punya "kaki tambahan" buat jaga keseimbangan.

Lebih dari Sekadar Keringat: Faktor Mental dan Sosial

Tapi ya, olahraga itu nggak melulu soal otot dan angka di timbangan. Buat para lansia, aspek psikologis itu nomor satu. Jalan Nordic ini seringnya dilakukan bareng-bareng alias berkelompok. Ada rasa komunitas di situ. Sambil jalan, mereka bisa ngobrolin cucu, bahas harga sembako, atau sekadar ketawa-ketiwi bareng teman sebaya. Ini penting banget buat kesehatan mental biar nggak ngerasa kesepian di masa tua.

Selain itu, ada rasa percaya diri yang muncul. Memakai tongkat Nordic itu beda rasanya sama pakai tongkat alat bantu jalan karena sakit. Pakai tongkat Nordic itu kesannya "sporty" dan "active". Ada aura keren tersendiri yang bikin penggunanya ngerasa kalau mereka masih kuat dan punya semangat hidup yang tinggi. Ini yang bikin mereka semangat bangun pagi, pakai sepatu olahraga, dan berangkat ke taman.

Opini Jujur: Masa Tua Emang Harusnya Begini

Kadang kita suka mikir kalau sudah tua ya waktunya istirahat di rumah, nonton TV sambil ngeteh. Tapi jujur saja, gaya hidup pasif begitu justru yang bikin penyakit gampang mampir. Melihat tren Jalan Nordic ini, saya pribadi ngerasa kagum. Ini adalah bukti kalau menjadi tua itu bukan berarti berhenti bergerak, tapi cuma ganti "cara" bergeraknya saja.

Buat kalian yang punya orang tua atau kakek nenek yang pengin olahraga tapi bingung mau apa, coba deh kenalin mereka sama Jalan Nordic. Harganya tongkatnya nggak semahal cicilan motor, tapi investasi kesehatannya buat jangka panjang itu nggak ternilai harganya. Lagipula, siapa sih yang nggak pengin lihat orang tua kita tetap lincah, nggak gampang pegal-pegal, dan yang paling penting: hatinya senang karena bisa jalan-jalan pagi sama teman-temannya?

Kesimpulannya, Jalan Nordic bukan cuma sekadar tren lewat atau gaya-gayaan biar mirip turis Eropa. Ini adalah olahraga cerdas yang ngerti banget kebutuhan tubuh manusia saat mulai menua. Nggak perlu lari-larian sampai napas mau putus, cukup jalan kaki dengan teknik yang benar, pakai bantuan tongkat, dan biarkan seluruh tubuh merasakan manfaatnya. Jadi, jangan heran ya kalau besok-besok lihat barisan lansia bawa tongkat di taman, itu tandanya mereka lagi berusaha hidup sehat dengan cara yang paling asyik.

Logo Radio
🔴 Radio Live