Ceritra
Ceritra Warga

Ikon Kuliner Jakarta: Soto Betawi Pilihan Hati

Elsa - Friday, 28 November 2025 | 06:00 PM

Background
Ikon Kuliner Jakarta: Soto Betawi Pilihan Hati
(PT Sasa Inti/)

Duh, ngomongin Soto Betawi itu rasanya kayak buka kotak harta karun kuliner Jakarta. Ada yang langsung kebayang kuahnya yang putih keruh, gurihnya nampol, terus isiannya itu lho, ada daging, babat, paru, kentang, plus emping yang kriuk-kriuk di atasnya. Pokoknya, Soto Betawi ini gak cuma sekadar makanan, tapi udah jadi legenda, ikon, dan semacam penawar rindu buat para perantau yang kangen Jakarta.

Sering dengar orang bilang, "Ah, Soto Betawi mah susah bikinnya, mending beli aja." Atau, "Ribet banget bumbunya, mending nikmatin aja di warung langganan." Eits, tunggu dulu! Memang sih, sekilas prosesnya kelihatan njelimet dan butuh kesabaran ekstra. Tapi, percaya deh, rasa puas saat Soto Betawi buatan tangan sendiri tersaji di meja makan, itu sensasinya beda banget. Kayak menang lotre kecil-kecilan gitu. Apalagi kalau berhasil bikin teman atau keluarga melongo sambil bilang, "Ini buatan lo? Enak banget!" Duh, rasanya kayak langsung terbang ke langit ketujuh.

Nah, buat kalian yang penasaran pengen menaklukkan "gunung" Soto Betawi di dapur sendiri, sini-sini merapat! Gue mau bagi-bagi resep dan tips ala-ala biar Soto Betawi buatan kalian bisa bersaing ketat sama yang di warung-warung legendaris. Gak usah takut gagal, namanya juga belajar, kan? Santai aja, kita mulai dari bumbu dasar yang jadi nyawa utama si soto ini.

Bumbu Halus: Kunci Kekayaan Rasa Soto Betawi

Percayalah, fondasi kenikmatan Soto Betawi itu ada di bumbu halusnya. Kalau bumbu dasarnya udah 'medok' dan 'tanak', sisanya tinggal ngikutin aja. Jangan pelit bumbu ya, guys, ini kearifan lokal namanya!

  • 10 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri, sangrai dulu biar makin wangi
  • 2 cm jahe
  • 2 cm kunyit, bakar sebentar biar aromanya keluar
  • 1 sendok teh ketumbar bubuk (atau 1 sdm biji ketumbar, sangrai)
  • 1/2 sendok teh jintan bubuk (atau 1 sdt biji jintan, sangrai)
  • 1/2 sendok teh merica bubuk (atau 1 sdt merica butiran)
  • 1/4 buah pala
  • Sedikit minyak untuk menumis

Selain bumbu halus, jangan lupakan teman-temannya yang bikin wangi dan sedap:

  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 cm lengkuas, memarkan

Cara Bikin Bumbu Halus:

Blender semua bahan bumbu halus sampai benar-benar lumat. Kalau mau lebih tradisional, ulek aja pake cobek, biar pegel-pegel tapi aromanya lebih mantap katanya. Setelah itu, panaskan sedikit minyak di wajan. Tumis bumbu halus tadi bareng serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas sampai harum semerbak dan matang. Ini penting banget nih, jangan buru-buru. Tumis sampai bumbu ‘tanak’ alias matang sempurna dan gak bau langu. Warnanya juga jadi lebih gelap dan minyaknya kelihatan terpisah. Kalau langkah ini dilewati, dijamin Soto Betawi kalian rasanya bakal kurang nendang!

Daging dan Isian: Bikin Gak Ada Lawan!

Soto Betawi tanpa isian? Yah, kayak Jakarta tanpa macet, ada yang kurang gitu. Ini dia bahan-bahan utamanya:

  • 500 gram daging sapi (bisa sandung lamur, sengkel, atau campuran)
  • 250 gram jeroan sapi (babat, paru, limpa), kalau suka. Bersihinnya harus teliti ya!
  • 1 buah kentang, potong dadu, goreng sampai matang
  • Santan kental dari 1 butir kelapa (sekitar 500-700 ml)
  • Susu cair full cream (sekitar 300-400 ml), ini rahasia kuah putih bersih dan gurihnya yang gak bikin eneg!
  • Garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya

Tips Membersihkan Jeroan:

Jeroan ini memang "tantangan" tersendiri. Kuncinya adalah merebus berulang kali. Rebus babat/paru/limpa dengan tambahan daun salam atau jahe sampai empuk, buang air rebusan pertama, potong-potong, lalu rebus lagi sampai benar-benar bersih dan bau prengusnya hilang. Jangan malas di tahap ini, demi kenikmatan hakiki!

Meracik Kuah Sakti: Antara Santan dan Susu

Ini dia bagian paling krusial yang bikin Soto Betawi beda dari soto lainnya. Kuahnya yang creamy dan kaya rasa. Menurut gue sih, kombinasi santan dan susu itu adalah game changer. Gurihnya dapet dari santan, tapi light dan gak bikin eneg dapet dari susu.

  1. Rebus Daging: Rebus daging sapi sampai empuk. Angkat dagingnya, potong-potong sesuai selera. Saring kaldunya dan sisihkan.
  2. Campur Bumbu dan Kaldu: Panaskan kembali kaldu daging. Masukkan bumbu halus yang sudah ditumis tadi ke dalam kaldu. Aduk rata.
  3. Masuk Santan dan Susu: Tuang santan kental dan susu cair. Aduk terus perlahan agar santan tidak pecah. Gunakan api kecil-sedang.
  4. Bumbui: Masukkan potongan daging sapi dan jeroan yang sudah direbus dan dipotong-potong. Tambahkan garam, gula, dan kaldu bubuk sesuai selera. Cicipi dan koreksi rasa. Kalau kurang manis, tambahin gula dikit. Kurang gurih, tambahin garam. Pokoknya sesuaikan sama lidah kalian. Masak hingga mendidih dan semua bumbu meresap sempurna.

Pelengkap: Bikin Makin Nampol!

Soto Betawi gak afdol tanpa pelengkapnya. Ini dia daftar wajib yang bikin sensasinya makin mantap:

  • Kentang goreng (yang udah disiapkan tadi)
  • Tomat merah, iris-iris
  • Daun bawang, iris tipis
  • Bawang goreng, tabur yang banyak!
  • Emping melinjo, wajib banget buat kriuk-kriuknya
  • Acar timun dan wortel, biar ada rasa segar asemnya
  • Sambal rawit, buat yang suka pedas nampol
  • Jeruk limau, peras sedikit pas mau makan, auto-seger!

Cara Penyajian: Ibarat Merangkai Bunga

Gak kalah pentingnya, cara menyajikan juga mempengaruhi nafsu makan. Bayangin, kuah udah gurih, isian udah melimpah, tinggal disusun rapi di mangkuk:

  1. Siapkan mangkuk. Ambil nasi hangat kalau mau makan pakai nasi.
  2. Tata potongan daging, jeroan, dan kentang goreng di dasar mangkuk.
  3. Siram dengan kuah Soto Betawi panas yang creamy dan harum semerbak.
  4. Taburi dengan irisan tomat, daun bawang, dan bawang goreng.
  5. Jangan lupa emping dan acar di sampingnya. Tambahkan sambal dan perasan jeruk limau sesuai selera.

Duh, nulisnya aja udah bikin ngiler banget ini! Rasanya kayak lagi nongkrong di pinggir jalanan Jakarta sambil hirup aroma Soto Betawi yang bikin auto-ketagihan.

Tips Tambahan dari Gue: Biar Makin Jago!

  • Pilih Bahan Segar: Ini kunci utama! Daging dan jeroan yang segar akan sangat mempengaruhi rasa. Jangan coba-coba pakai yang udah gak segar, nanti hasilnya kurang maksimal.
  • Jangan Buru-buru: Proses menumis bumbu dan memasak kuah itu butuh kesabaran. Jangan digas, nanti santan pecah atau bumbu gak matang.
  • Koreksi Rasa Berkali-kali: Lidah setiap orang beda-beda. Jangan takut untuk mencicipi dan menyesuaikan bumbu. Tambah ini, kurang itu, sampai pas di lidah sendiri.
  • Panci Anti Lengket: Kalau pakai santan, panci anti lengket atau panci tebal bisa jadi penyelamat biar gak gosong di bawahnya dan santan gak gampang pecah.
  • Variasi Jeroan: Kalau gak suka jeroan, bisa diskip kok! Fokus aja ke daging sapi. Tapi kalau berani coba, sensasinya beda banget!

Gila sih, ternyata gak sesusah yang dibayangkan, kan? Dengan sedikit niat dan bumbu yang melimpah, Soto Betawi di rumah bisa jadi bintang utama. Sensasi menyeruput kuahnya yang hangat, gurih, creamy, dengan aneka isian dan kriuknya emping itu emang gak ada duanya. Ini bukan cuma soal makanan, tapi juga tentang merayakan kekayaan kuliner Indonesia di dapur kita sendiri. Jadi, kapan nih kalian mau coba bikin? Jangan cuma dibaca doang, ayo gas! Dijamin, sekali coba, pasti pengen lagi dan lagi!

Logo Radio
🔴 Radio Live