PM Li Qiang Bikin Panas Davos: Apa Pesan China?
SUPER ADMIN - Friday, 28 November 2025 | 08:00 PM


Beijing — Menjelang pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping, Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang secara terbuka mengecam kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) yang menurutnya cenderung menerapkan “aturan sendiri” dan mengarah kembali ke logika “hukum rimba”.
Pernyataan ini disampaikan dalam forum KTT ASEAN di Kuala Lumpur, di mana Li menegaskan bahwa dunia tidak boleh dikembalikan ke era di mana satu negara menetapkan standar dan memaksakan kepentingannya tanpa kompromi.
Inti Pernyataan
Li Qiang menuding AS menggunakan pendekatan unilateral yang “senang membuat aturan sendiri”, menolak prinsip keadilan dan multilateralisme.
Ia menekankan bahwa tindakan tersebut bagaikan “hukum rimba” dalam urusan perdagangan dan diplomasi, di mana yang kuat menentukan aturan bagi yang lemah.
Pernyataan ini muncul menjelang agenda tinggi diplomatik antara AS dan China, yakni pertemuan antara Trump dan Xi yang diharapkan bisa meredam ketegangan dan membuka jalur negosiasi.
Konteks dan Implikasi
Hubungan AS-China terus mendapat tekanan dari berbagai sisi: perang dagang, persaingan teknologi, hingga pengaruh geopolitik di kawasan Asia-Pasifik. Kritik Li menggambarkan kelelahan Beijing terhadap pendekatan AS yang dianggap merugikan pihak lain dan tidak transparan.
Pernyataan seperti ini bisa memperumit suasana menjelang pertemuan puncak Trump-Xi, karena meningkatkan risiko retorika keras dari kedua sisi sebelum ada progres konkret.
Di sisi lain, China tampak ingin membangun narasi bahwa mereka mendukung dunia yang lebih “multilateral” dan “setara”, menolak dominasi satu negara yang menentukan segala aturan.
Catatan
Meskipun disampaikan dalam forum regional, pesan Li Qiang jelas ditujukan ke AS memperlihatkan bahwa China ingin mempertegas posisi globalnya sebagai penantang sistem yang tradisional dikuasai Washington.
Keberhasilan pertemuan Trump-Xi akan sangat bergantung pada bagaimana kedua negara bisa menyepakati kerangka kerja sama yang mengakomodasi kepentingan masing-masing tanpa memicu konflik lebih lanjut.
Next News

Avoidant: Si Pembuat Jarak yang Bikin Penasaran
a day ago

Ide Cemerlang, Jadi Kreator Konten Populer
8 days ago

Rahasia Sate Ayam Enak: Ternyata Bikinnya Gampang!
a day ago

LinkedIn: Senjata Wajib Profesional Masa Kini
19 days ago

Dari Perang ke Harapan: Seni dan Musik Berpadu
2 days ago

Susu Nabati & Kambing: Tren Minuman Kekinian
2 days ago

Tips Bugar di Tengah Gempuran Kesibukan Harian
2 days ago

Ariana Grande Pamitan dari Oz: Surat Penuh Emosi Usai Kesuksesan Wicked: For Good
3 days ago

Melliza Xaviera, Sang Bintang dari Nusantara: Mengukir Prestasi di Miss International 2025, Bikin Indonesia Merinding Disko!
3 days ago

Api dari Perancah Bambu Meluas, Kompleks Wang Fuk Court Hangus dan Ratusan Terjebak
3 days ago





