Ceritra
Ceritra Update

Api dari Perancah Bambu Meluas, Kompleks Wang Fuk Court Hangus dan Ratusan Terjebak

Hilmy - Thursday, 27 November 2025 | 06:30 PM

Background
Api dari Perancah Bambu Meluas, Kompleks Wang Fuk Court Hangus dan Ratusan Terjebak

Kebakaran besar yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11), membuat kota yang dikenal disiplin soal keselamatan bangunan itu terhenyak. Dalam hitungan jam, api yang dipicu dari area perancah bambu langsung menjalar ke hampir seluruh blok apartemen, memicu salah satu keadaan darurat terbesar Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga laporan terakhir, sedikitnya 36 orang tewas, 279 masih hilang, dan puluhan lainnya mengalami luka serius. Pemerintah Hong Kong menyebut kejadian ini sebagai sebuah “bencana”, sementara proses penyelamatan terus dikebut hingga malam hari. Berikut rangkuman kronologi lengkapnya.


1. Api bermula dari perancah bambu gedung 32 lantai

Melansir South China Morning Post, kebakaran diduga berasal dari bagian perancah eksternal pada satu menara setinggi 32 lantai yang sedang menjalani renovasi besar. Perancah bambu metode konstruksi tradisional yang masih banyak dipakai di Hong Kong menjadi media penyebaran api yang sangat cepat. Angin kencang pada siang hari membuat kobaran makin tak terkendali.

Dalam beberapa menit, api menghanguskan jaring konstruksi dan material luar bangunan. Asap hitam pekat naik ke langit Tai Po dan membuat warga panik karena asap masuk ke lorong-lorong serta ventilasi gedung.


2. Api merambat ke delapan blok apartemen

Kompleks Wang Fuk Court memiliki delapan blok apartemen dengan total hampir 2.000 unit dan dihuni lebih dari 4.800 orang, termasuk warga lansia. Ketika api bergerak dari satu blok ke blok lainnya, situasi berubah menjadi darurat besar.

Tiga gedung tampak gelap karena listrik padam, sedangkan empat gedung lainnya terlihat terbakar aktif. Hanya dalam beberapa jam, tujuh dari delapan menara sudah mengalami kerusakan. Polisi menerima banyak laporan penghuni yang terjebak di unit mereka, namun akses ke lokasi sangat sulit akibat panas dan asap.


3. Operasi penyelamatan skala besar

Lebih dari 800 petugas termasuk pemadam, polisi, dan paramedis diturunkan bersama 140 mobil pemadam dan lebih dari 60 ambulans. Drone dikerahkan untuk memantau titik-titik panas yang sulit dijangkau.

Deputi Direktur Operasi, Derek Armstrong Chan, menyebut tim menghadapi tantangan ekstrem: suhu yang terlalu tinggi, jatuhnya reruntuhan perancah bambu, hingga jaring konstruksi yang terbakar dan menghalangi jalan masuk. Meski begitu, penyemprotan air terus dilakukan dari berbagai sisi, termasuk melalui tangga pemadam ke lantai atas.

Api mulai sedikit terkendali menjelang dini hari.


4. 36 tewas, 279 masih hilang

Hingga Kamis (27/11), jumlah korban tewas mencapai 36 orang, termasuk seorang petugas pemadam 37 tahun. Sebanyak 29 korban dirawat di rumah sakit, dengan tujuh di antaranya dalam kondisi kritis. Yang paling mengkhawatirkan, 279 warga belum ditemukan, banyak di antaranya hilang kontak sejak api melumat unit tempat tinggal mereka.

Sekitar 900 warga dievakuasi ke penampungan sementara, sebagian masih terlihat syok melihat rumah mereka habis terbakar.


5. Respons pemerintah Hong Kong

Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee Ka-chiu, menyebut insiden ini sebagai “bencana besar” dan memastikan seluruh sumber daya difokuskan pada penyelamatan. Api dilaporkan mulai “bertahap terkendali” pada pukul 01.20, Kamis dini hari.

Presiden Tiongkok Xi Jinping turut menyampaikan belasungkawa dan meminta Hong Kong memaksimalkan upaya penyelamatan. Enam sekolah di sekitar lokasi kebakaran juga diliburkan karena kualitas udara buruk dan jalanan yang ditutup.


6. Polisi tangkap tiga tersangka terkait penyebab kebakaran

Tiga pria ditangkap atas dugaan pembunuhan tidak berencana. Penyelidikan memeriksa beberapa aspek, seperti:

  • apakah material fasad gedung memenuhi standar ketahanan api,
  • apakah perancah bambu dan jaring konstruksi mempercepat penyebaran,
  • serta kemungkinan kelalaian selama renovasi.

Penyebaran api yang sangat cepat disebut sebagai hal yang “tidak biasa” dan menjadi fokus utama investigasi.


7. Dampak luas: sekolah ditutup hingga acara publik dibatalkan

Efek kebakaran terasa hingga luar Tai Po. Beberapa acara besar dibatalkan, termasuk kegiatan yang lokasinya tidak jauh dari arena MAMA Awards. Banyak warga menyerukan masa berkabung mengingat tingginya jumlah korban.

Ribuan warga yang kehilangan rumah kini berada di penampungan, sementara pemerintah menyediakan makanan, tempat tidur darurat, dan dukungan psikologis. Hong Kong mulai memasuki fase pemulihan, dan publik menuntut evaluasi besar-besaran terhadap standar keselamatan gedung khususnya bangunan tinggi yang tengah direnovasi.


Itulah kronologi kebakaran besar di Wang Fuk Court, Hong Kong tragedi yang meninggalkan luka mendalam bagi ribuan warganya.

Sumber Gambar: Reuters

Logo Radio
🔴 Radio Live