Ceritra
Ceritra Update

LANY: Dari ILYSB Hingga Malibu Nights, Selalu Ada!

Elsa - Wednesday, 26 November 2025 | 03:00 PM

Background
LANY: Dari ILYSB Hingga Malibu Nights, Selalu Ada!
LANY: Mengapa Band Impian Ini Selalu Berhasil Bikin Kita "Bucin" Tingkat Dewa?

LANY: Mengapa Band Impian Ini Selalu Berhasil Bikin Kita "Bucin" Tingkat Dewa?

Siapa sih yang nggak kenal LANY? Coba deh cek playlist teman-teman kamu, atau intip story Instagram saat mereka lagi galau berat. Pasti deh, lagu-lagu dari trio asal Los Angeles ini nongol. Dari "ILYSB" yang jadi anthem bucin sejuta umat, sampai "Malibu Nights" yang bikin kita pengen nangis di pojokan kamar sambil mikirin mantan. LANY itu bukan cuma band, mereka itu vibe, mereka itu definisi dari soundtrack hidup anak muda yang lagi pusing sama urusan cinta, entah itu lagi berbunga-bunga atau hancur lebur.

Aku inget banget pertama kali denger lagu mereka. Rasanya kayak ditarik masuk ke dunia mimpi yang estetik banget, penuh nuansa pastel senja di California, tapi juga ada rasa melankolis yang ngena di hati. Musik mereka itu punya semacam "magic" yang bikin kita merasa dimengerti, seolah Paul Klein, sang vokalis, tahu persis apa yang lagi kita rasain. Nah, mari kita bedah yuk, kenapa LANY ini bisa jadi band kesayangan banyak orang, khususnya di Indonesia!

Awal Mula Mimpi di Los Angeles

Kisah LANY ini berawal di tahun 2014, saat Paul Jason Klein bertemu dengan Jake Clifford Goss dan Charles "Les" Priest di Los Angeles. Dengan nama band yang merupakan akronim dari "Los Angeles New York" (simbolisasi ambisi mereka untuk merambah dua kota besar itu), mereka mulai merilis beberapa single secara online. Jujur aja, waktu itu belum banyak yang notice. Tapi, pelan-pelan, dengan genre synth-pop yang khas, melodi yang gampang nyantol di kepala, dan lirik yang jujur banget, LANY mulai mencuri perhatian.

Bisa dibilang, era-era awal mereka itu penuh dengan eksperimen dan pencarian jati diri. Tapi satu hal yang konsisten: mereka punya daya tarik yang unik. Mungkin karena sound mereka yang beda, atau mungkin karena liriknya yang nggak muluk-muluk tapi langsung menusuk ke inti persoalan cinta. Pokoknya, dari single "Hot Lights" sampai EP pertama mereka, Acronyms, aura LANY itu udah kerasa banget bedanya dari band-band lain di era itu.

Formula Ajaib: Melodi Manis, Lirik Puitis, dan Estetika Pastel

Kalau bicara LANY, kita nggak bisa lepas dari tiga hal ini: melodi manis, lirik puitis, dan estetika yang super artsy. Musik mereka itu didominasi synth yang dreamy, seringkali dengan tempo sedang yang bikin kita nyaman. Bassline-nya kadang bikin kepala ngangguk-ngangguk sendiri, dan drum-nya Jake itu minimalis tapi efektif banget ngasih pondasi lagu. Semua elemen ini bersatu padu menciptakan sound yang nggak cuma enak didengar, tapi juga ngasih pengalaman emosional.

Lalu, liriknya Paul Klein, aduh, ini sih juaranya. Paul ini memang jagonya merangkai kata-kata yang sederhana tapi punya makna mendalam. Dia sering banget ngomongin tentang cinta yang nggak kesampaian, rindu yang tak berujung, patah hati yang perih, atau momen-momen intim dalam sebuah hubungan. Coba deh dengerin "Thick and Thin" atau "Pink Skies". Liriknya itu kayak curhatan sahabat yang paling jujur, makanya gampang banget nyantol dan bikin kita ngerasa, "Wah, ini aku banget!"

Belum lagi soal estetika visual mereka. Dari artwork album, video klip, sampai gaya Paul Klein di panggung, semuanya serba terkonsep. Warna-warna pastel, nuansa senja, langit Los Angeles, dan sentuhan minimalis yang elegan itu jadi ciri khas LANY. Ini yang bikin mereka nggak cuma didengar, tapi juga "dilihat" dan "dirasakan". Apalagi di era media sosial sekarang, visual yang kuat itu penting banget, kan? LANY berhasil banget memanfaatkan itu buat membangun brand mereka.

Soundtracknya Anak Muda yang Sedang Jatuh Cinta (atau Patah Hati)

Di Indonesia, LANY ini punya tempat yang spesial banget di hati para penggemarnya. Kenapa? Karena lagu-lagu mereka itu cocok banget sama dinamika emosi anak muda sini. Kita ini kan gampang banget bucin, gampang galau, gampang baper. Nah, LANY hadir sebagai teman setia di setiap fase itu.

Pas lagi kasmaran, ada "ILYSB" atau "Super Far". Rasanya kayak lagi terbang di awan ketujuh. Pas lagi LDR dan kangen berat, ada "Current Location". Pas lagi patah hati dan ngerasa dunia mau runtuh, ada "Malibu Nights" atau "Thru These Tears" yang siap menemanimu nangis tersedu-sedu. Intinya, LANY punya lagu untuk setiap suasana hati yang kompleks itu.

Nggak heran kalau lagu-lagu mereka sering banget jadi backsound video-video galau di TikTok, atau jadi caption Instagram yang estetik pas lagi curhat terselubung. Mereka berhasil menangkap esensi perasaan "bucin" dan "galau" yang jadi bagian tak terpisahkan dari fase remaja dan dewasa muda. Ini bukan cuma musik, ini adalah bahasa universal dari perasaan.

Dari Panggung Kecil Hingga Konser Megah di Jakarta

Perjalanan LANY dari band indie yang merilis EP secara online sampai jadi headliner di festival-festival besar itu bukti kerja keras dan konsistensi mereka. Nggak cuma itu, Indonesia juga punya sejarah manis dengan LANY. Mereka sering banget mampir ke Jakarta, dan setiap konsernya selalu ramai, penuh energi, dan bikin candu. Aku sempat nonton salah satu konsernya, dan rasanya itu kayak semua orang di venue tahu lirik setiap lagu, bernyanyi bareng, dan merasakan emosi yang sama. Itu pengalaman yang nggak tergantikan.

Paul Klein di panggung itu karismatik banget. Dia tahu bagaimana cara berinteraksi dengan penonton, bikin mereka merasa jadi bagian dari pertunjukan. Kadang dia lompat-lompat, kadang dia cuma berdiri diam sambil memejamkan mata menghayati lagu. Penampilan panggung mereka itu sederhana tapi punya kekuatan yang luar biasa. Paul, Jake, dan sekarang tanpa Les (yang memilih mundur di tahun 2022), tetap berhasil menciptakan chemistry yang bikin konser mereka selalu jadi highlight.

Evolusi Suara dan Tantangan di Masa Depan

Seiring berjalannya waktu, LANY juga mencoba berevolusi dengan album-album mereka. Dari LANY (2017) yang lebih dreamy, lalu Malibu Nights (2018) yang lebih melancholic, kemudian Mama's Boy (2020) yang sedikit lebih ke arah pop-rock Amerika dengan sentuhan country, hingga gg bb xx (2021) dan A Beautiful Time (2022) yang kembali ke akar pop synth mereka, LANY menunjukkan bahwa mereka nggak takut untuk bereksperimen. Meski kadang ada yang bilang mereka terlalu "main aman" dengan formula yang sama, tapi jujur aja, formula itu berhasil kok bikin kita tetap setia!

Tentu saja, setiap band punya tantangan. Bagaimana LANY akan terus relevan di tengah gempuran tren musik baru? Bagaimana mereka akan terus mengembangkan sound tanpa kehilangan identitas yang sudah melekat kuat di benak penggemar? Pertanyaan-pertanyaan itu akan dijawab seiring waktu.

Penutup: LANY Bukan Sekadar Nama, Tapi Perasaan

Pada akhirnya, LANY itu lebih dari sekadar nama band. Mereka adalah simbol dari perasaan-perasaan universal yang dialami banyak orang: cinta, kehilangan, harapan, dan kerinduan. Mereka berhasil menciptakan dunia musikal yang bikin kita betah berlama-lama di dalamnya, menyelami setiap emosi yang ada. Entah itu saat kita lagi di puncak kebahagiaan atau di dasar jurang kesedihan, ada LANY yang siap jadi teman setia.

Jadi, nggak heran kan kalau LANY selalu berhasil bikin kita jadi "bucin" tingkat dewa? Karena mereka nggak cuma menyanyikan lagu, mereka menyanyikan isi hati kita.

Tags

Next News

Avoidant: Si Pembuat Jarak yang Bikin Penasaran

Avoidant: Si Pembuat Jarak yang Bikin Penasaran

a day ago

Ide Cemerlang, Jadi Kreator Konten Populer

Ide Cemerlang, Jadi Kreator Konten Populer

8 days ago

Rahasia Sate Ayam Enak: Ternyata Bikinnya Gampang!

Rahasia Sate Ayam Enak: Ternyata Bikinnya Gampang!

a day ago

LinkedIn: Senjata Wajib Profesional Masa Kini

LinkedIn: Senjata Wajib Profesional Masa Kini

19 days ago

Dari Perang ke Harapan: Seni dan Musik Berpadu

Dari Perang ke Harapan: Seni dan Musik Berpadu

2 days ago

Susu Nabati & Kambing: Tren Minuman Kekinian

Susu Nabati & Kambing: Tren Minuman Kekinian

2 days ago

Tips Bugar di Tengah Gempuran Kesibukan Harian

Tips Bugar di Tengah Gempuran Kesibukan Harian

2 days ago

Ariana Grande Pamitan dari Oz: Surat Penuh Emosi Usai Kesuksesan Wicked: For Good

Ariana Grande Pamitan dari Oz: Surat Penuh Emosi Usai Kesuksesan Wicked: For Good

3 days ago

Melliza Xaviera, Sang Bintang dari Nusantara: Mengukir Prestasi di Miss International 2025, Bikin Indonesia Merinding Disko!

Melliza Xaviera, Sang Bintang dari Nusantara: Mengukir Prestasi di Miss International 2025, Bikin Indonesia Merinding Disko!

3 days ago

Api dari Perancah Bambu Meluas, Kompleks Wang Fuk Court Hangus dan Ratusan Terjebak

Api dari Perancah Bambu Meluas, Kompleks Wang Fuk Court Hangus dan Ratusan Terjebak

3 days ago

Popular Article
Logo Radio
🔴 Radio Live