Fenomena Drama Cina: Bikin Susah Move On dari Layar!
Nuryadi - Wednesday, 26 November 2025 | 03:50 PM


Dari Negeri Tirai Bambu, Candu Baru di Layar Gadget Kita: Mengapa Drama Cina Bikin Ketagihan?
Dulu, kalau bicara soal drama Asia yang bikin demam sejagat raya, pasti pikiran kita langsung melayang ke Korea Selatan. Drama-drama dari Negeri Ginseng itu bak primadona, sukses mengukir kisah-kisah romantis nan bikin baper di hati para penontonnya. Tapi, tunggu dulu. Coba deh tengok kanan-kiri, atau intip linimasa media sosial teman-temanmu. Ada pergeseran seismik yang lumayan mencolok di jagat hiburan tanah air, lho. Kini, ada satu nama baru yang merangsek naik, bahkan perlahan tapi pasti, berhasil menyingkirkan K-drama dari takhta utama di beberapa kalangan: Drama Cina. Ya, drama-drama dari Negeri Tirai Bambu ini sekarang bukan cuma sekadar tontonan, tapi sudah menjelma jadi "candu" baru yang bikin netizen Indonesia susah move on.
Gimana enggak? Dulu, kalau disebut drama Cina, mungkin yang terbayang cuma film-film kolosal kungfu yang ceritanya lurus-lurus aja, atau mungkin drama modern yang terkesan kurang ‘menggigit’. Tapi, coba deh nonton satu atau dua episode dari serial-serial mereka yang lagi hits sekarang. Jangan kaget kalau tiba-tiba waktu berlalu begitu cepat, notifikasi kerjaan terabaikan, dan mata panda mulai menghiasi wajah. Itulah mantra drama Cina yang bikin kita semua bertekuk lutut, seolah terhipnotis untuk terus menekan tombol "next episode."
Invasi yang Tak Terduga: Ketika 'Xianxia' dan 'Wuxia' Menjadi 'Daily Intake'
Fenomena ini bukan terjadi begitu saja. Ada banyak faktor yang bikin drama Cina bisa sebegitu masifnya menginvasi layar gadget kita. Salah satu yang paling kentara adalah genre-genre fantasi kolosal mereka yang disebut Xianxia (dewa-dewi, kultivator, dunia spiritual) dan Wuxia (pendekar, bela diri, dunia persilatan). Jujur aja, dua genre ini punya daya tarik magis yang beda banget dari drama pada umumnya. Bayangin aja, kamu dibawa masuk ke dunia lain yang penuh kekuatan super, intrik politik kerajaan, kisah cinta terlarang yang melintasi ribuan tahun, dan persahabatan yang diuji maut. Bikin melongo, kan?
Ambil contoh seperti drama-drama hits semacam Eternal Love (Ten Miles of Peach Blossoms), The Untamed, atau Love Between Fairy and Devil. Ceritanya itu lho, bukan kaleng-kaleng! Plotnya kompleks, berliku, penuh plot twist yang bikin penonton muter otak sambil sesekali mengumpat gemas. Karakter-karakternya pun dibangun dengan sangat kuat, punya latar belakang yang mendalam, dan evolusinya bisa bikin kita ikut tertawa, menangis, bahkan ikut merasakan amarah mereka. Durasi episodenya pun seringkali tidak tanggung-tanggung, bisa sampai 40-70 episode lebih! Awalnya sih mikir, "Waduh, kapan kelarnya nih?" Eh, pas udah nyemplung, malah berasa kurang panjang.
Ramuan Rahasia yang Bikin Candu: Visual, Cerita, dan Aktor Jempolan
Selain genre fantasi yang kaya, ada beberapa ramuan rahasia lain yang bikin drama Cina ini jadi candu baru:
- Visual yang Bikin Mata Melek: Ini bagian yang paling susah ditolak. Produksi drama Cina, terutama yang kolosal, itu gila-gilaan. Lokasi syutingnya bukan main, baju-baju karakternya detail dan mewah, CGI-nya pun semakin hari semakin halus dan ciamik. Pokoknya, mata kita dimanjakan banget dengan sinematografi yang indah dan estetika yang luar biasa. Berasa lagi nonton film layar lebar, padahal cuma di layar HP.
- Kisah Cinta yang Bikin Baper Tingkat Dewa: Mau itu kisah cinta tragis antara dewa dan manusia, kisah cinta yang terhalang kasta dan takdir, atau romansa kantor yang bikin gemes, drama Cina jagonya bikin penonton ikut merasakan getaran cinta di dada. Skripnya seringkali punya dialog-dialog puitis yang indah, bikin kita mendadak jadi pujangga dadakan.
- Aktor dan Aktris yang Bikin Salfok: Jangan lupakan faktor visual dari para pemainnya! Aktor-aktor Cina punya pesona yang khas, dengan paras rupawan dan kemampuan akting yang mumpuni. Aktris-aktrisnya pun cantik-cantik paripurna. Perpaduan visual yang memukau ini bikin kita betah berlama-lama menatap layar, bahkan cuma demi mengagumi ekspresi wajah mereka.
- Aksesibilitas yang Mudah: Platform streaming seperti WeTV, iQIYI, Viki, sampai YouTube pun kini sudah menyediakan drama-drama Cina dengan subtitel Bahasa Indonesia yang memadai. Jadi, enggak perlu lagi nunggu berbulan-bulan buat nonton. Begitu tayang di Cina, tak lama kemudian kita sudah bisa menikmatinya di rumah. Ini yang bikin siklus ketagihan berjalan lebih cepat.
Efek Samping "Kecanduan": Lupa Waktu, Lupa Dunia
Saking parahnya kecanduan drama Cina ini, banyak dari kita yang mengalami efek samping yang lumayan "parah," tapi dalam konteks yang menyenangkan. Pertama, jelas, lupa waktu. Satu episode berlanjut ke episode berikutnya, tahu-tahu subuh sudah tiba dan kita belum tidur sama sekali. Kerjaaan kantor atau tugas kuliah jadi terbengkalai. Janjian sama teman pun kadang bisa terlupakan karena lagi asyik marathon. Dunia serasa milik kita dan si drama saja, yang lain numpang lewat.
Kedua, munculnya sindrom "hampa dan kosong" begitu drama favorit tamat. Rasanya seperti kehilangan bagian dari hidup. Hati jadi galau, pikiran melayang-layang memikirkan nasib para karakter, dan ujung-ujungnya mulai mencari drama baru yang bisa mengisi kekosongan tersebut. Begitulah siklusnya, tanpa henti.
Ketiga, drama Cina juga menciptakan komunitas-komunitas daring yang solid. Para penggemar seringkali berkumpul di media sosial, grup WhatsApp, atau forum online untuk membahas episode terbaru, membedah teori plot, sampai memuji-muji aktor favorit. Ini jadi semacam terapi kolektif bagi mereka yang mengalami efek samping tadi.
Lebih dari Sekadar Hiburan: Jendela Budaya dan Pelarian Realita
Di luar semua "candu" dan efek samping yang menyenangkan itu, drama Cina juga menawarkan lebih dari sekadar hiburan. Ia menjadi jendela bagi kita untuk mengintip budaya, sejarah, dan mitologi Tiongkok yang kaya. Meskipun seringkali ada sentuhan fiksi, kita jadi tahu lebih banyak tentang tradisi, nilai-nilai, sampai bahasa Mandarin (meskipun cuma sepotong-potong).
Bagi sebagian orang, drama-drama ini juga menjadi pelarian dari realitas sehari-hari yang kadang membosankan atau penuh tekanan. Masuk ke dunia fantasi yang serba indah, atau larut dalam drama romansa yang bikin hati berbunga-bunga, bisa jadi cara ampuh untuk melepas penat dan mencari sedikit kebahagiaan. Ini seperti terapi jiwa yang murah meriah, namun efeknya tak ternilai.
Penutup: Candu yang Menyenangkan dan Tak Terhindarkan
Jadi, bisa dibilang, fenomena drama Cina menjadi candu baru bagi masyarakat Indonesia ini adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Dengan kualitas produksi yang terus meningkat, alur cerita yang semakin berani dan kompleks, serta aksesibilitas yang mudah, drama-drama dari Negeri Tirai Bambu ini berhasil mencuri hati banyak penonton. Dari yang awalnya cuma iseng coba-coba, kini banyak yang sudah kecemplung terlalu dalam dan tak bisa lagi keluar.
Apakah ini buruk? Tentu saja tidak, selama kita tetap bisa mengatur waktu dan tidak mengorbankan hal-hal penting lainnya. Justru, ini menunjukkan betapa kuatnya kekuatan cerita dan visual dalam memengaruhi kita. Drama Cina bukan hanya sekadar tontonan, ia adalah pengalaman. Sebuah perjalanan emosional yang bikin kita tertawa, menangis, baper, dan kadang juga lupa diri. Selamat datang di dunia baru, para pecandu drama Cina! Siap-siap, karena petualanganmu baru saja dimulai.
Next News

Avoidant: Si Pembuat Jarak yang Bikin Penasaran
a day ago

Ide Cemerlang, Jadi Kreator Konten Populer
8 days ago

Rahasia Sate Ayam Enak: Ternyata Bikinnya Gampang!
a day ago

LinkedIn: Senjata Wajib Profesional Masa Kini
19 days ago

Dari Perang ke Harapan: Seni dan Musik Berpadu
2 days ago

Susu Nabati & Kambing: Tren Minuman Kekinian
2 days ago

Tips Bugar di Tengah Gempuran Kesibukan Harian
2 days ago

Ariana Grande Pamitan dari Oz: Surat Penuh Emosi Usai Kesuksesan Wicked: For Good
3 days ago

Melliza Xaviera, Sang Bintang dari Nusantara: Mengukir Prestasi di Miss International 2025, Bikin Indonesia Merinding Disko!
3 days ago

Api dari Perancah Bambu Meluas, Kompleks Wang Fuk Court Hangus dan Ratusan Terjebak
3 days ago





