Cara Cek Keaslian Piring Porselen Cuma Modal Senter HP
Refa - Thursday, 18 December 2025 | 09:00 AM


Bagi kolektor barang antik atau pemburu piring cantik, membedakan porselen asli dengan keramik biasa (stoneware) sering kali membingungkan. Secara kasat mata, keduanya bisa terlihat sama-sama putih, mengilap, dan halus.
Namun, ada satu sifat fisik porselen yang tidak bisa ditiru oleh keramik jenis lain, yaitu translucency atau kemampuan menembuskan cahaya.
Sifat ini muncul karena porselen terbuat dari tanah lempung murni (kaolin) yang dibakar pada suhu ekstrem di atas 1.300°C. Proses ini mengubah struktur mikroskopis tanah menjadi padat menyerupai kaca.
Untuk membuktikannya, pembeli tidak perlu membawa alat laboratorium. Cukup gunakan fitur senter (flashlight) pada ponsel pintar. Berikut adalah langkah-langkah pengujian sederhananya.
1. Cari Kondisi Minim Cahaya
Pengujian ini akan bekerja paling maksimal di ruangan yang agak redup atau tidak terkena sinar matahari langsung. Jika sedang berada di pasar loak atau toko terang, cobalah menangkupkan tangan di sekitar benda untuk membuat bayangan gelap.
2. Tempelkan Senter
Aktifkan lampu kilat atau senter pada ponsel. Kemudian, tempelkan sumber cahaya tersebut rapat-rapat ke dinding luar atau dasar benda keramik yang ingin diuji.
Metode yang paling efektif adalah meletakkan senter di bagian dalam gelas atau mangkuk, lalu mengamati dinding luarnya. Atau sebaliknya, tempelkan senter di bagian pantat piring, lalu lihat dari sisi atas.
3. Perhatikan Pendaran Cahaya
Inilah momen penentuannya:
Untuk porselen asli, cahaya akan menembus dinding keramik. Pengamat akan melihat pendaran cahaya (biasanya berwarna hangat kekuningan atau oranye) yang menyala dari balik dinding benda tersebut. Bahkan bayangan jari yang bergerak di balik piring sering kali bisa terlihat samar-samar. Semakin tipis dan murni porselennya, semakin terang cahayanya.
Sedangkan pada keramik biasa/tiruan, cahaya akan terblokir total. Dinding benda akan tetap gelap dan tidak ada cahaya yang tembus sama sekali. Ini menandakan benda tersebut adalah Stoneware atau Earthenware yang partikel tanahnya lebih kasar dan padat tak tembus pandang.
Bonus: Tes Suara
Selain tes cahaya, porselen asli juga memiliki "suara" yang khas. Teknik ini dikenal dengan sebutan The Ping Test.
Caranya sederhana: pegang benda dengan ringan (jangan digenggam erat agar getaran tidak mati), lalu ketuk pinggirannya secara perlahan menggunakan kuku jari atau sendok logam kecil.
Porselen akan mengeluarkan bunyi denting nyaring dan bergema panjang ("Tiiing..."), mirip suara lonceng kristal atau logam.
Sedangkan, keramik Biasa akan mengeluarkan bunyi pendek dan berat ("Tuk" atau "Bug"), seperti memukul batu bata atau papan kayu.
Catatan Penting
Meskipun tes senter ini sangat akurat, perlu diingat bahwa ketebalan benda juga berpengaruh. Porselen yang didesain sangat tebal (misalnya piring hotel heavy duty) mungkin akan sulit ditembus cahaya senter HP biasa. Namun, untuk cangkir teh, piring saji, atau vas bunga standar, metode ini adalah detektor keaslian yang paling cepat dan efektif.
Next News

20 Kata Kerja Bahasa Inggris yang Wajib Dihafal Mati oleh Pemula
8 hours ago

Liburan ke Puncak Macet? Ke Bulan Aja Tahun 2032, Syaratnya Cuma Satu: Harus Kaya Raya
10 hours ago

Misteri 12 PM vs 12 AM: Penyebab Utama Ketinggalan Pesawat dan Salah Jadwal Kencan
12 hours ago

Gaya Batu Bukan Solusi: Tips Renang Biar Nggak Malu-maluin di Kolam Umum
13 hours ago

Misi Mustahil Emak-Emak: Mencetak Anak Jenius di Tengah Gempuran Micin dan Gula
14 hours ago

Simbol @ yang Menguasai Dunia: Dari Pasar Ikan Abad Pertengahan ke Kolom Komentar Julid
15 hours ago

Makan Sayur Biar Sehat, Eh Malah Bonus Parkinson: Plot Twist Ngeri di Piring Kita
16 hours ago

Mengapa 'Fix You' Bisa Bikin Air Mata Keluar Tanpa Permisi
17 hours ago

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
a day ago

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
a day ago





