Ceritra
Ceritra Teknologi

Baterai Tinggal Merah? Mode Hemat Daya atau Mode Pesawat, Mana yang Lebih Awet?

Refa - Monday, 12 January 2026 | 01:00 PM

Background
Baterai Tinggal Merah? Mode Hemat Daya atau Mode Pesawat, Mana yang Lebih Awet?
Ilustrasi mode pesawat ponsel (Pinterest/Getty Images)

Saat indikator baterai ponsel berubah menjadi merah dan tidak ada pengisi daya di sekitar, pengguna biasanya melakukan segala cara untuk memperpanjang nyawa ponsel. Dua metode yang paling umum digunakan adalah mengaktifkan "Mode Hemat Daya" (Low Power Mode/Battery Saver) atau menyalakan "Mode Pesawat" (Airplane Mode).

Sering muncul perdebatan mengenai metode mana yang lebih efektif menahan daya baterai lebih lama. Secara teknis, kedua fitur ini bekerja dengan mekanisme yang sangat berbeda.

Berikut adalah analisis perbandingan antara kedua mode tersebut untuk menentukan mana yang paling hemat energi.

Cara Kerja Mode Hemat Daya (Battery Saver)

Mode Hemat Daya (pada Android) atau Mode Daya Rendah (pada iOS) bekerja dengan cara membatasi kinerja perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) tanpa memutus koneksi.

Saat mode ini aktif, sistem akan melakukan penyesuaian berikut:

  1. Menurunkan Kinerja CPU: Kecepatan prosesor dibatasi sehingga ponsel terasa sedikit lebih lambat.
  2. Mengurangi Kecerahan Layar: Tingkat kecerahan layar diturunkan secara otomatis dan waktu kunci layar (auto-lock) dipersingkat (misalnya menjadi 30 detik).
  3. Mematikan Background Process: Aplikasi tidak diizinkan memperbarui data di latar belakang (seperti sinkronisasi email atau unduhan otomatis).

Mode ini cukup efektif menghemat baterai tanpa mengganggu fungsi utama ponsel. Pengguna masih bisa menerima panggilan, pesan WhatsApp, dan mengakses internet.

Cara Kerja Mode Pesawat (Airplane Mode)

Mode Pesawat bekerja dengan cara mematikan seluruh transmisi sinyal radio pada perangkat. Komponen yang dimatikan meliputi sinyal seluler (GSM/4G/5G), Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS.

Pencarian sinyal adalah salah satu aktivitas yang paling banyak menguras baterai ponsel. Hal ini terjadi karena komponen amplifier sinyal pada ponsel harus bekerja terus-menerus untuk berkomunikasi dengan menara pemancar (BTS), terutama di area yang sinyalnya lemah atau tidak stabil.

Dengan mengaktifkan Mode Pesawat, ponsel berhenti total mencari jaringan. Beban kerja baterai berkurang drastis karena tidak ada daya yang dialirkan ke antena pemancar.

Mode ini menghemat daya jauh lebih besar dibandingkan Mode Hemat Daya, namun dengan konsekuensi ponsel kehilangan seluruh akses komunikasi.

Mana yang Lebih Efektif?

Jika tujuannya adalah penghematan daya murni secara maksimal, maka Mode Pesawat adalah pemenangnya.

Mematikan radio seluler memberikan dampak penghematan yang lebih signifikan daripada sekadar meredupkan layar atau membatasi kecepatan prosesor. Mode Pesawat sangat disarankan jika pengguna berada di area susah sinyal (seperti di gunung atau perjalanan kereta), karena ponsel akan menguras baterai sangat cepat saat berusaha mencari sinyal yang hilang timbul.

Namun, jika pengguna masih membutuhkan koneksi internet atau menunggu panggilan penting, Mode Hemat Daya adalah pilihan yang paling logis dan fungsional.

Kesimpulan: Kapan Harus Menggunakan Keduanya?

  • Gunakan Mode Hemat Daya Saat: Baterai tersisa 20%, sedang menunggu pesan penting, atau masih membutuhkan navigasi GPS.
  • Gunakan Mode Pesawat Saat: Tidur di malam hari, berada di area tanpa sinyal, atau saat ingin mempercepat proses pengisian daya (charging).

Untuk hasil maksimal dalam kondisi darurat (misal baterai tinggal 5%), pengguna dapat mengaktifkan keduanya sekaligus. Nyalakan Mode Hemat Daya terlebih dahulu, kemudian aktifkan Mode Pesawat. Langkah ini akan meminimalkan konsumsi energi hingga titik terendah.

Logo Radio
🔴 Radio Live