Aktivitas Tambang di Kawasan Rawan Erupsi Gunung Semeru Ditutup Sementara
Elsa - Thursday, 20 November 2025 | 11:00 AM


Pemerintah Kabupaten Lumajang telah memerintahkan penutupan sementara semua aktivitas penambangan pasir di kawasan yang dianggap rawan erupsi Gunung Semeru. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan pekerja tambang dan warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) Semeru.
Menurut Bupati Lumajang, Indah Amperawati, penutupan ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Semeru, yang kini berstatus Awas (Level IV) sejak Rabu pukul 17.00 WIB.
"Keselamatan manusia jauh lebih penting daripada produksi. Seluruh aktivitas pertambangan dihentikan sementara hingga situasi benar-benar aman," tegas Bupati Indah.
Untuk memastikan implementasi keputusan ini, Indah menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolres Lumajang dan aparat gabungan. Surat imbauan resmi untuk menghentikan operasi tambang akan segera diedarkan ke seluruh pengelola tambang di wilayah terdampak.
Selain itu, aparat gabungan akan melakukan pengawasan ketat di titik-titik strategis untuk memastikan tidak ada aktivitas tambang yang tetap berjalan selama status rawan masih berlaku.
Sumber Foto: Gunung Semeru erupsi. (tangkapan layar video cakyo_saversemeru).
Next News

Penjara Emas di Balik Layar: Kenapa Jadi Terkenal Itu Nggak Selamanya Indah Seperti di Sosial Media
in 5 hours

Mengupas Rahasia di Balik Pentingnya Struktur Panitia dalam Acara
in 5 hours

Kenapa Setan Kita Beda? Sebuah Studi Sosiologi Hantu Indonesia
in 4 hours

Main character syndrome: semua orang pengen jadi pusat cerita
a day ago

Digital fatigue: capek hidup yang semuanya harus online
a day ago

Quiet quitting di kehidupan sosial: makin selektif atau makin menjauh?
a day ago

Hustle culture burnout: capek ngejar sukses yang nggak ada garis finish-nya
a day ago

Lazarus Effect: Ketika Kehidupan "Kembali" Setelah Kematian Klinis
in 3 hours

Breadcrumbing, tapi versi karier: dikasih harapan kerja tapi nggak jelas arahnya
2 days ago

Astronot di Masa Kecil, Budak Corporate di Masa Depan: Ke Mana Larinya Ambisi Kita?
in an hour






