William Tanuwijaya, Sang Penjelajah Ekosistem Digital
Refa - Tuesday, 09 December 2025 | 07:00 PM


Di tengah persaingan ketat bisnis e-commerce regional, nama William Tanuwijaya menonjol sebagai salah satu pendiri start-up yang berhasil mengubah cara masyarakat Indonesia berbelanja:, yaitu Tokopedia (kini bagian dari GoTo). Kisahnya adalah cerminan ketekunan finansial dan kemampuan melihat potensi pasar yang tak terjangkau.
Dari Penjaga Warung Internet ke CEO Raksasa Digital
William Tanuwijaya menghabiskan masa kecilnya di Pematang Siantar, Sumatera Utara, dan datang ke Jakarta untuk kuliah. Untuk membiayai studinya, ia bekerja sebagai penjaga warung internet (warnet). Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang potensi internet dan kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam mengakses barang dan peluang dari daerah.
Pada tahun 2009, bersama temannya, Leontinus Alpha Edison, William mendirikan Tokopedia dengan visi menciptakan marketplace yang memungkinkan siapa pun untuk menjual dan membeli barang, mengatasi hambatan geografis.
Delapan Tahun Tanpa Gaji: Komitmen Finansial Tertinggi
Kisah finansial William yang paling menginspirasi adalah komitmennya yang ekstrem di awal pendirian Tokopedia. Ia dilaporkan tidak mengambil gaji selama delapan tahun demi memastikan dana perusahaan dialokasikan sepenuhnya untuk pengembangan produk dan pertumbuhan tim. Komitmen finansial yang langka ini menunjukkan keyakinan penuhnya pada model bisnis e-commerce dan manfaat jangka panjangnya.
Dampak dan Warisan Finansial
Tokopedia berkembang pesat, menjembatani jutaan penjual UMKM di seluruh Indonesia dengan pembeli di perkotaan. Tokopedia berhasil menarik investasi besar dari raksasa teknologi dunia, termasuk SoftBank dan Alibaba, sebelum akhirnya merger dengan Go-Jek membentuk GoTo (tercatat di Bursa Efek Indonesia).
Kisah William adalah bukti bahwa kesuksesan entrepreneur bukan instan. Diperlukan disiplin finansial yang ketat, kemampuan untuk menunda gratifikasi pribadi, dan visi jangka panjang untuk membangun platform yang memiliki dampak ekonomi sosial yang nyata.
Next News

IHSG 15 Januari 2026 Hijau di Awal Perdagangan, Investor Mulai Berani Masuk
7 hours ago

Rupiah 15 Januari 2026 Menguat Tipis, Pasar Dunia Masih Risk-Off
7 hours ago

Harga Emas Antam 15 Januari 2026 Meroket! Rupiah dan Gejolak AS Jadi Biang Kerok
7 hours ago

Gejolak Harga Pangan: Membaca Pola Naik Turunnya Harga Cabai dan Telur di Pasaran
a day ago

IHSG Comeback ke 9.000! Transaksi Triliunan Rupiah Sejak Pembukaan
a day ago

Rupiah 14 Januari 2026 Hijau Sesaat, Tekanan Global Tak Bisa Diabaikan
a day ago

Harga Emas Antam Hari Ini Makin Mahal, Cek Angka Terbarunya!
a day ago

Bukan Pelit, Tapi Realistis! Mengapa Menolak Ajakan Nongkrong Justru Bikin Kamu Cepat Kaya
a day ago

Awas Jebakan QR Code Palsu! Ini Cara Cek Biar Saldo dan Data Nggak Lenyap
a day ago

Modal 10 Ribu Bisa Jadi Investor? Ini Bukan Hoaks
a day ago






