Hati-Hati Salam Tempel! Kenali Ciri Uang Palsu Jelang Lebaran
Refa - Monday, 23 February 2026 | 07:00 AM


Awas Kena Zonk! Cara Jitu Bedain Rupiah Asli vs Palsu Biar Lebaran Nggak Gigit Jari
Lebaran sebentar lagi, dan kalau kita bicara soal tradisi di Indonesia, rasanya nggak lengkap kalau nggak bahas soal "salam tempel" alias bagi-bagi THR. Antrean di bank mulai mengular, jasa penukaran uang di pinggir jalan mulai menjamur kayak jamur di musim hujan, dan bau uang baru yang khas itu mulai tercium di mana-mana. Tapi, di balik euforia dapet uang receh pecahan baru yang masih kaku dan rapi itu, ada bahaya laten yang selalu mengintai: peredaran uang palsu.
Mari kita jujur-jujuran, momen menjelang Lebaran itu adalah "masa panen" buat para oknum kreatif tapi nggak bener yang pengen nyari keuntungan instan. Mereka tahu banget kalau orang-orang lagi butuh uang tunai dalam jumlah banyak dan sering kali kurang teliti karena udah telanjur senang lihat tumpukan uang baru. Alhasil, uang palsu pun diselipkan di antara lembaran asli. Nggak mau kan, niatnya mau kasih kebahagiaan buat keponakan, eh malah kasih masalah karena uangnya nggak bisa dipakai belanja di warung?
Nah, biar Lebaran kamu nggak berubah jadi drama menyedihkan gara-gara kena zonk uang palsu, yuk kita kenali lebih dalam ciri-ciri Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (TE 2022) yang terbaru. Bank Indonesia sebenernya udah bikin teknologi yang makin canggih biar uang kita makin susah dipalsukan, tapi ya kuncinya tetep ada di mata dan tangan kita sendiri.
Warna Lebih Gonjreng dan Ukuran yang "Beda-Beda Tipis"
Hal pertama yang paling gampang dikenali dari uang emisi terbaru adalah warnanya. Kalau diperhatikan, uang tahun 2022 ini warnanya jauh lebih cerah dan tajam dibanding emisi sebelumnya. Pecahan Rp50.000 sekarang birunya lebih tegas dan Rp100.000 merahnya nggak malu-malu. Ini bukan cuma soal estetika biar kelihatan estetik pas difoto buat konten medsos, tapi warna yang kontras ini sebenernya fitur keamanan awal agar masyarakat gampang mengenali pecahan tersebut.
Selain itu, ada satu detail yang sering luput, yaitu ukuran. Uang emisi terbaru ini punya selisih panjang 5 mm antar tiap pecahan. Jadi, pecahan Rp100.000 itu paling panjang, dan makin kecil nominalnya, makin pendek ukurannya. Coba deh dijejerin, kalau ada Rp10.000 yang panjangnya hampir sama kayak Rp50.000, nah kamu patut curiga itu barang KW super.
Teknik Klasik yang Tetap Ampuh: Dilihat, Diraba, Diterawang
Meskipun sekarang zaman udah serba digital, metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) itu tetep jadi alat wajib buat ngecek keaslian uang. Jangan cuma diterawang pas lagi bayar doang, mending cek satu-satu pas baru dapet dari jasa penukaran uang.
Pertama, Dilihat. Selain warna, fokuslah pada benang pengaman. Di uang emisi terbaru, benang pengamannya itu bukan cuma sekadar garis hitam. Dia berubah warna kalau digerakkan. Terus, ada fitur Optically Variable Magnetic Ink (OVMI) pada gambar bunga atau logo BI. Intinya, kalau digoyang-goyangin, ada efek gerak dinamis dan perubahan warnanya. Kalau gambarnya diem aja kayak foto profil mantan yang nggak pernah ganti, mending balikin aja.
Kedua, Diraba. Uang asli itu punya tekstur yang kasar di bagian-bagian tertentu, terutama pada gambar pahlawan, lambang negara Garuda Pancasila, dan angka nominalnya. Teknik cetak ini namanya Intaglio. Selain itu, ada fitur blind code alias kode tuna netra yang berupa pasangan garis di pinggir kiri dan kanan. Ini penting banget, kalau diraba terasa licin kayak kertas HVS hasil print-an kantor, fix itu uang palsu.
Ketiga, Diterawang. Angkat uangmu ke arah cahaya. Kamu bakal nemuin watermark atau tanda air berupa gambar pahlawan dan ada electrotype (angka nominal). Yang paling keren di uang baru ini adalah fitur rectoverso. Itu lho, potongan logo BI yang kalau diterawang bakal nyambung sempurna membentuk logo Bank Indonesia secara utuh. Kalau potongannya menceng atau nggak pas, ya waspadalah.
Opini Jujur: Jangan Malu buat Cerewet
Sering kali kita merasa nggak enak hati kalau mau ngecek uang di depan orang yang ngasih atau pas lagi tukar uang di pinggir jalan. Rasanya kayak nggak percaya sama orang lain. Tapi, menurut gue, di zaman sekarang prevention is better than being a victim. Jangan pernah malu buat cerewet ngecek uang satu per satu, apalagi kalau kamu tuker uang di tempat yang bukan lembaga resmi.
Jujur aja, jasa tukar uang di pinggir jalan itu emang praktis banget. Nggak perlu antre di bank, nggak perlu pakai syarat ini-itu. Tapi risikonya itu lho, berkali-kali lipat. Selain ada potongan biaya admin yang kadang nggak masuk akal (alias mahal banget), risiko dapet uang palsu itu nyata adanya. Kalau emang terpaksa banget tukar di sana, ya ritual 3D tadi wajib hukumnya dilakukan secara maraton.
Gimana Kalau Terlanjur Dapet Uang Palsu?
Kalau apesnya kamu nemuin uang yang mencurigakan di dompet, tolong jangan nekat buat membelanjakannya lagi. Banyak orang mikir, "Ah, daripada rugi, gue pake aja buat bayar parkir atau beli rokok di warung kecil." Big no! Mengedarkan uang palsu itu ada sanksi pidananya, lho. Kamu yang tadinya korban malah bisa jadi tersangka.
Langkah terbaik adalah melaporkannya ke bank terdekat atau ke kantor polisi. Memang sih, uang kamu nggak bakal diganti dengan uang asli yang baru (namanya juga apes), tapi kamu sudah membantu memutus rantai peredaran uang palsu. Anggap aja itu sedekah keamanan buat masyarakat luas.
Kesimpulan
Lebaran adalah momen kemenangan, jangan sampai dirusak oleh kecerobohan kita sendiri. Mengenali ciri uang asli emisi 2022 bukan cuma tugas pegawai bank atau kasir supermarket, tapi tugas kita semua sebagai pemegang rupiah. Dengan paham detail-detail kecil kayak tekstur kasar, benang pengaman yang berubah warna, sampai ukuran yang beda-beda, kita udah satu langkah lebih depan dari para pelaku kriminal.
Jadi, sebelum asyik masukin uang ke dalam amplop-amplop lucu buat keponakan, pastikan dulu uangnya asli. Jangan sampai nanti di hari raya, pas anak-anak lagi seneng mau jajan, eh malah ditolak sama abang tukang bakso karena uangnya "gambar monyet". Selamat Lebaran, selamat berbagi THR, dan tetep waspada ya, guys!
Next News

Alasan Kenapa Klik Checkout Bisa Bikin Beban Hidup Terangkat
10 hours ago

Mulai 15 Maret! Ini Lokasi Strategis Penukaran Uang Baru BI 2026 di Seluruh Indonesia
15 hours ago

Tips Milih Asuransi Perjalanan Biar Gadget Aman Sentosa
2 days ago

Saldo Bocor Akibat QRIS? Ini Alasan Uang Tunai Lebih Efektif
2 days ago

Habis Gajian Jangan Cuma Nabung, Lawan Inflasi Dengan Cara Ini
a day ago

Jangan Tertipu Harga Murah Kenali Risiko Barang Cepat Rusak
3 days ago

Jangan Kalap Diskon Lebaran! Simak Cara Belanja Bijak
3 days ago

Tips Atasi Ajakan Bukber yang Bikin Kantong Kering
4 days ago

Beli Karena Butuh atau Cuma Laper Mata? Cara Berhenti Jadi Korban Impulsive Buying di Media Sosial
6 days ago

Hati-Hati Gaya Hidup Mewah Saat Gaji Naik, Ini Solusinya
7 days ago





