Waspada! Longsor Tutup Jalur Pacet-Cangar Mojokerto-Batu
Nuryadi - Monday, 24 November 2025 | 05:35 PM


Jalur Pacet-Cangar Ditutup Total Karena Longsor: Jalan Favorit Bikin Auto-Mager, Rencana Liburan Buyar Seketika!
Jumat sore yang harusnya adem ayem dan menjadi penanda datangnya akhir pekan, mendadak berubah jadi drama horor bagi para pengguna jalan di jalur Pacet-Cangar. Bagaimana tidak, salah satu akses favorit yang menghubungkan Mojokerto dengan Batu, Jawa Timur, ini mendadak ditutup total. Bukan karena ada razia dadakan atau perbaikan jalan biasa, melainkan karena fenomena alam yang bikin merinding: longsoran tanah dan batu yang nggak kaleng-kaleng!
Kabar mengejutkan ini datang pada Jumat, 17 Mei 2024, sekitar pukul 14.30 WIB. Ya, di saat sebagian dari kita mungkin baru pulang kerja atau lagi siap-siap ngopi cantik, jalur yang terkenal dengan pemandangan aduhai dan udara sejuknya ini tiba-tiba ambruk. Lokasi persisnya ada di Dusun Kesiman, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sebuah titik yang mungkin sudah nggak asing lagi bagi para petualang jalanan atau mereka yang sering melintasi rute tersebut.
Bukan Longsor Biasa: Sepanjang 15 Meter Tertutup Total!
Bayangkan, longsoran tanah dan batu itu bukan sekadar tumpukan kerikil kecil. Menurut informasi yang beredar, material longsoran menutupi seluruh badan jalan sepanjang kurang lebih 15 meter! Nggak cuma panjang, ketinggian timbunannya pun mencapai 1,5 meter. Coba deh bayangkan, seberapa banyak tanah dan batu yang tumpah ruah menutupi jalanan itu? Ibaratnya, kalau kamu lagi jalan kaki, butuh waktu lumayan buat ngelewatin timbunan material itu. Dan ini jalan raya, lho, bukan trek khusus off-road!
Jalur Pacet-Cangar memang dikenal sebagai salah satu jalur paling strategis sekaligus menantang. Bukan cuma menawarkan panorama pegunungan yang bikin mata adem dan cocok buat healing, tapi juga berfungsi sebagai jalur pintas atau alternatif bagi mereka yang ingin menuju Kota Batu atau Malang dari Mojokerto dan sekitarnya, atau sebaliknya. Nggak heran, jalur ini selalu ramai, apalagi saat akhir pekan atau musim liburan. Jadi, ketika kabar penutupan ini muncul, sudah pasti banyak yang gigit jari, deh.
Rencana Liburan atau Urusan Kerja Jadi Buyar Seketika
Pasti banyak dari kita yang punya kenangan atau cerita di jalur ini. Dari sekadar jalan-jalan sore, foto-foto di spot indah, sampai perjalanan dinas yang butuh waktu cepat. Penutupan jalur ini tentu saja berefek domino. Bagi para pelancong yang sudah merencanakan road trip akhir pekan ke Batu via Pacet, siap-siap aja harus putar otak dan mencari jalur alternatif lain. Rencana yang sudah matang bisa buyar seketika, atau minimal, waktu tempuh jadi jauh lebih lama dan biaya bensin jadi lebih boncos.
Bukan hanya wisatawan, masyarakat lokal yang sehari-hari bergantung pada jalur ini untuk mobilitas, entah untuk bekerja, sekolah, atau distribusi barang, juga pasti merasakan dampaknya. Bayangkan saja, rute yang biasanya ditempuh dalam waktu singkat, kini harus memutar jauh, melewati jalanan yang mungkin lebih padat dan kurang familiar. Bikin perjalanan jadi auto-mager alias males gerak duluan.
Respons Cepat Pemerintah dan Prioritas Keselamatan
Merespons kejadian ini, pemerintah setempat, dalam hal ini BPBD Kabupaten Mojokerto dan pihak terkait, langsung bergerak cepat. Penutupan total jalur adalah langkah pertama dan paling krusial. Kenapa? Karena urusan longsor gini memang nggak bisa dianggap remeh. Kondisi tanah yang masih labil pasca longsor bisa jadi ancaman serius kalau nekat dilewati. Prioritas utama tentu saja adalah keselamatan pengguna jalan.
Proses evakuasi material longsoran pun segera direncanakan. Untuk membersihkan tumpukan tanah dan batu sepanjang 15 meter dengan ketinggian 1,5 meter, tentu bukan pekerjaan mudah. Butuh alat berat seperti eskavator dan juga koordinasi yang matang dari berbagai pihak. Semoga saja proses pembersihan bisa berjalan lancar dan cepat, tanpa ada kendala yang berarti.
Alternatif Jalur: Siap-siap Lebih Lama dan Lebih Jauh!
Nah, ini dia bagian yang mungkin bikin sebagian orang menghela napas panjang. Bagi para pengendara yang terlanjur terjebak atau memang sudah berencana melintasi jalur ini, pemerintah sudah mengumumkan beberapa jalur alternatif. Jadi, jangan panik dan jangan sampai nyasar ya!
Untuk saat ini, pengendara dari Mojokerto yang hendak menuju Batu atau sebaliknya, diimbau untuk menggunakan jalur alternatif via Ngoro-Gempol-Pandaan-Purwodadi-Lawang-Karangploso. Bisa dibilang ini adalah rute memutar yang lumayan jauh, butuh waktu ekstra, dan pastinya menguras lebih banyak energi dan bensin. Siap-siap aja, perjalanan yang biasanya "sat-set" bisa jadi "santai tapi pasti" alias lama di jalan.
Selain rute utama tersebut, pihak berwenang juga mungkin akan merekomendasikan jalur alternatif lain yang sudah ditentukan, tergantung kondisi dan kepadatan lalu lintas. Jadi, penting banget untuk selalu mencari informasi terbaru dari sumber yang terpercaya, seperti kepolisian atau BPBD setempat, sebelum memulai perjalanan.
Alam dan Kekuatannya yang Tak Terduga
Kejadian longsor di jalur Pacet-Cangar ini sekali lagi mengingatkan kita betapa dahsyatnya kekuatan alam. Jalur pegunungan memang punya pesonanya sendiri, dengan udara yang sejuk, pemandangan hijau yang membentang, dan sensasi petualangan yang berbeda. Namun, di balik keindahannya, jalur ini juga menyimpan potensi bahaya yang nggak bisa ditebak.
Kondisi tanah yang labil, ditambah faktor cuaca seperti curah hujan tinggi (meskipun tidak disebutkan spesifik hujan saat kejadian, longsor kerap kali dipicu oleh air), seringkali menjadi pemicu utama. Ini adalah tantangan abadi antara pembangunan infrastruktur manusia dan kehendak alam. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha meminimalkan risiko dan selalu waspada.
Kapan Dibuka Lagi? Masih Misteri!
Yang menjadi pertanyaan besar bagi banyak orang adalah: kapan jalur Pacet-Cangar ini bisa kembali dibuka? Sampai berita ini ditulis, belum ada informasi pasti mengenai waktu pembukaan kembali jalur tersebut. Proses evakuasi dan perbaikan tentu butuh waktu, apalagi jika ada kerusakan infrastruktur jalan yang parah. Selain itu, kondisi geologis di lokasi juga harus dipastikan benar-benar aman sebelum jalur dibuka kembali untuk umum.
Jadi, untuk sementara waktu, bagi kalian yang sering melintasi jalur ini atau berencana liburan, kudu sabar ya. Manfaatkan jalur alternatif yang sudah disediakan, dan yang paling penting: selalu utamakan keselamatan. Jangan nekat coba-coba lewat jalur tikus yang nggak resmi atau belum dipastikan keamanannya, karena bahaya selalu mengintai.
Tetap pantau informasi terbaru dari sumber resmi, dan jangan lupa berhati-hati di jalan. Semoga proses pembersihan dan perbaikan berjalan lancar, dan jalur Pacet-Cangar bisa segera kembali beroperasi seperti sedia kala. Sampai bertemu di jalan!
Sumber Foto : Suarasurabaya.net
Next News

Lebih dari Botol: Tumbler Simbol Generasi Z
2 days ago

Musim Hujan di Surabaya: Saatnya Berburu Kuliner Nikmat!
4 days ago

UMP UMK Surabaya: Tantangan Besar di Kota Pahlawan
5 days ago

Ramalan Cuaca Jatim: Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang!
5 days ago

Jawa Timur: Surga Tersembunyi Berdetak Api
6 days ago

Bekal Wajib Randy Martin di Lokasi Syuting "Beri Cinta Waktu": iPad, Mi Instan, dan Rahasia Tetap Waras!
8 days ago

Madura: Lebih dari Perantau Ulung dan Keras?
8 days ago

Indonesia dan Thailand Bakal Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026: Ngeri-ngeri Sedap Nih!
8 days ago

PBNU Bergolak? Gus Ipul Tegaskan Jangan Terpancing.
8 days ago

FC Barcelona Femení: Ketika Sepak Bola Indah Bukan Cuma Milik Kaum AdamFC Barcelona Femení: Ketika Sepak Bola Indah Bukan Cuma Milik Kaum Adam
9 days ago





